Eden Farm Dukung Petani dan UMKM Tetap Berkembang di Masa Pandemi

02_Founder, CEO Eden Farm, David S Gunawan_Eden Farm

Krisis akibat pandemi COVID-19 menyeret banyak sendi ekonomi dan bisnis. Data KADIN (Kamar Dagang dan Industri) menyebutkan 50% UMKM di Indonesia atau sekitar 30 juta tutup sepanjang pandemi hingga Juli 2020. Bukan saja UMKM, petani pun mengalami kondisi sulit.

Dibutuhkan dukungan banyak pihak demi menyelamatkan UMKM dan petani, sebagai salah satu urat nadi perekonomian Indonesia. Seperti diketahui, kala krisis moneter 1998 melanda Indonesia, UMKM lah penyelamat perekonomian kita.

Eden Farm perusahaan rintisan yang hadir sejak tahun 2017, meluncurkan program yang bisa membantu UMKM dan petani terhindar dari keterpurukan di masa pandemi ini. Mendekatkan UMKM dan petani dengan teknologi salah satunya. Ini selaras dengan arahan Menteri Riset dan Teknologi/ Badan Riset Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro bahwa beberapa peluang usaha bisa digarap di era adaptasi kebiasaan baru saat ini dengan memanfaatkan teknologi.

Sebagai penyedia sayur, buah, telur serta kebutuhan pokok untuk bisnis kuliner, pasar tradisional, startup lain serta hotel yang juga sudah lekat dengan implementasi teknologi, Eden Farm pun ingin menularkannya kepada para pelaku UMKM dan petani Indonesia.

Di tahun 2020, Eden Farm merilis Aplikasi Eden Farm (Android) serta layanan order via WhatsApp Otomatis (0821-8088-5970) yang memungkinkan warga masyarakat yang menjadi pelanggan untuk melihat katalog produk beserta harga dan melakukan pesanan secara mandiri. Eden Farm juga membuka peluang bisnis re-seller dan aktif di marketplace (Tokopedia, Shopee, Blibli).

“Masa pandemi ini Eden Farm tetap beroperasi demi tetap menyediakan kebutuhan warga masyarakat serta pelanggan lain yang mayoritas UMKM dengan harga stabil dan memastikan hasil petani Indonesia terserap,” tutur David S.Gunawan, Founder & CEO Eden Farm. Dilanjutkan oleh David, di masa pandemi ini Eden Farm semakin memperkuat peranannya di industri Agri-tech dengan membangun Eden Farm Sourcing Center (ESC) dan Eden Farm Distribution Network (EDN).

Kedua program tersebut merupakan suatu kesinambungan dari hulu sampai hilir di mana ESC adalah program kerja sama langsung dengan petani untuk menentukan pola tanam, kepastian harga jual, dan kepastian jumlah hasil tani yang diambil setiap harinya, sedangkan EDN adalah jaringan distribusi yang dibuat Eden Farm dengan memberdayakan banyak masyarakat. EDN tersebar di berbagai lokasi serta berada dalam radius 5 km dari pelanggan sehingga pengiriman lebih cepat dan efisien.

Upaya ini diambil untuk melindungi lebih dari 1.000 mitra petani dan produsen pangan yang telah bekerja sama dengan Eden Farm agar konsistensi penyerapan hasil panen tetap terjaga. Kemudian, memastikan lebih dari 20.000 UMKM dan pelapak pasar yang telah menjadi pelanggan Eden Farm tetap produktif di masa pandemi ini lewat pasokan sayur, buah, telur dan sembako dengan harga terbaik. Eden Farm juga memiliki program cicilan bagi pelanggan untuk membantu mereka memulai lagi usaha kulinernya di masa yang sulit ini.

Memasuki bulan ketujuh pandemi ini, David berharap agar warga masyarakat yang kegiatannya kembali dilakukan di rumah tetap lancar dengan tetap memperhatikan asupan varian sayur segar dan buah segar yang cukup setiap hari. "Sayuran seperti Jahe yang mengandung senyawa aktif gingerol, bermanfaat melawan virus penyebab infeksi saluran pernapasan. Jahe juga terbukti memiliki efek anti radang dan antioksidan yang dapat menambah imun serta kebugaran tubuh. Begitu juga dengan buah lemon yang mengandung vitamin C," tutur David.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)