Membidik Millenial Travelers, BRI Hadirkan Kartu Kredit Wonderful Indonesia

Peluncuran Kartu Kredit BRI Wonderful Indonesia di Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah (Rabu/18 April 2018)

Rabu Sore, 18 April 2018, berlokasi di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Kementerian Pariwisata dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatatkan peristiwa penting dengan diluncurkan Kartu Kredit BRI Wonderful Indonesia. Peluncuran kartu kredit ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerjasama Co-Branding Wonderful Indonesia antara Kemenpar dan BRI, yang ditandatangani pada 23 Desember 2017.

Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh Kepada Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Esthy Reko Astuti (mewakili Menteri Pariwisata Arief Yahya), didampingi Direktur Eksekutif Co-Branding Wonderful Indonesia Priyantono Rudito, Direktur Konsumer BRI Handayani, Executive Vice President/Head of Credit Card BRI Wibawa Prasetyawan, Direktur PT Mastercard Indonesia Tommy Singguh, dan Vlogger Kreatif Arief Muhammad.

Handayani mengatakan, penerbitan Kartu Kredit BRI Wonderful Indonesia merupakan strategi Bank BRI untuk mendukung langkah Pemerintah dalam meningkatkan angka kunjungan wisatawan. Dan, yang dibidik BRI melalui penerbitan Kartu Kredit Wonderful Indonesia ini adalah millenial travellers. Ia menargetkan, tahun ini BRI bisa menerbitkan 25 ribu Kartu Kredit Wonderful Indonesia. Adapun total jumlah kartu kredit yang diterbitkan oleh BRI sebanyak sekitar 1,7 juta kartu.

Generasi milenial memang pasar yang sangat potensial bagi Kartu Kredit BRI Wonderful Indonesia. Karakteristik dari generasi ini, mereka membelanjakan uangnya bukan untuk membeli barang-barang (goods), seperti mobil bagus, rumah bagus dan sebagainya, tetapi untuk membeli pengalaman (experience). Dan, pengalaman yang didapatnya/dibelinya kemudian mereka sebarka melalui media sosial.

Priyantono menilai, langkah BRI membidik pasar milenial merupankan langkah yang jitu. Ia menjelaskan, sekarang kita sedang berada di era ekonomi baru, yakni leisure economy, yang bergerak dari good consumtion based conomy ke experience based economy. Dan, penggerak dari leisure economy adalah generasi milenial. Jadi, ia menambahkan, BRI sedang berhadapan dengan potensi pasar yang sangat besar. “Ini adalah kartu kredit pertama yang diposisikan untuk millenial travelers,” ia menegaskan. Priyantono berharap, Kartu Kredit Wonderful Indonesia ini payment solution bagi millenial travelers.

Handayani, Direktur Consumer Banking BRI

Untuk menyokong aktivitas para millenial travellers, banyak benefit yang diberikan kepada pemegang Kartu Kredit Wonderful Indonesia. “Pemegang Kartu Kredit BRI Wonderful Indonesia akan mendapatkan fitur khusus, antara lain, double point untuk transaksi tiket dan pemesanan hotel (baik online maupun offline). Kemudian Gratis 1.000 Garuda Miles untuk 500 nasabah pertama dan Gratis Mastercard Delay Flight Pass. Tentu ini merupakan fitur yang menarik bagi yang memiliki hobi traveling, untuk itu sasaran kami adalah generasi milenial yang masih semangat traveling.” ujar Handayani. Benefit lainnya, ada diskon Rp 200 ribu untuk pembelian tiket Garuda Indonesia, diskon hingga Rp 1 juta untuk pembelian paket wisata di Panorama JTB, diskon hingga Rp 200 ribu di pegi-pegi.com, diskon 50% di Hotel Santika, diskon 30% di Swissbel Hotel, diskon 30% di Excelso dan sebagainya.

