Akses Internet untuk Traveler ala JavaMifi

Andintya MarisDahulu orang mendefinisikan kebutuhan dasar dan utama manusia adalah sandang, pangan, dan papan. Namun, buat manusia modern yang hidup di era digital, boleh jadi salah satu kebutuhan dasar itu adalah selalu terhubung (always connected) dengan internet, di kota atau negara mana pun dia berada.

Hanya saja, selama ini kebutuhan koneksi internet ini sering terkendala ketika orang sedang traveling ke luar negeri. Memang agak merepotkan untuk mengaktifkan paket roaming internasional, karena harus pesan beberapa hari sebelumnya ke perusahaan operator seluler. Kalaupun akan menggunakan SIM card di negara tujuan, juga tidak semudah yang dibayangkan karena terkadang ada kendala bahasa dan regulasi setempat untuk mengakses layanan-layanan tertentu. Jadi, buat para traveler, koneksi internet yang mudah diperoleh merupakan hal yang amat dibutuhkan.

Kebutuhan inilah yang ditangkap oleh Andintya Maris bersama dua rekannya, dengan mendirikan JavaMifi, pada 2015. Bisnisnya adalah menyediakan layanan akses internet dengan menyewakan pocket Wi-Fi, atau Wi-Fi saku, baik untuk wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia (inbound tourist), maupun wisatawan Indonesia yang bepergian ke luar negeri (outbound tourist). “Kami merupakan penyedia layanan ini yang pertama,” kata Andin, yang menjabat sebagai CEO JavaMifi.

Mulanya, JavaMifi hanya melayani wisman yang datang ke Indonesia. Seiring dengan tren peningkatan orang Indonesia yang berwisata ke luar negeri, perusahaan ini juga menawarkan layanan sewa Wi-Fi saku ini ke orang Indonesia yang akan bepergian ke luar negeri. Bahkan, sekarang pengguna dari kalangan wisatawan Indonesia yang ke luar negeri lebih banyak daripada pengguna wisman yang datang ke sini, dengan komposisi kira-kira 60:40.

Andin menjelaskan, layanan internet yang disediakan JavaMifi untuk para traveler adalah koneksi 4G unlimited. Dengan menggunakan teknologi SIM virtual, perangkat Wi-Fi saku dari JavaMifi akan secara otomatis menyesuaikan dengan negara tujuan pengguna, tanpa perlu mengganti kartu SIM. Hingga kini, kata Andin, sudah ada 150 negara yang bisa terlayani dengan teknologi JavaMifi. Dua negara tujuan yang ingin ditambahkan adalah Maladewa dan Korea Utara, dengan alasan perjalanan ke negara-negara itu mulai meningkat.

Kini, JavaMifi sudah punya fitur terbaru untuk pelanggan yang menggunakan layanannya di China, yakni koneksi internet tanpa VPN (virtual private network). Dengan demikian, pengguna Wi-Fi saku dari JavaMifi di Negeri Tirai Bambu ini tetap bisa membuka layanan seperti Google, Facebook, dan Instagram –jenis-jenis layanan yang akan terblokir kalau menggunakan akses internet konvensional.

Mengenai perangkat Wi-Fi saku-nya, Andin menjamin bisa digunakan dalam 12-15 jam, karena baterainya berdaya 5.000 mAh, sehingga traveler pengguna tak perlu khawatir cepat kehabisan tenaga baterai. “Keunggulan lainnya dari Wi-Fi saku JavaMifi ini adalah bisa digunakan untuk akses lima perangkat sekaligus,” katanya.

Ketika diwawancarai pada Agustus 2018, Andin mengaku, sudah ada sekitar 7.000 perangkat Wi-Fi saku yang bisa disewa pelanggan. Padahal, pada Juni 2018 baru sekitar 6.000 unit perangkat. “Targetnya, hingga akhir tahun ini bisa mencapai 10 ribu perangkat,” ujar perempuan lulusan program MM Universitas Gadjah Mada ini. Ia juga mengaku pertumbuhan permintaan sewa perangkat JavaMifi terus meningkat setiap tahunnya, dengan pertumbuhan 20-30%.

Selain penyewaan perangkat Wi-Fi saku, JavaMifi juga menyediakan SIM card untuk negara lain. “Seluruh layanan kami bisa dipesan melalui website kami,” ujar Andin.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)