SidoMuncul

Irwan Hidayat

Hadir sejak tahun 1951, saat ini Sido Muncul mampu menjelma menjadi perusahaan jamu terbesar di Indonesia. Bahkan, Sido Muncul berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia pada akhir tahun 2013. Tolak Angin dan Kuku Bima menjadi dua merek andalan yang dimiliki Sido Muncul. Sukses Sido Muncul tak lepas dari upaya branding yang mengusung tema destinasi di Tanah Air. Labuan Bajo misalnya, merupakan salah satu destinasi wisata yang dipilih Sido Muncul sebagai storyboard dari iklan produk Kuku Bima.

Dikatakan Presiden Direktur PT Sido Muncul Tbk. Irwan Hidayat, “Pariwisata merupakan salah satu sektor yang menyokong ekonomi, karena melibatkan sektor usaha. Harusnya pemerintah melibatkan semua pihak di sektor pariwisata ini, karena ada hal-hal yang pemerintah tidak bisa lakukan. Untuk itu, harus ada kolaborasi dengan pihak pengusaha untuk memecahkan keterbatasan yang selama ini dialami pemerintah.”

Saat ini, Sido Muncul tengah membuat iklan tentang Rawa Pening guna menciptakan  market domestik, karena ada captive market di sana. “Jika Rawa Pening sudah banyak pengungjung, maka investor bisa masuk dan tempat tersebut bisa memberikan penghasilan kepada masyarakat sekitar. Kemudian, turis asing juga bisa ikut masuk di sana,” ujarnya.

Sejak tahun 2011 hingga sekarang, lanjut Irwan, Sido Muncul sudah menjadikan 17 daerah di Indonesia sebagai storyboard iklan-iklannya. Sebut saja, Papua, Sumba, Maluku, Labuan Bajo, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, Nias, hingga Toba. “Kami berharap langkah yang telah Sido Muncul lakukan dapat membuat pariwisata di Indonesia semakin terkenal,” ujarnya berharap.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)