Selain itu, menurut Handayani, keunikan Kartu Kredit BRI Wonderful Indonesia selain pada fitur, juga terdapat pada desain kartu berupa gambar destinasi wisata prioritas seperti Danau Toba, Candi Borobudur, Kawasan wisata Bromo-Tengger-Semeru, dan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Ini, lanjutnya, sebagai upaya mendukung program Pemerintah untuk mengambangkan destinasi wisata beyond Bali. “Kami akan menjadikan destinasi-destinasi wisata di Indonesia yang jauh lebih menarik di luar negeri,” tutur Handyani

Priyantono Rudito, Direktur Eksekutif Co-Branding Wonderful Indonesia, Kementerian Pariwisata RI

Esthy Reko Astuti mengatakan, kerjasama co-branding tersebut sebagai wujud sinergi BRI dengan Kemenpar dalam turut serta mempromosikan Wonderful Indonesia, khususnya 10 destinasi wisata prioritas. “Sinergi ini sebagai wujud kerjasama Pentahelix antara Government dan Business untuk mem-branding 10 ‘Bali Baru’, yakni Borobudur; Danau Toba; Tanjung Kelayang; Tanjung Lesung; Kepulauan Seribu; Bromo-Tengger-Semeru; Mandalika; Labuan Bajo; Wakatobi; dan Morotai, yang ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia yang tahun ini mentargetkan 17 juta wisman dan akan meningkat menjadi 20 juta pada 2019,” tutur Esthy.

Priyantono juga menggarisbawahi, bahwa Pemerintah telah menetapkan sektor pariwisata sebagai core economy Indonesia. Untuk bisa menjadi core economy negara, suatu sektor harus memenuhi kriteria utama, bisa menjadi besar, dan bisa tumbuh secara sustain. Dan, di tahun 2017, sektor pariwisata sudah menjadi penyumbang devisa kedua terbesar setelah CPO (crude palm oil), dan tahun 2019 diharapkan sudah menjadi nomor satu sebagai penyumbang devisa terbesar. “Pertumbuhan pariwisata Indonesia boleh dikatakan extra-ordanary. Tiga kali lipat dari pertumbuhan pariwisata global,” ia menuturkan. Dan, Indonesia juga layak menjadi tourism hub country karena memiliki destinasi kelas dunia. Bahkan, Bali sudah dinobatkan sebagai destinasi nomor satu dunia.

Tentang brand Wonderful Indonesia sendiri, menurut Priyantono, juga makin terkenal dan telah meraih puluhan, bahkan belasan, pernghargaan dunia. Sebab, Pemerintah juga telah melakukan ekposur brand ini secara global. Logi Wonderful Indonesia kini bisa ditemui di New York, Inggris, Melbourne, Korea Selatan, dan negara-negara lainnya. Tak dapat dipungkiri, brand Wonderful Indonesia kini semakin kuat. Karena itu, “Tepat bagi Wonderful Indonesia untuk bergandengan dengan brand kuat di Indonesia. Dan, kami menilai BRI adalah salah satu brand yang kuat,” Priyantono menegaskan. Ia menambahkan, tahun ini Kemenpar menargetkan melakukan kotrak kerja sama dengan 100 brand di Indonesia. Saat ini, sudah ada 110 merek yang telah menandatangi MoU (memorandum of understanding), dan 51 perusahaan di antaranya telah menandatangani kontrak kerja sama yang dilanjutkan dengan co-creation. “BRI ini sudah masuk tahap co-creation,” Priyantono menandaskan.

Menpar Arief Yahya mengatakan, Wonderful Indonesia adalah brand yang diciptakan sebagai identitas Indonesia untuk merepresentasikan daya tarik keindahan alam, keanekaragaman budaya, dan keramahtamahan masyarakat Indonesia maupun fasilitas pariwisata menarik lainnya. “Untuk mewujudkan brand Wonderful Indonesia di pasar global dan domestik dibutuhkan kebersamaan dan sinergi seluruh elemen bangsa dalam kerangka Indonesia Incorporated. Dengan kolaborasi dan bekerja bersama-sama kita akan bigger-broader-better together,” kata Menpar yang akrab disapa AY.

Bersamaan dengan peluncuran Kartu Kredit Wonderful Indonesia tersebut, pada malam harinya diselenggarakan pula pagelaran Mahakarya Borobudur 2018, kerjasama BRI bersama PT. TWCBCP & RB yang menampilkan sebuah pagelaran megah dari anak bangsa yang memadukan tarian, fashion, wayang, musik, suara dan seni teater yang dikolaborasikan sehingga menghasilkan penampilan seindah Candi Borobudur yang berdiri megah sebagai latar belakang panggung.

Mahakarya Borobudur 2018 diselenggarakan bertepatan dengan peringatan World Heritage Day tanggal 18 April 2018 dan dalam rangka memperingati Hari Kartini pada tanggal 21 April 2018, dengan mengangkat tema Wanita dan Batik “Indonesia Berkain”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)