Mita di Balik T-Files Indonesia

Bisa jadi, belum banyak yang tahu bahwa saat ini sudah berkembang pembangkit listrik tenaga air laut (PLTAL). Ini salah satu industri masa depan yang bisa menjadi sumber energi alternatif. Bagaimana tidak. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau. Dari jumlah tersebut, masih banyak pulau kecil berpenghuni yang tidak memiliki akses listrik.

Nurana Indah Paramita Nurana Indah Paramita

Salah satu pemain PLTAL adalah PT T-Files Indonesia (T-Files). Bukan sekadar pemain, T-Files yang didirikan sejak 2009 merupakan pemilik paten PLTAL di Indonesia. Nurana Indah Paramita, perempuan muda 29 tahun, menjadi CEO perusahaan desain dan teknologi produksi ini.

Cikal-bakal PLTAL dimulai ketika Mita, panggilan keseharian Nurana Indah Paramita, berada di bangku kuliah di Institut Teknologi Bandung. Berawal dari tugas kuliah yang digarap keroyokan bersama 13 temannya pada 2005, mereka berhasil menemukan PLTAL. “Dulu kami pernah mengajukan proyek ini ke PT PLN, namun langsung ditolak,” ujarnya. Ia tidak patah arang. Ia dan teman-temannya pun mencoba peruntungan lain dengan mengikuti sejumlah kompetisi di Keio University, Jepang, pada 2008 dan Mandiri Young Technopreneur dari Bank Mandiri.

T-Files meraih juara pertama dalam kompetisi Mandiri Young Technopreneur 2012 dan mendapatkan dana implementasi proyek sebesar Rp 1,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembuatan instalasi listrik di Desa Toyopakeh, Nusa Penida, Bali. “Salah satu strategic program CSR Bank Mandiri adalah Mandiri Young Technopreneur. T-File pada 2011 menjadi pemenangnya,” ujar Hendrianto Setiawan, Asisten VP Bank Mandiri.

Menurut Mita, kelebihan PLTAL adalah mudah digunakan untuk industri kecil, menengah, bahkan industri besar dengan daerah cakupan di seluruh Indonesia dan dunia. PLTAL sangat cocok digunakan di pulau-pulau kecil yang kalau menggunakan pembangkit listrik konvensional jadi kurang ekonomis.

Tak mengherankan, saat ini kiprah T-Files semakin diperhitungkan. Banyak perusahaan besar yang menjadi mitranya. “Mitra dan customer T-Files berasal dari BUMN dan swasta. Bank Mandiri merupakan salah satu mitra T-Files dalam pemasangan produk turbin arus laut yang kini telah terpasang di Nusa Penida, Bali,” ujar Mita. Dalam industri manufactur, engineering procurement & construction (EPC), T-Files juga kerap mendapat permintaan jasa engineering service untuk pembuatan gambar desain dan fabrikasi untuk plant PT Pertamina. Mitra lainnya adalah PLN Batam dan perusahaan transportasi publik SMRT Singapura.

Selain memproduksi atau menjadi vendor untuk listrik publik dan kebutuhan industri, T-Files juga menjadi konsultan teknologi dan surveyor. “Kami bergerak dalam bidang manufaktur pembuatan mesin dan peralatan permesinan, serta suku cadangnya. Kami juga menyediakan jasa konsultan teknik untuk pembangunan pabrik, bengkel atau kebutuhan teknik lainnya, termasuk produk keamanan dan ketahanan,” paparnya.

Bahkan, Presiden Joko Widodo pun tertarik dengan bisnis yang dijalani Mita. Dalam acara Gerakan Kewirausahaan Nasional 2015 di JCC, Jakarta, Mita dipanggil langsung oleh Jokowi ke panggung dan diminta untuk mempresentasikan bisnisnya. Jokowi pun menanyakan perihal usaha yang dijalaninya. Dengan percaya diri, Mita menerangkan usaha pembuatan turbin PLTAL bernama T-Files yang membuat perusahaannya sukses meraup omset miliaran rupiah.

Saat ini para pemangku kepentingan di bidang kelautan mulai mengenal produk T-Files. Bahkan, belum lama ini T-Files dinobatkan sebagai perusahaan swasta yang unggul dan berpengalaman dalam implementasi PLTAL di Indonesia. Mita pun memiliki obsesi, dalam 3-5 tahun ke depan akan mengembangkan PLTAL dalam skala yang lebih besar dari yang telah dikembangkannya saat ini.(*)

Dede Suryadi dan Raden Dibi Irnawan

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)