Determinasi Stefanie Suanita Kembangkan Aplikasi SDM

Stefanie SuanitaRiset Josh Bersin bertajuk “Deloitte Global Human Capital Trends 2017” menyebutkan, tren manajemen SDM adalah menggunakan aplikasi digital yang akan mengubah pola tata kelola SDM ke pengembangan pegawai dan budaya kerja. Riset itu merekomendasikan praktisi SDM untuk melakukan otomatisasi manajemen SDM. Caranya, menggunakan peranti lunak (software) manajemen SDM.

Bagi Stefanie Suanita, riset yang disusun Bersin ini merupakan salah satu variabel yang dipertimbangkan untuk mengembangkan Catapa, sistem manajemen SDM berbasis aplikasi digital (HR platform). “Saat ini, isu terkait HR software di Indonesia adalah berbiaya mahal, sulit digunakan, tidak extensible, tidak terintegrasi dengan peranti lunak (software) lainnya, dan teknologinya kuno. Catapa diluncurkan untuk mengatasi masalah-masalah seperti itu,” ujar Stefanie, CEO Catapa, menjelaskan alasannya meluncurkan Catapa pada April 2017.

Catapa, Stefanie menjelaskan, adalah akronim dari Care About Tax and Payroll. Catapa menyediakan jasa pengelolaan sistem administrasi penggajian (payroll) dan perhitungan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi karyawan. Modal Catapa bersumber dari GDP Venture, unit venture capital milik Grup Djarum. Stefanie ditopang tim Catapa yang beranggotakan 40 orang. Tim ini terdiri dari manajer produk, teknisi pengembangan peranti lunak, desainer grafis, dan system engineer. Catapa juga memiliki penasihat yang berpengalaman sebagai praktisi SDM. Mereka adalah Maria Theresia Widyawati dan Deny Rozalia, serta konsultan pajak untuk menghitung PPh 21.

Catapa menyediakan aplikasi yang memudahkan perusahaan merampungkan pekerjaan penggajian dan penghitungan PPh 21. “Fokus kami membuat Catapa adalah merancang infrastruktur yang terjangkau (scalable), menyuguhkan solusi modern yang mendukung mobilitas business owner, HR team, dan karyawan zaman now,” Stefanie menegaskan.

Catapa, lanjut Stefanie, merupakan HR Intelligence System yang terdiri dari tiga aplikasi, yaitu aplikasi basic untuk mengelola penggajian (payroll), serta menghitung premi BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21. Aplikasi berikutnya adalah time management untuk membantu implementasi kebijakan perusahaan mengenai kehadiran, cuti, dan jam lembur pegawai sesuai dengan aturan. Yang ketiga, aplikasi recruitment untuk mempercepat dan memprediksi lebih terukur terhadap proses perekrutan calon karyawan yang melamar kerja.

Untuk memanjakan pengguna Catapa, Stefanie dan timnya merancang aneka macam fitur unggulan, antara lain fitur Employee Self Service yang memudahkan pegawai mengelola absensi kehadiran, pengajuan cuti, izin, mengakses payslip, dan sebagainya. “Hanya perlu browser dan internet connection untuk mengaksesnya,”ujarmya. Fitur berikutnya, kecerdasan artifisial (artificial intelligence/(AI) yang membantu perusahaan menyeleksi calon pegawai. Calon kandidat yang menggunakan fitur AI itu cukup mengunggah data pribadi (curriculum vitae) ke Catapa. Lalu, Catapa menandakan (tagging) informasi yang diberikan kandidat. “Dengan demikian, kandidat tidak perlu repot-repot mengisi application form,” tutur kelahiran Jakarta, 24 April 1989 ini.

Biaya yang dikeluarkan klien Catapa untuk menikmati beragam fitur itu bervariasi, misalnya seharga Rp 9.900/karyawan setiap bulan untuk penghitungan premi BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PPh 21, dan mengeksekusi payroll. Kemudian, aplikasi time management yang biayanya dibanderol Rp 4.900 per karyawan/bulan, dan aplikasi recruitment sebesar Rp 150 ribu/lamaran dalam sebulan. Fitur Catapa bisa dikustomisasi yang disesuaikan dengan kebijakan perusahaan.

Fitur itu dioptimalisasi Stefanie untuk menjaring klien. Taktiknya membuahkan hasil lantaran perusahaan ternama dan kantor akuntan publik (KAP) menggunakan jasanya. “Catapa sudah digunakan oleh Kaskus, Kumparan, Pacific Lubritama Indonesia, BCA Insurance, Ubiklan, dan beberapa KAP. Dan, Catapa sudah digunakan lebih dari 1.500 karyawan,” ungkap Stefanie yang pernah berkarier sebagai Manajer Senior Produk PrinsipalGDP Labs, perusahaan yang menyediakan jasa pengembangan peranti bergerak (mobile) dan komputasi awan (cloud computing).

Ketika bekerja di GDP Labs, Stefanie mengamati peluang bisnis tata kelola SDM digital. “Hal ini mendorong saya untuk membuat solusi digital yang simpel dan terjangkau bagi perusahaan di Indonesia,” katanya. Ke depan, Catapa dirancang untuk menggarap jasa manajemen karyawan untuk membantu fokus bisnis klien, misalnya perusahaan berskala kecil dan menengah. Dia meyakini, potensi bisnis HR software di Indonesia sangat prospektif. (*)

Sri Niken Handayani & Vicky Rachman

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)