Berbisnis Makanan Sehat, Christopher dan Gregorius Raih Omset Rp 50 Miliar

Christopher Aldo Setiawan, founder Yellow Fit Kitchen (YFK).
Christopher Aldo Setiawan, founder & CEO Yellow Fit Kitchen (YFK).

Bisnis makanan diet dan bernutrisi semakin menjamur seiring dengan peningkatan gaya hidup sehat. Para pengusaha muda pun melirik bisnis ini karena tingginya permintaan konsumen. Sebagai contoh, Christopher Aldo Setiawan, bersama rekannya, Gregorius Ruben, merintis Yellow Fit Kitchen (YFK) di Depok, Jawa Barat.

Cikal bakal bisnis YFK bermula dari kegelisahan Christopher yang kesulitan mencari makanan sehat yang rendah kalori di sekitar lokasi indekosnya di Depok. Kala itu, tahun 2017, Christopher masih kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).

Kemudian, penggemar olah kebugaran ini merintis bisnis makanan sehat yang diberi merek YFK. Target konsumen YFK di tahap awal adalah kalangan mahasiswa, terutama mahasiswa UI di Depok. Sistem penjualan dan operasional YFK masih konvensional, misalnya penjualan terbatas di prapemesanan (pre-order), proses produksi belum ditangani ahli nutrisi, serta sistem pembagian kerja belum sistematis. Penjualan hanya dalam hitungan jari dalam sehari.

Setahap demi setahap, Christopher dan Gregorius membenahi sistem kerja, antara lain menyempurnakan proses produksi dan sistem pengiriman makanan ke konsumen, memperluas target konsumen, gencar memasarkan produk di media sosial (Instagram, Facebook, dan Twitter), serta memindahkan pusat dapur (central kitchen) YFK dari Depok ke Jakarta. Biaya untuk mendanai pengembangan bisnis ini berasal dari keuntungan yang diputar untuk modal kerja.

Lalu, Christopher merekrut tiga pakar nutrisi dan 50-100 koki (chef) kelas atas yang berpengalaman untuk merancang varian citarasa dan kandungan kalori menu makanan diet YFK. “Kelebihan kami, meng-hire nutritionist berpengalaman yang berkualitas sehingga nutrisi makanan yang diproduksi juga bagus. Yang kedua, ada garansi refund jika makanan yang disajikan tidak enak atau gagal menurunkan berat badan konsumen,” tutur pengusaha yang punya nama sapaan Aldo ini.

YFK rutin berinovasi untuk membuat varian rasa makanan terbaru yang kandungan kalorinya rendah. “Saya yang menggagas idenya, lalu chef merancang taste food-nya, dan nutritionist yang memberi persetujuan kandungan nutrisinya,” katanya.

Beragam pengembangan itu menyokong ekspansi bisnis YFK, yang awalnya di Depok, lalu merambah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, dan Medan. “Kini, jumlah box makanan diet yang kami kirim sebanyak 3 ribu paket per hari,” ujar Christopher yang mengemban tugas sebagai CEO YFK.

Para pegawai di perkantoran Jabodetabek merupakan segmen konsumen tertinggi. Mayoritas pelanggan YFK adalah pegawai perempuan berusia 22-40 tahun. Pelanggan diberi opsi untuk membeli paket YFK dalam sepekan atau sebulan.

Harga per paket berkisar Rp 50 ribu-60 ribu. Dengan demikian, omset YFK berpeluang mencapai Rp 150 juta-Rp 180 juta per hari atau Rp 4,5 miliar-5,4 miliar/bulan. Proyeksi omset YFK berkisar Rp 54 miliar-64 miliar dalam setahun apabila mengacu pada ilai penjualan tersebut. Ujung-ujungnya, omset YFK mencapai tiga kali lipat per tahun. Namun, roda bisnis YFK sempat tersendat di Maret 2020 karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta untuk menangkal penyebaran virus corona.

Akibatnya, Christopher dan kolega menunda ekspansi bisnis. “Kondisi tersebut menurunkan omset kami hingga 70%. Penjualan berangsur-angsur stabil setelah pelonggaran PSBB dan kegiatan perkantoran aktif kembali di masa PSBB transisi. Pada Juli, bisnis kami kembali normal,” ungkap Christopher yang kuliah hingga semester III di UI.

Demi meningkatkan loyalitas konsumen, YFK memfokuskan pengembangan pemasaran di toko dalam jaringan (daring/online), menambah varian menu yang dirancang tim riset dan pengembangan, bermitra dengan 50 pusat kebugaran, dan menambah gerai Yellow Fit Express. “Saat ini, kami memiliki enam outlet dan akan terus melakukan ekspansi. Untuk tahun ini, kami akan fokus pada pengembangan outlet di Jabodetabek, setelah itu ekspansi ke kota lainnya,” kata Christopher.

Yellow Fit Express kini ada di kawasan Kemayoran, Panglima Polim, Tanjung Duren, Pluit, Thamrin (Jakarta) dan Gading Serpong (Tangerang). Restoran ini menyuguhkan makanan cepat saji versi diet, antara lain ayam goreng, burger, kentang, dan piza.

Christopher optimistis laju omset YFK akan tumbuh di masa mendatang karena ditopang potensi pasar makanan sehat di Jakarta dan sekitarnya yang diestimasikan berkisar Rp 200 miliar per tahun. (*)

Anastasia Anggoro Suksmonowati & Vicky Rachman

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)