Wonderful Indonesia Co-Branding Forum

Rahasia Juara Dunia, di Balik Kompetisi Video Pariwisata

Sejarah bangsa ini sarat akan cerita kemenang­an. Sriwijaya dan Majapahit mewakili kedigdayaan bangsa Indonesia di pentas dunia, sejak berabad-abad silam. Kita lahir sebagai bangsa pemenang, bangsa juara, bukan bangsa pecundang!

Spirit inilah yang tumbuh pasca video pariwisata menjadi jawara sejati, dengan memboyong dua awards sekaligus. Ajang kompetisi yang digelar UNWTO, lembaga PBB yang bergerak di ranah pariwisata itu menjadi panggung Wonderful Indonesia tampil dengan bangga.

Secara kualitas, video berjudul Wonderful Indonesia: The Journey of a Wonderful World berdurasi 3 menit itu menang di kategori Regional East Asia and Pacific 2017. Diseleksi oleh Dewan Juri yang dibentuk independen oleh UNWTO.

Publik seluruh dunia pun, menjadikan video yang disutradarai oleh Condro Wibowo ini merebut juara Ka­tegori The Winners UNWTO People’s Choice 2017. Kita menyisihkan 62 video dari 62 negara lainnya.

Awarding 15 September 2017 lalu diumumkan dalam forum tertinggi, The 22rd General Assembly UNWTO di Intercontinental Century City Convention Center Hotel, Chengdu, Tiongkok. Dua kali naik panggung, dua kali video itu diputar di giant screen, sekitar 1.500 audience dari 150 negara pun tak henti bertepuk tangan riuh.

Bukan hanya itu, sebelumnya video milik Kemenpar ini juga me­ngantungi penghargaan “Grand Prix Award” atau penghargaan tertinggi pada The XIII International Tourism Film Festival di Bulgaria. Dan kesuksesan itu, diraih setelah mengalahkan 91 film dari 18 negara.

Ini bukan kemenangan yang pertama bagi Kemenpar dan Indonesia di pentas pariwisata dunia. Tahun 2016, kita memboyong 46 penghargaan terbaik kelas dunia, dari 22 negara. Tahun 2017 ini, terus berlanjut, dan selalu tampil terbaik, di manapun juga!

Kita menyadari, budget promosi pariwisata kita sangat terbatas. Maka trik untuk mempromosikan brand Wonderful Indonesia pun harus makin cerdas, makin pintar. Salah satunya dengan menyapu bersih semua kompetisi pariwisata dunia. Sehingga memperoleh coverage media internasional secara gratis, dan punya efek yang lebih nendang.

Makna kemenangan itu, akan memberikan impact positif yang saya rumuskan dalam 3C, Calibration, Confidence, Credible. Pertama, calibration, Indonesia lolos dinilai dengan standar dan kriteria dunia. Ketika semua kontestan dianalisa dengan pisau kriteria yang sama, Indonesia juara! Setelah dikalibrasi dan dipotret dengan standar dunia,  kita tetap yang terbaik, kita sudah layak disejajarkan dengan semua yang terbaik dunia.

Kedua confidence, dengan kemenangan ini otomatis level kepercayaan diri bangsa ini naik. Kita makin percaya diri: bahwa bangsa kita mampu bersaing di level dunia; bahwa bangsa ini adalah bangsa pemenang.

Ketiga credibility, di mata masyarakat global kredibiltas bangsa ini juga mulai diakui. Artinya, secara eksternal, kita juga semakin diakui, dipercaya, kredibel, orang semakin tahu bahwa “Wonderful Indonesia” memang hebat dan punya nilai istimewa di mata dunia.

Tiga Rahasia

Bagaimana success story kemenangan yang membanggakan ini? Saya akan membeberkan rahasia bagaimana kita bisa memenangkan penghargaan yang bergengsi ini. Ada 3 jurus yang kita lakukan untuk memenangkan penghargaan ini.

