PT Angkasa Pura I: Pendapatan Non-aeronautical Melonjak Hingga Ratusan Kali

Robert J (tengah) bersama tim

PT Angkasa Pura I, yang mengelola 13 bandara di kawasan Timur Indonesia mampu meningkatkan pendapatan non-aeronautical mulai dari 15 kali lipat (Bandara Ngurah Rai, Bali) hingga 193 kali lipat (Bandara Juanda, Surabaya). Komposisi pendapatan dari non-aeronautical meningkat menjadi 43% berkat jurus transformasi yang dilakukannya. Apa saja langkah transformasi yang ditempuh PT Angkasa Pura I? Robert… Continue reading PT Angkasa Pura I: Pendapatan Non-aeronautical Melonjak Hingga Ratusan Kali

Jurus AP I Genjot Pendapatan Non-Aeronautika

Robert D. Waloni, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis AP I (istimewa)

Sebagai pengelola bandar udara, sumber pendapatan terbesar PT Angkasa Pura I memang masih berasal dari service charge passenger berupa landing dan take off pesawat (aeronautika). Namun ke depannya, ┬ápengelola 13 bandara ini tidak mau menggantungkan nasibnya pada pendapatan aero saja, tetapi juga menggenjot pendapatan non-aeronautika. Seperti apa? Sebagai operator plat merah, AP I berkeinginan untuk… Continue reading Jurus AP I Genjot Pendapatan Non-Aeronautika

Tantangan Bandara di Indonesia Hadapi ASAM

Tahun 2015, masyarakat di lingkup Asia Tenggara semakin terintegrasi secara ekonomi. Hal ini disebut dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC). Lalu-lintas perdagangan baik barang dan jasa kian terbuka antarnegara. Begitu juga halnya di dunia penerbangan. Di industri ini bakal berlaku ASEAN Single Aviation Market (ASAM). Dalam acara seminar BUMN Outlook 2014 yang bertajuk “Menyambut Masyarakat Ekonomi… Continue reading Tantangan Bandara di Indonesia Hadapi ASAM