Traveloka Mengawal Perjalanan Pelanggan di Era Leisure Economy

Tren leisure economy yang mengedepankan pariwisata Indonesia menjadi prioritas, karena menyumbang devisa kedua terbesar. Sektor pariwisata inilah yang ingin digarap lebih intensif oleh Kementerian Pariwisata agar posisinya naik sebagai devisa nomor satu dalam 2-3 tahun mendatang.

Fenomena leisure economy ini sejalan dengan peningkatan jumlah wisatawan. Berdasarkan data Kemenpar, kunjungan turis sekitar 252 juta sejak Januari-Oktober 2017. Angka ini naik 14% dibandingkan target yang ditetapkan sebesar 221,5 juta wisatawan.

Faktor yang menjadi pendukung, salah satunya adalah semakin mudahnya masyarakat dalam melakukan pemesanan perjalanan secara online lewat aplikasi pada smartphone. Menurut Senior Manager Digital Marketing & Analytics Traveloka, Muhammad Ilman, perusahan berusaha untuk berinovasi menghadirkan customer experience serta pengalaman end-to-end terbaik kepada seluruh pelanggan. “Inovasi Traveloka yaitu Price Alert melalui fitur yang memudahkan pelanggan dalam menemukan tiket pesawat dengan harga yang paling terjangkau,” ungkapnya.

Inovasi lainnya adalah Online Check-in, fitur yang membantu pelanggan untuk melakukan check-in via Traveloka App sebelum tiba di bandara. Ada juga fitur Passenger Quick Pick yang memudahkan pelanggan untuk mengisi data pribadi terlebih dahulu untuk memudahkan proses pemesanan tiket kereta api. Selain itu Traveloka juga menghadikan inovasi Easy Reschedule, Best Price Finder, dan beberapa fitur lainnya.

Sejak tahun 2015, Traveloka mulai berekspansi ke beberapa negara di Asia Tenggara, antara lain Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Filipina. Pada Juli 2017, Traveloka mendapatkan pendanaan sebesar US$500 juta melalui investasi dari online travel agent global Expedia Inc. dan investor lainnya. Melalui investasi tersebut, Traveloka terus berinovasi melalui pengembangan Research & Development menciptakan pelayanan end-to-end terbaik kepada seluruh pelanggan.

Menurutnya, pengembangan Traveloka untuk menjadi one stop booking platform dapat diwujudkan untuk melayani kebutuhan perjalanan seperti transportasi (tiket pesawat dan kereta api), akomodasi (hotel, homestay, vila, resort, dan lainnya), aktivitas dan rekreasi (tiket museum, theme park, dan lainnya), hingga konektivitas (top up data dan penyewaan Wi-Fi di luar negeri). “Hingga saat ini, Traveloka telah memiliki 300 ribu inventori akomodasi yang tersebar di 28 negara dan bekerja sama dengan lebih dari 100 maskapai penerbangan dan ribuan partner penyedia produk aktivitas dan rekreasi,” jelasnya.

Selama 2017, pertumbuhan Traveloka menuju arah yang positif dengan banyak meluncurkan beberapa produk baru seperti tiket kereta api, paket pesawat & hotel, serta aktivitas & rekreasi. Dengan bertambahnya produk dan fitur baru, kami percaya pelanggan akan semakin nyaman menggunakan produk Traveloka. Hal ini terlihat dari pertumbuhan jumlah unduh yang konsisten mengalami kenaikan. Pada akhir 2016 jumlah unduh Traveloka mencapai 10 juta dan akhir 2017 tumbuh 3 kali lipat,” ungkapnya.

Harapan Traveloka di tahun 2018, terus menjaga momentum positif yang diraihnya saat ini dengan lebih banyak fokus memberikan konten yang dapat menginspirasi pelanggan untuk melakukan perjalanan. “Kami percaya tahapan konsumen dalam melakukan perjalanan adalah mulai dari tahap dreaming, researching, booking, lalu experiencing. Penting sekali bagi pelaku travel untuk dapat hadir di setiap momen tersebut di era leisure economy seperti saat in,” ujarnya.

 

Reportase: Arie Liliyah

www.swa.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)