Upaya Kemenpar & Blue Bird Tingkatkan Layanan Pariwisata

Kementerian Pariwisata telah melakukan benchmark dengan taksi Black Cab di Kota London, Inggris untuk meningkatkan kualitas pariwisata melalui layanan transportasi di Indonesia. Para pengemudi Black Cab bisa memberikan story telling kepada para penumpangnya. Misanya, bila penumpangnya muslim, mereka akan bercerita dimana tempat kuliner halal, tempat ibadah dan lainnya.

Untuk itu, Kementerian Pariwisata bersama PT Blue Bird mengadakan ToT (Training of Trainer) kepada 100 pengemudi Blue Bird untuk memberikan pelayanan prima sebagai Wonderful Indonesia Service Ambassador (WISA).

Didasari hal tersebut, Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, menginginkan para pengemudi taksi Blue Bird juga memiliki keterampilan untuk mempromosikan wisata Indonesia. Menurutnya, ketika turis tiba di bandara, pengemudi taksi inilah yang pertama kali akan berinteraksi dengan mereka. Sehingga para pengemudi ini, tidak hanya mengantarkan penumpang dari satu tempat ke tempat tujuan lainnya, namun juga harus bisa menciptakan first impression yang mendalam (moment of truth), khususnya tentang Wonderful Indonesia.

Hal itu disampaikan langsung oleh Manteri Arief kepada para pengemudi Blue Bird. Materi yang diberikan meliputi Tourism Service Ambassador mulai dari segi hospitality, pengetahuan pariwisata Indonesia, serta teknik dalam mempromosikan destinasi wisata dalam melayani penumpang ini. Materi pelatihan terdiri dari tiga aspek yakni service key success factor, customer contact point, dan service level agreement.

Priyantono Rudito, Tenaga Ahli Kemenpar Bidang Manajemen Strategis, berharap melalui program ini bisa membangun kesan yang baik dengan keramahan, profesionalisme, dan pengemudi bisa menjadi semacam konsultan pariwisata dengan memberikan rekomendasi obyek-obyek menarik, acara yang sedang berlangsung. “Semakin baik ambassador layanan ini, maka dampaknya juga signifikan. Sebab, word of mouth marketing itu tinggi efeknya, sehingga bisa memengaruhi peningkatan jumlah wisatawan mancanegara yang ditargetkan 20 juta di tahun 2019,” ujarnya.

Selain itu, upaya lain untuk mendukung program WISA yakni dengan membuat aplikasi yang bertujuan memudahkan bagi para driver. Aplikasi ini nantinya akan dipasang di dashboard dan berfungsi memudahkan para pengemudi Blue Bird dalam memberikan informasi atau menjelaskan kepada penumpangnya tentang atraksi, amenitas, maupun aksesibilitas (unsur 3A) di masing-masing destinasi. Nantinya, semua informasi yang dibutuhkan akan tersedia di dalam aplikasi tersebut.

Adrianto Djokosoetono, Direktur PT Blue Bird, mengungkapkan, dengan adanya program ini, ia berharap terjadinya peningkatan wisatawan yang datang ke Indonesia. Semakin banyak turis yang datang, maka secara tidak langsung juga akan berdampak kepada kinerja Blue Bird. “Semakin banyak wisatawan datang, misalnya dengan hot deals hotel, kami akan senang jika berhasil. Yang tadinya weekend itu turun, kami bisa ikut naik,” ujarnya ketika ditemui SWA Online di sela-sela acara ToT.

Ke depan, dalam waktu kurang dari dua bulan, pihaknya akan melatih para pengemudi Blue Bird di seluruh Indonesia melalui para trainer. Menurutnya, untuk meng-cover seluruhnya, tidak terlalu sulit pasalnya hal ini sejalan dengan motto Blue Bird yaitu Senyum, Salam, Sapa. “Dan itu hal yang penting untuk pariwisata, namun yang ditambahkan yaitu ilmunya, event apa yang sedang berlangsung, kuliner apa yang direkomendasikan,”jelasnya.

David Ansyori, pengemudi Blue Bird yang bertugas di wilayah Jakarta, mengungkapkan, untuk mendorong program ini, ia berusaha untuk terus update mengenai dunia digital dan destinasi wisata sehingga nantinya bisa mempromosikan wisata kepada wisatawan yang ke Jakarta. “Dengan meningkatnya jumlah wisatawan saya berharap bisa menambah penghasilan saya,” kata David.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)