Transaksi WICSF 2018 Diprediksi Sentuh Rp250 Triliun

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) resmi menggelar ajang Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival (WICSF) untuk ke-tiga kalinya.

Ajang ini akan diikuti oleh 150 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia selama 1 bulan penuh, dari tanggal 27 September 2018 hingga 27 Oktober 2018. Di acara ini pengunjung bisa menikmati beraneka ragam kuliner nusantara, sekaligus berbelanja keperluan gaya hidup. WICSF sedianya akan dibuka pada tanggal 27 September 2017 di Beachwalk Shopping Center, Bali.

A.Stefanus Ridwan S, Ketua umum DPP APPBI, mengatakan, Bali dipilih lantaran merupakan tempat yang strategis untuk menarik minat para wisatawan. “Data kami menunjukan Bali menyumbang 41% dari total turis yang datang ke Indonesia. Hal ini cukup strategis. Selain itu, tanggal ini bertepatan dengan acara Congress Shopping Center Asia yang selesai pada tanggal 26. Jadi kita bisa menarik para peserta yang membawa keluarganya untuk datang ke acara pembukaan,” ujarnya menjelaskan.

Stefanus berharap acara ini bisa menjadi tonggak kebangkitan industri ritel yang beberapa waktu belakangan kian melesu. “sejak tahun kemarin usaha ritel sudah mulai bangkit, terbukti ada mall yang mengalami peningkatan penjualan sebesar 20%. Mereka juga sudah banyak yang merenovasi dan merubah konsep pusat perbelanjaan mereka. Di sisi lain, para penjual online juga trennya banyak yang membuka toko mereka secara offline,” kata dia menambahkan.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya berharap WICSF dapat menjadi agenda tahunan Kemenpar agar dapat mendorong perekonomian, menaikkan angka transaksi kuliner belanja yang pada akhirnya memberikan kontribusi kepada sektor pariwisata, dan dapat mendatangkan wisatawan mancanegara dari negara tetangga terdekat.

“Banyak wisatawan mancanegara atau domestik yang menyusun agenda perjalanan yang fokus kepada wisata kuliner dan wisata belanja. Oleh karena itu kehadiran acara WICSF sangat tepat dalam menjawab kebutuhan tersebut. Kedepannya khusus belanja perlu dimasukan program sinergi online dan offline sehingga dapat meningkatkan nilai transaksi secara signifikan,“ ujarnya menjelaskan.

Tahun ini WICSF diikuti oleh 150 pusat perbelanjaan. Angka ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada penyelenggaran pertama tahun 2016 ada sebanyak 85 pusat perbelanjaan, kemudian pada tahun 2017 sebanyak 104 mall. Adapun nilai transaksi yang dibukukan 1 mall adalah sebesar Rp1,3 triliun dalam sebulan pelaksanaan WICSF. “Di 2016 ada kenaikan sebesar 42%, kemudian naik sebesar 63% di 2017. Hal ini juga dikarenakan jumlah mall yang ikut juga naik, sehingga transaksinya naik. Tahun ini target kami bisa naik 80%. Jika dihitung, total nilai transaksinya bisa mencapai Rp250 triliun,” ujar Arief.

Vita Datau Messakh, Ketua Akademi Gastronomi Indonesia dan Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata, mengatakan, kunci utama dalam mempromosikan wisata kuliner dan belanja adalah melalui festival yang di dalamnya terdapat atraksi yang menyuguhkan nilai otentisitas kuliner Indonesia dan produk-produk Indonesia yang terkurasi.

Menurutnya, acara ini bukan saja menjadi sebuah destinasi wisata kuliner dan belanja selama festival berlangsung, melainkan mendorong konsumen belanja produk lokal yang sarat akan identitas kearifan lokal dengan demikian dampaknya akan mendorong para pelaku UMKM untuk berlomba mengeluarkan produk produk berkualitas, mulai dari kain atau pakaian batik, tenun, hingga produk kerajinan seperti fashion Indonesia. Festival ini akan memberikan pengalaman berwisata terutama bagi wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.

Dia menambahkan, acara ini merupakan sinergi dari para pemangku kepentingan industri kuliner dan belanja yang tergabung dalam pentahelix ABCGM (Asosiasi, Bisnis, Community, Government, dan Media) dalam mendorong promosi kekayaan budaya Indonesia.

Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival akan digelar serentak di 12 provinsi di Indonesia yaitu Jakarta, Pekanbaru, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Timur.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)