Annisa Nisfihani, Dulu Sering Ditolak Penerbit, Kini Komikus Top

Kerja keras dan kemauan mengembangkan diri telah mengantarkan Annisa Nisfihani menjadi komikus papan atas. Komik karyanya kini diburu penerbit. Beberapa karyanya bahkan sudah dibeli hak lisensinya dan diterbitkan di Jepang seperti Notice dan Big Slacker Baby. Karyanya yang lain, Pre-wedding, memenangi kontes komik di Webtoon dan langsung mendapatkan kontrak untuk dimuat di Webtoon. Di luar itu, beberapa karyanya sukses dicetak Re:on dan Elexmedia.

Annisa NisfihaniKomikus kelahiran 9 Maret 1989 yang berdomisili di Samarinda, Kalimantan Timur, ini telah merintis dunia komik sejak enam tahun silam. Namun, bakat menggambarnya sudah diasah secara otodidak sejak SD. “Pada awalnya saya berkarier sebagai ilustrator, tetapi masih amatiran. Saya mulai menekuni bidang ilustrator tahun 2010 dengan membuka komisi di media sosial," ujarnya mengenang. Sementara itu, debutnya sebagai komikus dilakukan pada 2011 dengan membuat karya berjudul Genk Bokek untuk Elexmedia, kemudian menjadi ilustrator novel serta buku anak di Penerbit Mizan.

Proses Annisa menjadi komikus yang eksis seperti sekarang tidak datang dengan mudah. “Saya dulu pernah ditolak berkali-kali oleh penerbit. Dulu terkendala akses editorial yang sedikit ribet, karena waktu itu masih sangat bergantung pada kiriman melalui pos. Juga, terkendala listrik yang sering padam dan jaringan Internet yang sering mengalami gangguan,” kata lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman, Samarinda ini. Namun ia terus mencoba berkarya hingga akhirnya ada penerbit yang tertarik. Ia juga terus berusaha mengumpulkan portofolio karyanya agar mengundang minat penerbit.

Kuncinya, saya terus belajar dari proses jatuh-bangun itu dengan meng-upgrade diri di dunia ilustrasi dan komik, juga disiplin,” kata Annisa. Ia berusaha membuat komik yang mengikuti perkembangan zaman, memperhatikan style yang sedang disukai pasar. Soal pemilihan target pasar, tergantung pada tema komik. “Kadang saya membuat cerita anak-anak, remaja dan kadang komik dewasa. Secara keseluruhan saya lebih banyak membuat komik untuk remaja,” katanya.

Nurliana Nurfitri termasuk penggemar komik Annisa. “Annisa memiliki kerapian dalam hal menggambar dengan dialog sederhana yang dipakai sehari-hari. Dialog-dialog yang digunakan terkesan tidak dibuat-buat, seperti layaknya pengucapan sehari-sehari. Kalau kita baca komiknya, kita langsung tahu ini pasti yang bikin Mbak Annisa. Dia memiliki gaya dan keunikan sendiri di setiap karyanya,” ujar Nurliana panjang lebar.

Annisa berusaha menambah klien dengan cara memajang portofolio karyanya di berbagai media sosial. “Saya juga menggunakan Deviantart, Piiv dan Kreavi,” ujarnya. Klien utamanya saat ini ialah Webtoon, Re:on Comics dan Bumi Langit. Berapa honor dirinya sebagai komikus? “Ini rahasia masing-masing penerbit. Masing-masing komikus memiliki pendapatan berbeda, tergantung pada kualitas karya, kepopuleran dan kedisiplinan,” katanya. Untuk pembayaran pun tiap penerbit juga punya pola berbeda. Ada yang melakukan pembayaran per bulan, ada juga yang per chapter. “Pendapatan per bulan saya lebih dari cukup,” ungkapnya.

Sekarang, wanita yang kini berstatus sebagai ibu rumah tangga ini memiliki empat asisten untuk membantunya. “Mereka membantu saya mengerjakan beberapa bagian dalam proses ilustrasi, seperti memberikan warna-warna dasar dan toning komik,” katanya. Annisa sendiri tidak menetapkan target khusus tentang jumlah karyanya. “Saya percaya, jika karya saya bagus, akan banyak dicari di pasaran. Saya justru kadang membatasi order karena keterbatasan waktu dan tenaga. Saya tidak mengambil semua permintaan yang datang,” katanya tandas.

Reportase: Anastasia Anggoro Sukmonowati

Riset: Armiadi .M

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)