Strategi Okky Setiana Dewi Membranding Bisnis Oleh-olehnya

Okky Setiana Dewi, pendiri dan pemilik brand oleh-oleh Surabaya Patata dan Medan Par Par

Okky Setiana Dewi, artis yang namanya melejit lewat film layar lebar Ketika Cinta Bertasbih, kini sukses membangun bisnis toko oleh-oleh berupa kue dengan merek Surabaya Patata dan Medan Parpar.

Bisnis yang jalan di dua kota yakni Surabaya dan Medan itu, kini bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk menyukseskan branding Wonderful Indonesia.

Okky tampak sangat bangga sekali saat menandatangani MoU Co-Branding (nota kesepahaman) tersebut, disaksikan Menteri Pariwisata Arief Yahya, beberapa waktu lalu di Jakarta. Apa dan bagaimana Okky menjalankan bisnisnya tersebut?

Bagaimana bisa diajak kerja sama dengan Wonderful Indonesia?

Saya kan ada Surabaya Patata, kue berbahan dasar kentang ,dan di Medan saya buka Medan Parpar berbahan dasar kentang juga. Bahan baku kentangnya dari Brastagi. Dan alhamdulillah, dapat sambutan yang baik dari masyarakat. Tentu saja yang namanya oleh-oleh kan hanya didapat di kota itu saja.

Nah, kami bergabung dengan Wonderful Indonesia ini karena kami saling support satu sama lain. Saya sebagai pebisnis sekaligus orang Indonesia mendukung pariwisata Indonesia. Sebaliknya Kementerian Pariwisata mendukung UMKM seperti kami.

Yang di Medan baru satu bulan, jadi baru satu outlet. Kemudian yang di Surabaya, sudah ada 7 outlet. Ada di bandara, stasiun dan pusatnya di Jalan Dharmahusada.

Ada rencana menambah outlet lagi ?

Ya, yang di Medan segera akan tambah outlet lagi, karena sambutan dari masyarakat sangat baik sekali, khususnya di bandara dan di pusat perbelanjaan seperti mall. Untuk Surabaya juga akan tambah lagi. Kalau bikin bisnis makanan yang penting rasanya, selain prosesnya juga harus dijaga. Kemudian promosinya. Jadi kalau promosinya sudah kencang dan rasanya enak, mereka akan kembali lagi.

Bagaimana carannya untuk jaga rasa yang pas dan terus konsisten ?

Tentu kami ada chef sendiri dan kami jaga itu dengan tidak membuka untuk re-seller. Jadi kami sarankan kalau mau dapat produk kami yang bagus belinya di outlet resmi. Itu yang membuat rasanya terjaga.

Kemudian, variannya juga kami tambah, yang di Medan itu ada cake dan pastry. Dan, di hari-hari tertentu ada diskon yang menarik. Misalnya hari guru dan hari ibu. Selain itu, produk saya juga saya sertifikasi halal, karena walaupun bahan dasar dan prosesnya halal, tetapi tetap penting untuk di labeli halal karena kan yang beli tidak hanya orang Indonesia yang notabene sudah tahu asal-usul kue ini, tetapi juga akan ada pembeli wisatawan asing yang mencari makanan halal kan?.

Apakah membangun brandingnya susah?

Ehm, dibilang susah atau tidak, jadi begini kenapa saya pilih Surabaya dan Medan. Karena keduanya masuk dalam daftar kota besar di Indonesia setelah Jakarta dan Bandung. Jadi saya sengaja pilih kota besar.

Kemudian saya selami keadaan dan karakteristik masyarakatnya. Biasanya saya kalau datang ke kota-kota itu, saya tidak hanya datang ke toko saja, tetapi saya juga mengadakan pengajian di sana. Jadi, ada kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat asli, dari situ saya bisa pelajari karakteristik mereka, ada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang bisa saya pelajari. Nah itu bisa jadi referensi saya untuk bikin strategi pemasaran dan sebagainya.

Kemudian satu lagi, seperti di Medan, saya nggak mau sukses sendirian. Saya mengajak UKM-UKM Medan, jadi mereka bisa menitipkan produk-produk mereka yang khas medan juga tentunya di toko saya. Ini baru mulai akan dibuka untuk mereka, yang jelas inginnya sukses bersama.

Bagaimana menjalankan bisnisnya? Apakah dijalankan sendiri atau didelegasikan ke manajemen ?

Iya, ada manajemen yang menjalankannya, di dalamnya ada tim pemasaran, produksi, administrasi dan keuangan. Saya tidak akan bisa kalau saya jalan sendirian. Jadi, bersyukur sekali saya punya tim kerja yang kompak sehingga bisnis ini masih jalan. Kalau untuk memantau pekerjaan mereka, saya ada meeting yang berkala dengan mereka, tapi saya lebih banyak membicarakan soal rencana-rencana ke depan, misalnya menambah varian baru.

 

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)