Jurus Eryk Fintan Kelola Bisnis Custom Drum

Eryk Fintan tak pernah menyangka bahwa keinginannya memiliki alat musik drum hasil karya sendiri berbuah manis. Pria kelahiran 1981 ini awalnya hanya iseng-iseng membuat drum, tanpa tahu apakah drum buatannya bakal dilirik orang lain. “Ternyata ada yang menanyakan harganya,” ungkapnya.

Eryk FintanSejak itulah ia berpikir keahliannya membuat drum bisa dikomersialkan lebih serius. Pada 2008, Eryk mulai memberanikan diri membuat drum dalam jumlah secukupnya. Gaji dari tempatnya bekerja ia gunakan untuk mengimpor bahan dan membeli peralatan yang diperlukan.

Beruntung, kegemaran memainkan drum semenjak berusia 13 tahun membuat Eryk cukup menguasai pengetahuan tentang bahan drum dengan kualitas baik. Ia kemudian membuat pabrik mini di garasi rumahnya. Nama Kyre Drums ia pilih sebagai nama merek produksi drum buatannya. “Kyre itu kebalikan nama saya, Eryk,” ungkap alumni Universitas Padjadjaran ini.

Kini setelah hampir satu dekade, Kyre Drum mulai dikenal banyak orang. Banyak musisi atau drummer yang menggunakan drum buatannya. Adri Prakarsa, drummer grup band Nidji, merupakan salah satu penggunanya. Selain itu, drum buatan Eryk juga diminati pembeli dari luar negeri, seperti Malaysia, Australia, Italia, Prancis dan Amerika Serikat. Sejak awal ia memang mendesain agar Kyre Drum menjadi produk yang bisa dipesan khusus dengan spesifikasi tertentu, seperti jenis kayu, ukuran drum dan finishing. “Sejak awal drum buatan Kyre itu custom drum,” ujarnya menegaskan.

Pembeli bisa memesan custom drum ini di website Kyre Drums (www.kyredrums.com). Dengan slogan citra You Dream It, We Built It”, Eryck ingin menghadirkan produk drum berkualitas yang dimimpikan pelanggannya. Ia bahkan berani memberikan garansi tertentu, agar pembelinya terpuaskan.

Lantaran berupa custom drum, harga drum yang dijual tergantung pada spesifikasi dari permintaan pembeli. Semakin rumit pembuatannya, harganya akan semakin tinggi. “Ada yang di bawah Rp 10 juta, tetapi ada juga yang hingga puluhan juta rupiah untuk satu drumset, “ kata Eryk.

Ia termasuk produsen drum yang mau menerima pesanan dalam jumlah kecil. Walaupun itu hanya satu tom drum atau satu snare drum, Eryk mengaku akan tetap melayani pesanan tersebut. Saat ini produksi snare drum --drum yang dipasangi senar pada membrannya-- memberikan kontribusi penjualan terbesar, 60-70% dari keseluruhan produksi. Adapun sisanya berasal dari drumset. “Saya dibantu tiga karyawan untuk pengerjaannya,” ujarnya.

Untuk pemasaran, Eryk menerapkan strategi endorsement dan ikut berbagai pameran untuk memperkenalkan Kyre Drum. Ia berencana mengikuti pameran di luar negeri dalam waktu dekat, seperti NAMM (AS) dan Musikmesse (Jerman), untuk memperluas jangkauan pasar internasionalnya. “Dan, tentu saja akan terus bekerja sama dengan lebih banyak artis dalam maupun luar negeri,” katanya. Ia juga menggandeng distributor tunggal yang bertugas mendistribusikan produk-produknya.

Ke depan, saya juga berpikir untuk masuk ke segmen produk massal,” ujar Eryk. Dengan begitu, ia menambahkan, calon pembeli bisa langsung membeli di toko tanpa harus memesan terlebih dulu.(*)

 

Sejumlah Pengguna Kyre Drum

Handy Salim – JPCC Worship

Adri Prakarsa – Nidji

Dimas Pradipta – Barry Likumahua Project

Rani Ramadhani – Session Player

Jeanne Phialsa – Session Player

Agung Exo – Sandy Sondhoro/Rio Febrian

Dicky Adrian – Bondan Prakoso (acara Berpacu dalam Melodi)

Marco Steffiano – Raisa (Barasuara)

Dinda – Juwita

Joe Elliott (AS) – Be On It

Hubert Colau (Prancis) – Tania Maria

Azim Jenk Ali (Malaysia) – Session Player

 

Julfini & Ananda Putri

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)