Gofress Promosikan Wisata Indonesia Melalui Kemasan Baru

Peluncuran produk Gofress kemasan baru yang mempromosikan destinasi wisata unggulan Indonesia

PT Nutragen Global Esana (Nutragen) melakukan soft launching Gofress kemasan baru dengan menampilkan obyek wisata unggulan di enam destinasi wisata prioritas.

Adapun wisata unggulan tersebut adalah Tanjung Kelayang Belitung, Gunung Bromo, Candi Borobudur, Pulau Padar Labuan Bajo NTT, Danu Kelimutu NTT dan Taman Nasional Wakatobi.

Pitarto Lauda, Direktur Pemasaran PT Nutragen Global Esana, mengatakan, dengan melakukan co-branding dengan Kemenpar, pihaknya ingin memperkenalkan bahwa Gofress merupakan produk asli Indonesia dan sudah diekspor ke beberapa negara seperti Vietnam, Pakistan, Singapura, Saudi Arabia dan beberapa negara lainnya.

“Melalui kerja sama dengan Kemenpar kami ingin ikut serta mempromosikan Indonesia ke luar negeri sehingga turis-turis luar pun menjadi tahu kalau Indonesia tidak hanya ada Bali, melainkan banyak destiansi menarik lainnya. Dengan demikian bisa menaikkan devisa negara,” ujarnya kepada SWA Online saat soft launching Gofress New Pack di Central Park, Jakarta.

Staf Ahli Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti, yang turut hadir di acara itu mengapresiasi Nutragen yang turut mempromosikan pariwisata Indonesia. Rencananya kemasan Gofress baru akan didistribusikan di Indonesia dan diekspor ke mancanegara mulai April 2018. “Gofress merupakan salah satu pruduk yang telah menandatangani MoU co-branding dengan Kemenpar untuk mencantumkan logo Wonderful Indonesia pada kemasan produknya,” kata Esthy.

Menurut Esthy, kerja sama co-branding merupakan strategi promosi yang saling menguntungkan, sebab para pengusaha dapat memanfaatkan branding Wonderful Indonesia yang telah mendunia dalam produk mereka baik di Indonesia maupun mancanegara. Nantinya brand-brand yang melakukan co-branding juga bisa berpartisipasi di event-event kami, ada 10 event nasional dan 100 event wisata di Indonesia yang sudah ada di kalender event Kemenpar.

Ia berharap, sinergi ini bisa mendorong promosi pariwisata Indonesia dengan 10 destinasi prioritas “Bali Baru" dan smeningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. “Tahun ini kami menargetkan 17 juta wisman dan akan meningkat menajdi 20 juta wisman pada 2019,” ujar Esthy.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)