Ari Awan: Membangun Marketplace dari Jepang

Ari Awan adalah tipikal entrepreuner yang berjuang dari bawah untuk mewujudkan mimpinya di negeri orang. Ia menanggalkan pekerjaannnya di Bloomberg untuk mendirikan marketplace Flutterscape bersama mitranya orang Jepang, Takehiro Kakiyama, dan kemudian beralih ke Monoco, yang bisnisnya menjanjikan masa depan cerah. Bagaimana lika-liku Ari Awan mendirikan bisnisnya di negeri orang, dituturkannya kepada Rangga Wiraspati, berikut ini:

Bisa Anda ceritakan profil dan riwayat diri Anda?

Saya sudah menikah, belum memiliki anak, istri saya orang Indonesia tinggal bersama saya di Tokyo. Saya lahir di Yogyakarta tahun 1981, anak pertama dari tiga bersaudara. Adik perempuan saya tinggal di Singapura bekerja sebagai regional managerUnilever dan adik laki-laki saya berprofesi sebagai dokter di Jakarta. Kedua orang tua saya tinggal di Jakarta dan masih aktif bekerja.

Ari Awan, Flutterscape, Monoco Ari Awan

Bagaimana Anda bisa ikut mendirikan Flutterscape? Siapa mitra Anda dan bagaimana Anda berkenalan dengan para mitra itu?

Mitra saya orang Jepang bernama Takehiro Kakiyama. Kami berdua adalah founder FlutterScape. Sebelum mendirikan FlutterScape, kami berdua bekerja di bidang finance. Saya bekerja di Bloomberg dan Takehiro bekerja di Deutsche Bank (DB). Atasan Takehiro di DB adalah teman dekat saya, orang Indonesia juga, melalui teman saya itu kami berkenalan.

Takehiro yang punya ide flutterscape, dan dia mencari “technical co-founder”. Kebetulan saya suka dengan idenya karena ide flutterscape menurut saya adalah solusi dari masalah yang sering saya temui sebagai “user” yang suka membeli barang secara internasional melalu eBay dan sebagai orang asing yang tinggal di Jepang.

Masalah saya dengan eBay adalah penipuan. Dari pengalaman pribadi saya sekitar 60% transaksi saya di eBay terkena kasus penipuan. Sementara, sebagai orang asing di sini, saya sering dimintai tolong untuk membelikan barang-barang yang hanya dijual di Jepang, karena sebagian besar online store di sini tidak melayani international shipping dan tidak bisa berbahasa Inggris.

Februari 2009, saya setuju untuk membantu Takehiro membuat FlutterScape, saya sendirian membuat website Flutterscape selama 6 bulan, sementara Takehiro mengerjakan bagian non-teknis. FlutterScape awalnya adalah “internal venture” dari netprice.com, jadi 100% saham dimiliki oleh netprice.com karena waktu menggaet saya, Takehiro bekerja untuk netprice.com. Jadi, kami berdua waktu itu di atas kertas bekerja untuk netprice.com.

FlutterScape masuk public alpha Oktober 2009, lalu kami berdua bernegosiasi dengan netprice.com untuk membeli FlutterScape. Awal Mei 2010, kami berdua melakukan management buyout FlutterScape dari netprice, dengan saya membeli 20% dan Takehiro 80%, lalu kami mendirikan perusahaan FlutterScape, Inc. Dan, kami lepas sepenuhnya dari netprice.com. Bulan itu pula website FlutterScape masuk public beta, dan kami memulai fund raising untuk menumbuhkan FlutterScape.

Seperti apa gambaran bidang yang ditekuni FlutterScape?

FlutterScape awalnya adalah marketplace, seperti eBay tapi tidak berbentuk lelang. Seperti model marketplace lazimnya, ada penjual dan pembeli. Penjual di FlutterScape adalah orang-orang yang berada di Jepang dan pembelinya adalah orang-orang yang berada di luar Jepang. Tapi, tidak seperti eBay yang murni C2C, model kami adalah C2B2C, kami bertindak sebagai perantara dalam transaksinya. Karena kami ingin menghilangkan risiko penipuan yang mungkin terjadi dalam model C2C murni.

Saat ini FlutterScape Inc. sudah tidak mengoperasikan FlutterScape marketplace lagi, kami hanya mengoperasikan  MONOCO sementara FlutterScape Marketplace dalam proses negosiasi untuk dijual ke pihak lain.