Pertama dari sisi obyek video. Destinasi wisata yang ada di video yang dikompetisikan harus berkelas dunia. Destinasi yang dipilih  Kemenpar adalah 10 destinasi  karena telah memenuhi syarat sebagai destinasi kelas dunia. Destinasi yang di-shoot betul-betul keren dan wonderful: Sumatera Utara, Jakarta, Jogjakarta, Banyuwangi, Bali, Lombok, Makasar, Wakatobi, dan Raja Ampat.

Kedua dari sisi teknik pembuatannya. Teknik video Wonderful Indonesia memiliki tingkat kesulitan pengambilan gambar yang tak masuk di akal. Mi­salnya saat free dive, action di kedalaman 4-5 meter, tanpa alat selam? Lumayan sulit, di teknik pengambilan gambar, sulit mengikuti obyek dari bawah kedalaman, harus tahan napas panjang, harus ada gerakan ke bawah, memutar, timing-nya harus pas. Khusus di adegan inilah yang paling sering diulang.

Ketiga dari sisi lagunya. Memasukkan soundtrack What a Wonderful World oleh Louis Armstrong itu juga tepat. Pas dengan ilustrasi gambar, pas dengan brand Wonderful Indonesia, dan pas menggambarkan antara fakta yang wonderful dan visual yang wonderful. Tentu, juga didukung oleh peralatan kamera yang berstandar tinggi.

Lagu ini sudah sangat mendunia, ketika diputar di depan audience yaitu para anggota delegasi, kebanyakan  orang yang ada di situ ikut bernyanyi, sehingga menarik simpati banyak orang. Jadi lagu itu betul-betul meng-endorse video kita yang sudah sangat bagus. Jadi kombinasinya bisa dikatakan sempurna.

Story film yang dibintangi Widika Sidmore dan David John Schaap itu juga bagus menyentuh destinasi culture, nature, dan man-made sekaligus yang merupakan tiga portofolio pariwisata Indonesia. Pesan promosinya juga tersampaikan dengan sangat apik.

Di samping itu, kualitas media gambarnya sangat istimewa: detail, high resolution, dan indah. Impact bawah sadar bagi orang yang menyaksikan video ini ada dua: Pertama, tanpa sadar mereka menyebut “wooow”. Kedua, secara spontan mereka mengikuti alunan lagu What a Wonderful World.

Kemenangan Itu Direncanakan

Secara statistik, kemenangan itu selalu direncanakan! Kemenangan itu dipersiapkan dengan baik. Kemenangan itu tidak datang tiba-tiba, bukan karena nasib-nasiban. Saya selalu menggunakan filosofinya Sun Tzu, ahli perang China dalam The Art of War!

Kenali dirimu, kenali musuhmu, maka kau akan memenangkan pertarungan! Ini juga yang biasa saya tekan­kan di setiap Rapim Kemenpar, Kenali dirimu, Kenali Customer mu, maka kau akan memenangi persaingan!

Bagaimana implementasi merencanakan kemenangan itu? Seperti biasa saya menggunakan pendekatan Imagine, Focus, Action (IFA). Termasuk dalam hal ini IFA untuk memenangkan penghargaan UNWTO.

Yang pertama adalah Imagine, yaitu visi untuk memenangkan penghargaan. Untuk bisa memenangkannya kita harus bisa membayangkan kondisi akhirnya seperti apa dan bagaimana memenangkannya.

Langkah kedua adalah Focus, utamakan yang utama. Kita harus memilih penghargaan-penghargaan global mana yang menghasilkan dampak paling impactful dan memberikan kepercayaan diri paling besar. Kita perlu mengalokasikan sumber daya secara cermat dengan prioritas-prioritas yang cermat pula.

Langkah ketiga adalah Action dimana winning team bekerja secara cepat dan cermat untuk memenangkan penghargaan. Tim ini memperlajari dengan teliti kriteria penilaiannya, key success factors-nya, dan keunggulan-keunggulan yang kita miliki untuk memenangkan penghargaan.

Seperti yang kita lakukan di berbagai penghargaan sebelumnya (Travel & Tourism Competitiveness Index, World Halal Tourism Award 2015 dan 2016, hingga ASEANTA), kita selalu membentuk tim pemenangan.

