Feronia Wibowo, Gigih Melejitkan Chatime

Di pundak Feronia Wibowo, generasi ketiga keluarga pendiri Grup Kawan Lama, tersampir tanggung jawab untuk membesarkan Chatime, merek bubble tea asal Taiwan. Sebagai Direktur Operasional PT Food Beverages Indonesia yang menaungi bisnis tersebut, dia wajib memastikan perkembangan bisnis minuman cepat saji yang memasuki pasar Indonesia pada Februari 2011 itu.

Feronia WibowoJerih payahnya kini terlihat hasilnya. Chatime berkembang pesat hingga mencapai ratusan gerai dan menaungi ribuan karyawan yang tersebar di puluhan kota di seantero Indonesia. Bahkan, jumlah pelanggan terdaftarnya kini hampir mendekati satu juta anggota.

Feronia mulai mengelola salah satu bisnis keluarganya itu sejak 2010, dua tahun setelah lulus dari The Art Institute of Hollywood California, Los Angeles, Amerika Serikat, di bidang Fashion Marketing & Management. Semangatnya untuk membesarkan Chatime meningkat setelah dia mengamati bahwa penduduk Indonesia sejatinya senang minum teh. “Masyarakat Indonesia mayoritas penikmat teh dan sebelumnya ACE yang juga bagian dari Kawan Lama Group telah hadir tapi belum ada gerai pendukung yang bisa menjadi tempat bersantai setelah berbelanja,” tutur wanita berusia 31 tahun yang kerap disapa Nia itu kepada SWA di Gedung Kawan Lama Lt. 5, Jl. Puri Kencana 1 Meruya, Kembangan, Jakarta Barat.

Chatime menawarkan produk minuman segar dengan racikan daun teh alami sehingga rasa yang dihasilkan lebih sensasional. Menurut Nia, semua olahan teh menggunakan brewing machine yang diseduh setiap 4 jam sekali sehingga kualitas, aroma, dan kesegarannya selalu terjaga. Pelanggan juga dapat menyesuaikan banyaknya takaran es dan gula pada minuman sesuai selera.

Keunggulan itu lantas dipadukan dengan berbagai menu variatif yang dikeluarkan secara musiman demi memuaskan konsumen utamanya yang berusia 15-35 tahun. Chatime juga menawarkan berbagai layanan tambahan demi mendekati konsumennya, antara lain layanan pesan antar; katering untuk berbagai acara; gerai mini di berbagai acara dan lokasi seperti konser, bazar dan kampus; serta Chatime Mobile yang berkonsep truk yang bisa diundang untuk memeriahkan acara outdoor seperti pernikahan, konser, dan event sekolah dengan pemesanan minimal 450 cup. “Saat ini Chatime Mobile ada di empat kota, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali,” kata Nia.

Program pemasaran rutin digelar melalui media sosial. Diterapkan pula sistem keanggotaan yang menawarkan berbagai keuntungan seperti diskon khusus. Menurut Nia, saat ini jumlah anggota program membership yang bertajuk SpecialTea Card itu mencapai 800 ribu orang. Chatime kerap menggelar promo bersama pihak ketiga seperti bank, operator telekomunikasi, dan penyedia pembayaran elektronik. “Kami juga sering menggelar kompetisi untuk anak muda seperti Cup Design Competition dan Photo Competition,” katanya.

Nia mengaku, pencapaian Chatime dengan 200 gerai dan sekitar 2.000 karyawan saat ini tidak diraih dengan mudah. Ada masa-masa dirinya harus jatuh-bangun merintis 10 gerai perdana Chatime. “Kompetisi di bisnis serupa cukup sengit sehingga harus selalu terus berinovasi, baik dari segi produk maupun layanan,” kata Nia mengenang masa sulitnya sekaligus solusinya dalam mengatasi tantangan yang hadir dulu dan sekarang.

Ke depan, meskipun bisnis minuman cepat saji kian ramai pemain, Nia akan terus berekspansi membesarkan bisnis yang dirintisnya dengan susah payah itu. Terutama, menyasar berbagai wilayah yang belum dijangkau sebelumnya. “Tekad kami kuat. Kami akan terus berekspansi dengan membuka gerai-gerai baru di seluruh kota di Indonesia dan menjadikan Chatime minuman favorit seluruh keluarga di Indonesia,” katanya tandas.

Reportase: Anastasia Anggoro Sukmonowati

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)