Untuk MONOCO kami masih bergerak di e-commerce sesuai dengan kompetensi kami. Model MONOCO bukan marketplace, tetapi curation e-commerce, kami menjual barang-barang desain utamanya di kategori fashion, home furniture, home decor dan kitchen, dengan model “flash sales”, barang-barang desain yang biasanya berharga mahal kami jual dengan harga diskon dalam waktu terbatas.

Apa keunikan yang ditawarkan Flutterscape?  Siapa segmen yang dibidik?

FlutterScape kami posisikan sebagai marketplace bebas risiko untuk barang-barang Jepang. Kami menjamin 100% uang kembali untuk pembeli bila penjual tidak mengirimkan barangnya. Untuk penjual kami mempermudah proses pengiriman barang. Sebagai penjual, yang perlu mereka lakukan adalah mem-posting foto dan memberikan harga, bila ada yang membeli kami akan memberitahu penjual, mereka boleh memilih untuk menerima atau menolak transaksi, bila menerima maka harus mengirimkan barang ke pusat logistik kami dalam batas waktu yang sudah ditentukan. Begitu barang kami terima, uang kami transfer saat itu juga ke penjual. Kalau penjual menolak, uang langsung kami kembalikan ke pembeli.

Kami posisikan bahwa menjual di Flutterscape sangat mudah, hanya perlu foto saja dan tidak perlu memiliki barangnya dulu. Karena kami punya aplikasi iphone, kebanyakan para user kami di Jepang mem-posting foto barang-barang unik dari took-toko di kota mereka.

Untuk FlutterScape yang kami bidik sebagai penjual adalah orang asing yang tinggal di Jepang, atau orang Jepang yang mampu berbahasa Inggris. Untuk pembelinya adalah orang-orang yang suka dengan Jepang yang tinggal di 40 negara tujuan shipping kami. Untuk gampangnya ada penjelasan video di sini http://www.youtube.com/watch?v=FvwMBCQlAZs

Untuk MONOCO, kami menawarkan barang-barang desain yang sudah di kurasi, dan karena kami langsung bekerja sama dengan para desainer dan pembuat barang-barang itu tanpa melalui distributor, kami bisa memberikan harga yang terjangkau. Hingga detik ini kami sudah bekerjasama dengan lebih dari 300 desainer dari seluruh dunia, tidak hanya disainer Jepang saja (ada beberapa desainer dari Indonesia juga). Segmen yang kami bidik adalah pasar domestik Jepang umur 25 - 45.

 

Bagaimana peran Anda sebagai CTO dalam membesarkan FlutterScape? Apa saja tugas dan target di posisi Anda sekarang?

Untuk FlutterScape marketplace, sebagai CTO saya yang merancang dan membangun sendiri seluruh infrastruktur FlutterScape dari front sampai back-end, hingga public launching. Setelah mendapatkan investasi, baru kami bisa menerima karyawan baru. Saya sepenuhnya yang bertanggungjawab membentuk tim engineering FlutterScape, karyawan pertama, kedua dan keempat kami adalah engineer yang saya hire. Saya bertanggungjawab untuk pengembangan web dan aplikasi mobile FlutterScape dengan fokus ke akuisisi user.

Sayangnya, di tahun 2011 meski user bertumbuh kuat, tapi sales FlutterScape hampir tidak ada pertumbuhan, selain karena Yen terus menguat menyebabkan harga-harga barang Jepang mahal, kami menemukan bahwa user kami 80% demografinya sangat muda (15 - 25) yang menyebabkan daya belinya rendah dan tidak memiliki kartu kredit.

Di awal tahun 2012, kami mulai merambah ke B2B untuk FlutterScape, dan kantor yang awalnya di Shibuya dipindahkan ke daerah Urahara Tokyo di mana banyak took-toko milik desainer-desainer muda Jepang yang menjadi klien kami. Kami mulai banyak membantu mereka untuk menembus pasar internasional, saat membantu mereka saya mulai sadar bahwa pasar domestik Jepang masih sangat besar sementara sangat susah bersaing di internasional karena harga produk jepang tidak kompetitif, ditambah dengan tingginya Yen. Saat itu salah satu advisor kami dari Silicon Valley (http://www.crunchbase.com/person/nils-johnson) menyarankan kami utk “pivot” ke model bisnis baru, dan memperkenalkan ke saya perusahaan bernama Fab (Fab.com)

