Barbie Berpakaian Baju Adat Lebih Digemari

Produk mainan boneka Barbie belakangan kian digemari oleh konsumen, khususnya anak-anak. Akan tetapi, biasanya boneka Barbie yang dijual berkostum layaknya putri kerajaan atau baju sehari-hari. Namun, Ammie Dolls justru memilih untuk melekatkan pakaian adat ke boneka cantik tersebut.

produk boneka barbie ala Ammie Dolls

“Ini (barbie) ada 33 provinsi,” sebut Andin, keponakan pemilik Ammie Dolls (Masih Susanti), kepada SWA Online, di sela-sela kegiatan Rumah Pamer dan Jual yang diselenggarakan Pertamina, di Gedung Sarinah, Kamis (27/12/2012).

Dia menyebutkan, usaha dengan tagline “Indonesia Custom Traditional Wedding Dress” ini sebenarnya juga menjual boneka Barbie dengan kostum yang biasa. Namun, setelah berjualan boneka Barbie tersebut beberapa lama tercetus ide untuk menjual boneka Barbie dengan pakaian adat.

Akan tetapi, Andin menekankan, tidak mudah untuk membuat kostum pakaian adat untuk barbie. Detail kostumnya lebih rumit. Apalagi, pakaian adat biasanya mempunyai banyak pernak-pernik atau aksesoris. Ia pun menyebutkan butuh ketelatenan untuk mengerjakannya.

Waktu pengerjaan pakaian adat mini ini terbilang lama dibandingkan dengan kostum seperti yang banyak di pasaran. Kalau yang boneka dengan kostum biasa bisa dibuat hingga 100 boneka per hari, sementara yang berpakaian adat, ia mengatakan, “Kalau dari jahit hingga merias cuma 5 pasang sehari. Lebih ribet.”

Karena berbaju adat, maka kain yang dibutuhkan untuk membuat baju pun bervariasi. Maklum, baju adat antarprovinsi berbeda satu dengan yang lain. Bahan-bahan seperti kain tenun hingga kebaya pun digunakan. Awalnya, Andin menuturkan, pembuatan baju Barbie menggunakan kain perca. Tapi seiring dengan semakin banyaknya penjualan, kain perca dengan jumlah yang banyak sulit ditemukan. Alhasil, Ammie Dolls pun membeli kain secara meteran. “Dulu perca, sudah banyak pesanan, susah dicari. Ya, sekarang beli per meteran,” imbuhnya.

Karena sulitnya pengerjaan dan kompleksnya bahan yang digunakan, boneka Barbie unik ini pun dijual dengan harga yang tidak murah. Kalau boneka berkostum biasa bisa dijual di harga Rp 25 ribu-an secara satuan, maka boneka dengan pakaian adat dihargai Rp 150.000 per pasang.

Sekalipun mahal, boneka dengan pakaian adat ini ternyata cukup laris. Buktinya bisa dilihat dari minat konsumen yang membeli saat pameran yang diikuti Ammie Dolls di sejumlah kota, yakni salah satunya Bandung. Produk juga dipasarkan melalui toko grosir mainan. Namun, Andin bilang, kemungkinan untuk ekspor masih jauh. Karena kalau ekspor, kata dia, kemasannya harus bagus. Kemasan boneka ini harus tahan banting dan tahan panas.

Order-nya juga takut nggak bisa memenuhi. Berarti kan perlu SDM yang banyak,” ujar dia yang juga turut terlibat dalam usaha boneka barbie ini dengan ditemani oleh dua orang penjahit.

Selain dijual melalui pameran, boneka berbaju adat ini juga dijual melalui grosir besar, ataupun memasarkan sendiri ke sejumlah daerah, seperti Palembang dan Semarang. Bahkan, usaha yang merupakan mitra binaan Pertamina ini juga menerima pesanan boneka untuk acara khusus, seperti untuk suvenir acara nikah.

Andin yang masih sekolah di SMK ini tidak bisa menyebutkan berapa pasang boneka yang dijual dalam jangka waktu tertentu. Ia menegaskan, jumlahnya tergantung dari pesanan. Yang jelas, kata dia, “(Boneka berbaju adat) Yogyakarta sama Bali paling laku.” (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)