Upaya Amerta Indah Otsuka dalam Melestarikan Lingkungan

Wheny Utoyo, Manufacturing Head PT Amerta Indah Otsuka saat menyampaikan upaya perusahaannya dalam melestarikan lingkungan (24/11/2022). (Foto: Ubaidillah/SWA)

Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan komitmen perusahaan atau dunia usaha untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dengan menitikberatkan pada keseimbangan antara perhatian terhadap aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Sebagai upaya mewujudkan harmonisasi antara perusahaan dengan lingkungan, sejak tahun 2011, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah mendorong CSR bidang lingkungan.

PT Amerta Indah Otsuka (AIO), produsen minuman dan makanan seperti Pocari Sweat, Soyjoy, Ion Water, Oronamin C, dan Fiber Mini melakukan beberapa strategi untuk melestarikan lingkungan sehingga tercipta tujuan perusahaan yang berkelanjutan. Wheny Utoyo, Manufacturing Head PT Amerta Indah Otsuka mengatakan untuk menciptakan perusahaan yang bisa berkelanjutan dan bertahan dalam waktu yang lama, perlu kerja sama banyak pihak, salah satunya lingkungan. 

“Kami perlu SDM, kami perlu dukungan dari masyarakat, pemerintah, dan kami perlu lingkungan. Karena sumber daya material kami berasal dari lingkungan, sebagai contoh Pocari Sweat itu material utamanya adalah air,” kata Wheny dalam diskusi digitalisasi untuk sustainability di SAP Indonesia, Kamis (24/11/2022). 

Oleh karena itu, lanjut Wheny, bagaimana kami bisa sustainable lebih jauh itu ada tiga yang AIO perhatikan pertama adalah terkait dengan masalah lingkungan, kedua people, ketiga keuntungan. Ketiga ini kami sinergikan agar sama-sama memberikan manfaat. “Masyarakat merasakan manfaat dengan adanya perusahaan begitu juga tanggung jawab kami mengambil SDA dan bagaimana mengembalikannya,” ujarnya. 

Dalam upaya melestarikan lingkungan, AIO membuat program Otsuka Ecovillage. Program Otsuka Ecovillage adalah program peduli lingkungan yang komprehensif, terstruktur dan berkesinambungan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup daerah tempat perusahaan beroperasi. 

Kegiatan Otsuka Ecovillage seperti pembuatan bank sampah, pembuatan biopori, penanaman pohon. Di Otsuka Ecovillage sampah organik akan dikelola dengan teknik lubang biopori sehingga menjadi kompos yang dipakai untuk tanah sekitar. Otsuka telah melakukan sesi pelatihan biopori untuk masyarakat sejak tahun lalu. Untuk sampah non-organik akan dilakukan pemilahan sampah berdasarkan kategori di bank sampah Otsuka Ecovillage agar kemudian dapat didaur ulang.

Biopori merupakan solusi untuk mengelola sampah Organik yang nantinya akan menjadi kompos dan dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman. Gerakan 1000 lubang Biopori dicanangkan pada awal program dengan komitmen setiap 1 lubang biopori akan diberikan 1 tanaman produktif. 

“Selanjutnya Ecoblue School, yaitu AIO memberikan dukungan dan bantuan ke anak-anak sekolah tentang kebiasaan penanganan sampah di sekolah, sedini mungkin. Ini kita sudah berjalan sejak awal 2022,” kata Wheny saat memberikan presentasinya. 

Selanjutnya adalah Eco Bottle, yakni bagaimana AIO menggunakan seminim mungkin botol plastik yang menjadi kemasan produk. AIO telah menggunakan teknologi terbaru terkait dengan penipisan botol. 

“Botol (produk AIO) semakin tipis. Kalau kita lihat, botol Pocari itu kelihatannya tebal dan keras itu sebenarnya bukan karena tebalnya botol, tapi karena ada tekanan di sana. Itu semakin tipis kalau dibanding dengan 10 tahun yang lalu. Ini kita sudah mulai sejak tahun 2010,” ucap Wheny. 

Kemudian masih terkait Eco Bottle, yakni (cap) tutup botol yang terbuat dari plastik juga semakin mini. Jika diperhatikan betul, tutup botol produk AIO semakin mini saat ini. “Kami sudah menggunakan teknologi terbaru dalam proses produksinya,” katanya. 

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)