Saya sependapat dengan advisor kami, tapi investor-investor Jepang kami tidak sependapat. Maka, diam-diam saya mengambil langkah lain, saya mengajak tim kami untuk mencoba model bisnis baru sambil tetap menjalankan FlutterScape. Saya meminta tim untuk bekerja di akhir pekan (Sabtu-Minggu) untuk model yang baru sehingga tidak mengganggu waktu untuk mengerjakan FlutterScape. Maka lahirlah MONOCO, kami selesai mengerjakan website awal MONOCO hanya dalam dua hari dan kami langsung meluncurkannya diam-diam untuk tes awal (menggunakan prinsip lean startup). Hasil setelah sebulan berjalan, dua minggu sales MONOCO setara dengan sales FlutterScape setahun, setelah mendapatkan hasil ini saya kembali membujuk investor-investor dan board saya untuk memberi persetujuan beralih ke MONOCO, dan mereka setuju, maka April 2012, FlutterScape Inc. resmi meluncurkan MONOCO. Nama perusahaan ingin diganti ke MONOCO juga tapi karena prosesnya rumit, maka proses ubah nama tertunda hingga sekarang.

Di MONOCO saya bertanggungjawab penuh atas produk. Produk MONOCO saya bagi menjadi 3: (1) virtual product yaitu web dan app, (2) physical product yaitu merchandising, dan (3) experience product yaitu after purchase experience (shipping dan customer support).

Jadi, selain sebagai CTO yang bertanggungjawab atas pengembangan web dan mobile apps, saat ini saya juga menjadi Head of Merchandising yang bertanggungjawab atas tim merchandising dan tim editing/creative. Selain itu, saya juga menjadi COO yang bertanggungjawab atas tim operasional/logistik dan tim customer support.

Mulai bulan Desember 2012 ini saya juga bertanggung jawab atas accounting, jadi saya juga berperan sebagai CFO untuk FlutterScape Inc.

 Bagaimana strategi Anda untuk mencapai target di posisi sekarang?

Strategi saya untuk MONOCO adalah fokus kepada satu KPI saja yaitu sales (revenue), dan untuk meningkatkan KPI ini  semua resources dan budget saya fokuskan kepada tiga pilar produk MONOCO untuk meningkatkan customer experience. Yang berarti membuat web dan app makin cepat diakses dan makin mudah dimengerti, meningkatkan kualitas dan variasi barang yang dijual (merchandising), memperpendek waktu shipping, memastikan bahwa semua customer yang menghubungi customer support puas 100%.

Karena saya beranggapan produk yang bagus akan memasarkan dirinya sendiri, dan sejauh ini strategi saya tampaknya berhasil.

Mengapa Anda menyukai dunia IT?

Saya juga tidak tahu asal mula saya suka dengan IT, yang saya tahu sejak kenal dengan komputer (waktu SD), komputer tampaknya bersahabat dengan saya. Bersahabat dalam artian saya selalu dimintai tolong oleh teman-teman dan keluarga kalau mereka ada masalah dengan komputer, dan entah mengapa komputer mereka bisa menjadi baik kembali setelah sedikit saya utak atik.

Lalu, bagaimana prestasi FlutterScape hingga saat ini? Bagaimana strategi Anda (sebagai CTO) untuk mencapai prestasi tersebut?

Untuk FlutterScape, marketplace kami pernah terpilih sebagai Asia Top 10 Apps 2010 oleh Echelon (konferensi teknologi terbesar di Singapore) http://www.asiatop50apps.com/2010asiatop10apps/. Saat ditutup, FlutterScape memiliki kurang lebih 250 ribu pengguna (users).

Untuk MONOCO, sales kami bertumbuh kurang-lebih 20% setiap bulannya (bila pertumbuhan ini konsisten maka kami akan mencapai cashflow positif beberapa bulan lagi), dan iPhone app kami sempat duduk di ranking 2, tepat di bawah UNIQLO untuk kategori free app untuk app store Jepang.

Apa target dan rencana Flutterscape ke depan?

Target saya untuk MONOCO tiga bulan ke depan adalah meluncurkan iPad app, mempertahankan pertumbuhan sales, menambah jaringan desainer dua kali lipat dan meningkatkan jumlah pelanggan MONOCO hingga 100 ribu orang.

Sebagai salah satu pendiri, berapa saham Anda di FlutterScape? 

Setelah seed round, berlanjut ke bridge round kemudian inside round, kepemilikan saya di FlutterScape ter-dilusi menjadi kurang-lebih 10%.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)