CEO yang baik harus bisa menyelaraskan antara teori dan implementasi. Hanya Imajinasi dan Aksi yang dapat merubah Dunia. Visi tanpa Aksi itu Fantasi, Aksi tanpa visi itu Sensasi. Saya sedang membangun corporate culture di Kemenpar, dengan 3S, Solid, Speed, Smart!

Untuk membangun soliditas, maka kita gaungkan spirit “Indonesia Incorporated!” Maju serentak, tentu kita menang! Salah satu lirik lagu “Maju Tak Gentar” karya Cornel Simanjuntak. Kita ciptakan musuh bersama, agar kita kompak, bersatu, solid. Kebetulan hingga 5 September 2017, vote Video kita masih tertinggal jauh dari Rumania.

Kami bangga dengan Pak Presiden Joko Widodo. Beliau ikut mengajak netizen, dengan posting melalui akun Facebook-nya sendiri, yang langsung direspons positif oleh pengguna media sosial. Kurang dari 48 jam, sudah masuk 50 ribu voters via indonesia.travel/vote4id. Suara Indonesia makin tak terkejar, hingga nyaris 200 ribu votes.

Terima kasih Pak Presiden Jokowi. Juga seluruh Kementerian dan Lembaga yang turut menggaungkan ajakan vote melalui akun resminya.

Kolaborasi cantik juga kita lakukan dengan menggerakkan berbagai unsur Pentahelix (akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas dan media) untuk menyukseskan Indonesia menjadi juara dunia.

Dari akademisi, kita mengerahkan sumber daya di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) dan Politeknik Pariwisata (Poltekpar), Sekolah-Sekolah Pariwisata, SMK Pariwisata, baik yang kita kelola maupun dari Dikti dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ada juga dukungan dari asosiasi-asosiasi, termasuk IHGM dan IHGMA. Semua bergerak, maju serentak.

Untuk unsur Pemerintah, Pemda, kementerian/lembaga (K/L), dinas-dinas pariwisata, semua kita gerakkan ramai-ramai untuk melakukan vote. Semua bangga, bisa memberikan suaranya buat video pariwisata Indonesia! Buat Merah Putih.

Begitu pula unsur bisnis melalui BUMN, Angkasa Pura II, dan swasta termasuk brandbrand yang beberapa waktu lalu telah melakukan kerjasama co-branding dengan Wonderful Indonesia turut bergerak bersatu-padu memenangkan Indonesia.

Melalui komunitas Generasi Pesona Indonesia (GenPI) yang kita bina, selama kompetisi berlangsung sudah menurunkan 4 hastag, berkelanjutan. Dari: #VoteVideoIndonesia (on event voting), #VideoIndonesiaKeren (pre event awarding), #VideoIndonesiaJuara (on event awarding), dan #BanggaVideoIndonesia (post event awarding).

Hampir setiap hari selalu menjadi trending topic di media sosial. Total postingnya sudah lebih dari 50.000, dengan impression lebih dari 1 miliar. Tak lupa berbagai media pun turut memviralkan agenda pemenangan ini. Luar biasa!!!

Terima kasih Pak Presiden. Terima kasih juga pada masyarakat di seluruh Indonesia dan dunia yang sudah memilih dan menjadikan video Indonesia juara. Saya semakin yakin, CEO Commitment itu paling berpengaruh terhadap sukses tidaknya sebuah pekerjaan besar. Dan, Presiden Jokowi sangat commited membangun bangsa ini menjadi pemenang!

Kalau semua ini dilakukan sendiri oleh Kemenpar barangkali kemenang­an ini tak bisa dicapai. Namun ketika ini kita kerjakan secara bersama-sama seluruh elemen bangsa, maka tujuan sesulit apapun bisa kita wujudkan.

Perjalanan masih panjang. Reputasi dunia lain harus kita rebut! Dengan kerja keras, keringat dan air mata.

“Maju Serentak Tentu Kita Menang!!!”

Salam Pesona Indonesia!

Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc.

Menteri Pariwisata

Wahyu Gatot Subroto

Archives