Bisnis Halojasa Melonjak 180% Saat Pandemi Covid-19

Hengky Budiman, CEO dan Pendiri Halojasa

Memasuki akhir tahun 2020, bisnis Halojasa mengalami peningkatan Gross Transactions Value (GTV) atau omzet hingga 180%. Hengky Budiman, CEO dan Pendiri Halojasa mengatakan, peningkatan ini dipengaruhi oleh beberapa aspek eksternal. Mulai dari perubahan behavior masyarakat, hingga penutupan salah satu kompetitor utama mereka, GoLife.

Menilik beberapa bulan kebelakang, nama Halojasa selalu berada di bawah bayang-bayang GoLife. Mengingat nama besar GoLife yang di dukung oleh tingginya dukungan  pendanaan dari Gojek sebagai perusahaan inti mereka. Selain itu, mengusung konsep bisnis model yang sama membuat Halojasa juga cukup kesulitan untuk scaling.

Penutupan GoLife, menurut Hengky merupakan sebuah langkah tegas bagi manajemen Gojek melihat pertumbuhan semua anak bisnisnya. “Menurut saya, penutupan GoLife ini lebih kepada corporate action dibandingkan market failure,” ujar Hengky.

Besarnya market size yang mencapai US$2 miliar membuat sektor layanan jasa lifestyle menjadi sebuah ladang basah yang ditinggalkan oleh GoLife. Alhasil, menjadikan Halojasa kini lebih mudah bersaing merebut pasar yang sudah terbuka.

Berbicara mengenai peningkatan bisnis, Halojasa juga mengalami pertumbuhan GTV yang tinggi. “Kami mengalami peningkatan Gross Transactions Value hingga 180%. Ini membuktikan bahwa apa yang GoLife lakukan adalah bisnis model yang sudah terbukti. Tinggal bagaimana kami dan para pelaku bisnis sejenis berkompetisi meraih market yang sudah terbentuk,” Hengky menuturkan.

Hengky juga mengatakan bahwa peningkatan transaksi pada aplikasinya disebabkan oleh pandemi.  Halojasa tak terdampak terlalu signifikan sejak pandemi Covid-19 berlangsung. Selain merilis fitur suhu tubuh vendor pada aplikasi, kenaikan ini juga dibantu oleh berubahnya behavior masyarakat terhadap pola perilaku.

“Kita lihat sekarang semua orang beraktivitas di rumah, layanan berbasis out of home semacam ride hailing ini memang cukup terdampak. Namun, untuk at home dan in home services justru mengalami peningkatan,” jelas Hengky.

Menurutnya, layanan Halojasa  yang berkonsep in home seperti layanan service AC, reflexology massage, jasa cuci mobil dan motor, serta jasa kebersihan mengalami peningkatan karena banyaknya aktivitas dilakukan di rumah. Peningkatan tertinggi terjadi pada kategori halo massage, dengan 60% peningkatan GTV mereka berasal dari order layanan pijat. Peningkatan pada kategori massage ini menunjukkan perubahan pola perilaku masyarakat yang menganggap bahwa pijat bukan lagi sebuah kebutuhan tersier, namun lebih kepada kebutuhan esensial, mengingat kondisi pandemi yang menuntut orang untuk memiliki tubuh yang fit dengan imunitas tinggi.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)