Gerilya Sofian Hadiwijaya Besarkan Fintech Lending dan Pegadaian Daring

Sofian Hadiwijaya Sofian Hadiwijaya

Bisnis keluarga Sofian Hadiwijaya gulung tikar di tahun 2006. Terpaksa, ibunya pontang-panting mencari pinjaman dana untuk membiayai sekolah Sofian. Perjuangan sang bunda mencari pinjaman itu masih membekas di kepala Sofian. Ia ingin menebus jerih payahnya sang bunda. Kesempatan itu terbuka lebar tatkala Teguh B. Ariwibowo, CEO & co-founder Pinjam.co.id, mempresentasikan situs ini kepada Sofian sebagai platform yang memberikan layanan finansial digital (fintech) berupa pinjaman dan pegadaian dalam jaringan (daring).

Tak perlu berpikir lama-lama, Sofian pun pada 2016 bergabung dengan pinjam.co.id. Dia menyiapkan situs ini sebagai platform online yang memudahkan nasabah mendapatkan pinjaman, khususnya bagi masyarakat kecil dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Waktu itu, saya pernah merasakan kesulitan Ibu mendapatkan pinjaman. Saat melihat visi-misi pinjam.co.id yang ingin membantu masyarakat kecil dan UMKM, jiwa saya terpanggil,” tutur pria kelahiran Tanjung Raja, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada 21 Maret 1989 ini, mengenai alasannya bergabung dengan pinjam.co.id.

Di tahap awal, strategi pemasaran pinjam.co.id yang beriklan di Facebook dan Google kurang menggembirakan hasilnya. Berdasarkan evaluasi internal, pemasaran offline lebih tepat menjaring nasabah. Nah, strategi itu diterapkan sejak awal tahun ini. “Kami melakukan marketing below the line melalui seminar, sosialisasi ke rumah susun, kantor keluarahan, dan rumah sakit, serta membuka booth di mal dengan menawarkan cuci emas,” ungkap Sofian. Pemenang di BlackBerry Jam Hack Asia di Bangkok 2012 ini bersama timnya bergerilya dan mengedukasi konsumen di berbagai lokasi agar pinjam.co.id kian dikenal. Edukasi konsumen memang penuh tantangan karena manajemen situs ini berupaya membangun kredibilitas dan kepercayaan publik. Salah satu solusinya adalah menggandeng PT Pos Indonesia (Persero) sebagai mitra.

Sebelumnya, Toko Emas Indra adalah mitra yang pertama kali digandeng situs ini. Toko itu menerima barang gadai, menaksir, dan menyimpan barang tersebut dari nasabah. Inovasi, sistem keamanan, dan proses pengajuan gadai yang sederhana juga diberikan kepada nasabah di situs pinjam.co.id. Jangkauan pinjam.co.id perlahan-lahan merangsek ke berbagai kota, yakni menjangkau nasabah di kawasan Jabodetabek. Sofian menyebutkan, pihaknya berencana memperkuat pasar di Jakarta sambil menyusun taktik berkespansi ke daerah lain. “Tentunya ekspansi itu akan mencari mitra strategis seperti Kantor Pos Indonesia yang ekspansinya sudah level nasional. Hal ini tentunya akan mudah mengakselerasi bisnis kami,” tutur peraih Developer Hero di ajang Rice Bowl Startup Awards ini.

Ekspansi bisnis dan pengembangan produk pun dilakukan, antara lain, menyempurnakan pilot project yang sedang digarap, yakni layanan Pinjam Usaha. Beragam rencana bisnis dan inovasi itu dikerjakan bersama-sama oleh 90 pegawai yang tersebar di delapan divisi, antara lain staf produk dan TI yang diawaki 15 karyawan. Guna mengetahui perilaku nasabah, manajemen menugaskan tim khusus untuk menyurvei nasabah. Itu adalah bagian dari proses kerja yang memadukan kerja lapangan sebesar 80%, misalnya mengadakan seminar, dan 20% riset. “Target kami di tahun ini adalah menyalurkan Rp 200 miliar dan membuat pinjam.co.id sebagai lending platform, jadi bukan saja menyedaiakan gadai dan pinjaman usaha,” kata pria yang sempat berkuliah hingga semester 6 di Jurusan Teknik Industri Universitas Bina Nusantara, Jakarta ini.

Pinjam.co.id diklaim Sofian sebagai perintis pegadaian daring di Indonesia. Kelebihannya, antara lain, memiliki fitur taksir online yang memudahkan konsumen menaksir nilai barang yang akan digadaikannya. Proses bisnisnya serba digital sehingga menurunkan biaya operasional. “Sehingga, kami dapat memberikan tarif sewa modal yang lebih kompetitif daripada kompetitor karena kami tidak mengeluarkan biaya sewa bangunan dan pegawai yang menjaga toko dan semuanya based on technology,” kata Sofian, yang menghabiskan masa SD-SMA di Palembang. Pada Mei silam, situs ini merilis Gadai Instant yang digadang-gadang sebagai layanan inovatif yang mempermudah nasabah mengajukan pinjaman dana cepat dengan jaminan serta nilai taksiran yang kompetitif.

Demi memanjakan nasabah, manajemen pinjam.co.id juga menjemput barang gadai, dan nasabah diberi fleksibilitas dalam menebus barang gadai. Calon nasabah yang berminat menggadaikan barangnya ini diharuskan mendaftar di situs pinjam.co.id. “Durasi gadai yang paling lama diberikan selama empat bulan, tetapi kami menghitungnya per minggu. Nasabah dibebaskan untuk menentukan waktu penebusan. Untuk penyaluran pinjam usaha, nilai total pencairan berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 100 juta, sedangkan untuk gadai kami menyalurkan dana sampai Rp 8 miliar,” katanya seraya menyebutkan, target nasabahnya adalah wirausaha UMKM dan nasabah dari kalangan ekonomi menengah-bawah. Tahun lalu, pinjam.co.id telah menyalurkan dana ke lebih dari 2 ribu nasabah. Pinjam.co.id yang berdiri pada 12 Desember 2015 disebut-sebut menerima suntikan dana hingga puluhan miliar rupiah dari lembaga ventura kapital lokal, perusahaan asuransi, atau bank.(*)

Reportase: Anastasia Anggoro Sukmonowati

Riset: Armiadi Murdiansah

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)