Bisnis Sandal Payet Besutan Penny Legana dan Michael Chrisyanto

Produk fesyen dengan daya seni tinggi, terutama ada sentuhan Indonesia yang kuat makin mendapat tempat di pasar Tanah Air. Salah satunya karya Penny Legana dan Michael Chrisyanto berupa produk sandal payet dengan merek Kavvi.Shoes.

Bendera Kavvi.Shoes dikibarkan sejak 2017 yang fokus melahirkan produk sepatu dinamis dan elegan.  "Bisnis ini saya dirikan terinspirasi oleh ibu saya,  seorang wanita pekerja keras dan berpengalaman menekuni bisnis sepatu keselamatan sejak 30 tahun lalu," ungkap wanita 25 tahun ini. Meski latar belakang pendidikannya tidak ada relasinya dengan bisnis, Penny ternyata memiliki passion fokus di bisnis.

Sejak kecil dia mengaku sangat menyukai dunia sepatu. Mulai dari memperhatikan model dan warna-warnanya. Itulah sebabnya dia mencoba membuat sepatu lokal Kavvi Shoes. "Tapi jujur, inspirasi terbesar lahirnya bisnis ini datang dari mama saya yang telah puluhan tahun menggeluti bisnis sepatu keselamatan. Atas nasihatnya timbul ide untuk membuat sepatu dan sandal yang nyaman dan awet untuk wanita serta anak muda. Dalam setiap pembuatannya kami lakukan secara detail dengan sentuhan berbagai elemen yang eye catching, sehingga membuat mereka penuh percaya diri dan yang terpenting kualitasnya nyaman di kaki,” ujar Penny.

Lulusan jurusan Psikologi dari University of New South Wales, Sydney ini kemudian memilih bisnis sepatu, dengan produk utamanya sandal payet untuk  wanita dewasa dan juga anak muda dengan desain yang dinamis dan nyaman untuk dikenakan. Dalam membangun bisnis, dia menggandeng rekannya Michael Chrisyanto yang berperan sebagai direktur kreatif untuk memasarkan branding Kavvi.Shoes agar dikenal secara luas.  "Sepatu dan sandal Kavvi itu model-modelnya up to date mengikuti tren yang disukai oleh kaum wanita," klaimnya.

Sebagai merek lokal, Kavvi tidak hanya hadir untuk bersaing di dunia lifestyle dalam negeri semata, ke depannya mereka juga akan membidik pasar mancanegara. Kavvi juga berperan dalam memberdayakan sumber daya manusia lokal, khususnya para ibu rumah tangga di sekitar pabrik wilayah Jakarta Utara, yang tentunya membantu perekonomian mereka, khususnya untuk menambah pendapatan keluarga mereka serta mengasah ketertampilan ibu-ibu rumah tangga dalam urusan membuat sepatu yang berkualitas.

Dalam penjualannya, Kavvi Shoes mengandalkan pemasaran secara digital dengan bekerja sama dengan beberapa shopping online. Saat ini berbagai produknya sudah mulai dikenal di pasaran dan disukai oleh wanita plus anak muda baik dari sepatu, sandal payet dan berbagai jenis lainnya. Penny menyebut akun instagram produknya Kavvy.Shoes menjual produk di kisaran harga Rp398-498 ribu dan dapat dibeli di Tokopedia dan Shopee. Dia juga memiliki offline store, yaitu toko Monstore di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Kami juga memberikan peluang kerja kepada kaum wanita di sekitar lingkungan. Caranya mengajarkan ibu-ibu sekitar pabrik untuk terlibat dalam pembuatan Kavvi Shoes secara hand made. Saat ini kami fokus untuk membesarkan produk dalam negeri. Tapi, saya melihat dengan jaringan yang kita miliki, peluang untuk memasarkan produk kami keluar negeri ke depannya juga terbuka lebar. Untuk memperbesar penjualan serta branding,  kami menggunakan strategi kekuatan media sosial dan terlibat acara-acara fashion show serta pameran," jelasnya.

Dalam menentukan modelnya, Kavvi terinspirasi dari bentuk kelembutan karakter wanita yang tetap kuat dalam menjalankan hidup. Inspirasi tersebut jugalah yang ditnjolkan dalam setiap koleksi yang muncul, seperti nama-nama wanita yang kuat dan inspirasional. Untuk satu koleksi Kavvi biasanya terdapat 4 sampai 8 varian model berbeda dengan bahan kulit dan bentukan payet yang unik. Setiap sepatunya dijahit dengan rapi dan hand made.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)