Kreator Game van Salatiga

Anda yang biasa mengunduh game aplikasi pendidikan dari ponsel Android tentu sangat familier dengan serial Marbel dan CERI (Cerita Anak Interaktif). Aplikasi ini punya tingkat keterunduhan tinggi dibandingkan permainan lokal lainnya. Maklum, kualitasnya sejajar dengan buatan game house luar negeri.

Andi Taru Nugroho Andi Taru Nugroho

Tak banyak yang tahu, serial tersebut dibuat seorang anak muda dari Salatiga, Jawa Tengah. Ya, dia adalah Andi Taru Nugroho Nur Wismoyo, yang pada 1 April 2014 memasuki usia 27 tahun. Andi, tak lain, merupakan sosok pendiri dan pemilik Educa Studio yang bermarkas di Salatiga.

Marbel dan CERI bisa diunduh gratis di Google Play. Marbel memudahkan penggunanya melakukan sesuatu. Misalnya, serial Marbel Belajar Memasak dan Marbel Belajar Mengaji. Lalu, untuk pelajaran seperti Marbel Rumus Matematika SMP. Atau, untuk hobi seperti Marbel Guitar Arpeggio untuk belajar teknik gitar Arpeggio. Adapun contoh CERI adalah kisah Keong Mas serta Bawang Merah dan Bawah Putih. Hingga Mei 2014, Andi telah meluncurkan 80 aplikasi Marbel dan 13 CERI.

Untuk aplikasi game pendidikan, Marbel bisa dibilang merajai. Ini terlihat dari tingginya unduhan di Google Play. Rating-nya cukup tinggi, mencapai 4,7 dari maksimal angka 5 yang disediakan. “Rating ini yang menentukan Google berdasarkan komentar user,” ucap Andi yang memulai dari pembuatan game PC sebelum fokus ke seluler.

AndiTaru2

Andi telah menekuni pembuatan game pendidikan sejak 2008, ketika masih kuliah di Teknik Informatika Uiversitas Kristen Satya Wacana. Awalnya, dia membuat permainan untuk orang dewasa, tetapi karena merasa tidak ada manfaatnya, dia mulai masuk ke game pendidikan. Karyanya bisa diunduh online dan gratis lewat www.educastudio,com.

Andi baru terpikir untuk menguangkan karyanya setelah yakin produknya banyak dicari orang. Dia mencoba menjual aplikasinya lewat Google Play. Sekadar info, meski aplikasinya diunduh secara gratis, Andi dijamin tetap mendapatkan income karena dengan semakin banyaknya pengunduh, akan semakin banyak iklan yang ditaruh Google di dalamnya. Setiap ada 1.000 pengunduh, Andi mengantongi US$ 1.

Pekerjaan memasarkan game ini bukan hal gampang. Andi ingat betul, dalam tiga bulan pertama setelah resmi masuk Google Play dia hanya memperoleh pendapatan US$ 2,9. Akunnya juga pernah diblok oleh Google karena dianggap melakukan kecurangan padahal dia justru menghindari kecurangan. Hingga akhirnya dia harus bersusah payah mengontak Google dan menjelaskan secara detail aplikasi-aplikasinya (arsitektur dan metode yang digunakan). “Mereka akhirnya paham dan Ad Mob kami diaktifkan lagi,” kata Andi mengenang. Setelah itu, bisnis bergulir. Sekarang pendapatan Educa Studio dari Google terbilang lumayan, mencapai puluhan juta rupiah per bulan.

Dalam mengelola Educa Studio, Andi bahu-membahu dengan istrinya, Idawati. Andi fokus mengelola pengembangan usaha dan pemasaran, sementara sang istri bertanggung jawab atas urusan produksi. Menurut Andi, untuk membuat satu aplikasi Marbel butuh empat personel yang terdiri dari desainer, pekerja artwork, pemrogram dan musisi. Awalnya, untuk membuat satu aplikasi membutuhkan waktu satu bulan, tetapi kini satu bulan bisa melahirkan empat aplikasi. “Sistem sudah berjalan baik, kami makin produktif,” ujar Idawati seraya mencontohkan aplikasi Marbel Belajar Mengaji yang sudah diunduh lebih dari 500 ribu kali.

Meski bersaing dengan kompetitor kelas kakap dalam bisnis aplikasi, Andi tak gentar karena merasa menang satu langkah. Ketika perusahaan pesaing masih berkutat di PC, dia sudah merambah seluler. Kini, berkat kepiawaiannya memproduksi game edukasi, Andi tidak hanya penting di mata Google, tetapi juga biasa diundang perusahaan top lain seperti Intel dan Nokia untuk mengikuti event. Bahkan, Andi sering mendapatkan hadiah dari Nokia berupa ponsel seri terbaru sebelum diluncurkan ke pasar. “Saya diminta untuk mencoba aplikasi yang ada di Nokia terbaru,” tutur Andi yang menjadi Juara I Game Making (2008), Juara II Increfest (2012), dan peringkat wahid Rock Star Dev dan Inaicta (2013). (***)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)