Loket.com yang Kian Meroket

Sebagian penikmat konser musik live di Indonesia tentu kenal Loket.com. Perusahaan yang dirintis Edy Sulistyo (33 tahun) pada 2013 ini termasuk pemain utama bisnis distribusi tiket pertunjukan online. “Kami menguasai 85% pangsa pasar kelas A event musik di Indonesia. Jadi, 4 dari 5 event besar musik di Indonesia ada Loket.com di belakangnya,” ungkap Edy, pendiri dan CEO Loket.com (PT Global Loket Sejahtera).

Edy SulistyoEvent yang pernah dikelola antara lain konser Katy Perry, One Direction, Simple Plan, IdeaFest, Indonesia Comic Con, Djakarta Warehouse Project, BCA Indonesia Open, Indonesian Basketball League (IBL), We The Fest, Data For Life Festival, ASEAN Marketing Summit, Medan Heritage 10k, dan The Big Start Blibli.com. Adapun mitranya merupakan nama-nama beken seperti Berlian Entertainment, Ismaya Live, Javamusikindo, Soundrhythm, Java Festival Production, Live Nation Indonesia, DyandraMas Entertainment, Trans Group, dan Gedung Kesenian Jakarta.

Edy yang lulusan ilmu komputer sebuah universitas di AS sebelumnya telah mendirikan dan menjual beberapa startup seperti eEvent, OW.com and Kamus.net. Saat ini dia juga masih menjabat sebagai Direktur Pengelola S3 Tech Alliance, perusahaan induk di Columbus, AS.

Tahun 2009 dia mendirikan perusahaan startup bernama eEvent di Ohio, AS, bergerak di bidang event management system yang dapat dilakukan secara self service oleh event planner. Sayang, karena perbedaan kultur, bisnis eEvent di Indonesia sulit dimemonetisasi. “Pasar di Indonesia terbiasa dilayani, sementara eEvent berplatform self service,” katanya. Tahun 2013, startup tersebut dijualnya.

Tak putus harapan, menyadari persoalan kultur itu, Edy datang kembali ke Tanah Air dengan bendera Loket.com. Ini merupakan full service event management karena pihaknya mengontrol dan memberi layanan secara end-to-end; dari awal ketika pengunjung membeli tiket sampai pengunjung pulang.

Model bisnis kami adalah B2B terhadap event promotor secara a la carte. Kami berperan sebagai distributor tiket dengan pola commission-based. Yang wajib dari kami adalah ticket management dan ticket distributor,” kata Edy. Persisnya: mereka menangani mulai dari penjualan tiket melalui distributor, produksi tiket, kontrol akses pengunjung di lapangan, hingga cashless payment untuk meminimalisasi fraud.

Hingga saat ini Loket.com melayani hampir semua jenis event di Indonesia, mulai dari live music, konferensi, trade show, expo, pameran hingga olah raga. Sekalipun demikian, mereka lebih dikenal di live music event. “Live music adalah event paling menantang. Bila bisa menangani jenis event ini dengan baik, jenis event lain akan lebih mudah,” katanya. Kini live music menyumbang 60% pendapatan, tiket olah raga 20%, sisanya dari konferensi, pameran, teater, dan event lain.

Olivia Febrina, Project Manager IdeaFest yang juga klien Loket.com, menjelaskan, sejak tahun lalu bekerja sama dengan Loket.com dan ticketing, tetapi juga untuk memberikan big data analytics seperti audience profiling. “Pengunjung IdeaFest tahun ini 6.700 orang. Oleh Loket.com kami dibantu mengidentifikasi pengunjung, mulai dari minat pengunjung memasuki kelas dan tema yang mana, kapan memasuki peak hour sehingga kami bisa mengetahui line-up pembicara yang dibutuhkan, tipikal tema yang diperlukan. Kami mendapatkan insights yang kami perlukan,” kata Olivia.

Edy menegaskan bahwa layanan end-to-end menjadi keunggulan Loket.com, termasuk secure gate solution dan audience profiling. “Bahkan, kami memiliki teknologi RFID (Radio Frequency Identification), teknologi nirkabel berupa gelang atau kartu member yang bisa digunakan untuk kontrol akses, brand activation dan cashless payment. Kami telah berhasil menjual 1 juta wristband RFID sejak uulai dikembangkan tahun lalu,” kata Edy. Yang menarik, semua produk serta teknologi di Loket.com merupakan buatan pengembang lokal.

Dengan performa seperti ini, tak mengherankan, Loket.com pun sudah menguntungkan sehingga Sovereign’s Capital dan East Ventures tertarik menanamkan saham di perusahaan yang kini memiliki 50 karyawan inti dan 500 karyawan paruh waktu itu. “Kami melakukan fundraising bukan untuk survive lho, tetapi untuk tumbuh,” Edy menegaskan.(*)

Editor : Bernadeta Pintarti
Journalist : Jeihan Kahfi Barlian

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Telkom Dukung Digitalisasi Hotel Indonesia Group

Guna meningkatkan sinergi BUMN, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus berkomitmen mendukung digitalisasi pariwisata Indonesia, salah satunya dengan menyediakan...

Close