Pinky Jamur, Bisnis Kuliner Beromset Puluhan Juta

Dulu, jamur adalah parasit yang mengganggu. Tumbuhan ini selalu melekat di batang atau bagian akar tanaman. Belakangan, tanaman ini memiliki potensi bisnis yang menggiurkan. Apalagi, rasanya yang demikian lezat dan tekstur yang lembut seperti daging ayam.

Berangkat dari rasa dan inovasi, Pinky Jamur, menjadi salah satu bisnis makanan tersohor di Jawa Timur hingga Timur Indonesia. Adelia Rohani, penggagas Pinky Jamur, mengatakan, selain menghadirkan cita rasa jamur yang khas, peluang bisnisnya sangat cerah. Bisnis tersebut mengolah jamur tiram dengan balutan tepung crispy dan bumbu alami. Usaha ini pun sudah memiliki ratusan outlet. Sehingga geliat usaha jamur ini semakin menjamur di Indonesia.

Bisnis tersebut dibangun pada tahun 2011. Sebelumnya, wanita yang hobi traveling ini sempat bekerja di perusahaan properti dan menjadi pengajar disebuah perguruan tinggi. Melihat peluang bisnis yang masih terbuka lebar dan belum banyak pengusaha yang terjun ke bisnis ini, ia pun memutar otak untuk membuat terobosan baru dibisnis kuliner berbahan dasar jamur. Untuk mendirikan bisnis jamurnya, perempuan kelahiran Balikpapan, 1987, ini menggelontorkan modal sebesar Rp 7 juta untuk investasi bahan dan peralatan.

“Dulu saya sempat bekerja dis ebuah usaha jamur crispy. Saya diminta untuk menjalankan operasional untuk beberapa outlet. Karena saya melihat bisnis ini bakal menarik, saya meminta izin ke bos untuk menduplikasi bisnis ini. Dan, saya pun mendapat izin dari beliau. Setelah itu barulah proses inovasi produk dilakukan,” kenang Adel.

Adel mengklaim, Pinky Jamur mempunyai keunggulan dibandingkan dengan jamur crispy lainnya seperti memiliki banyak varian rasa, standarisasi resep yang sudah terbukti dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakan Indonesia, terbuat dari bahan baku yang berkualitas dan 100% halal, desain booth yang eye catching dengan warna pink (merah muda) dan SOP yang sudah teruji, dan harga yang terjangkau sehingga dapat dibeli oleh seluruh lapisan masyarakat.

Memulai usaha ini tergolong mudah. Untuk bermitra dengan Pinky Jamur, misalnya, Adelia mematok modal investasi mulai dari Rp 9,7 juta dan Rp 19,8 juta. Dalam kerja sama tersebut, mitra tidak dikenakan royalty fee maupun franchise fee.

“100% keuntungan jadi milik mitra. Dan laba yang dijanjikan Pinky Jamur cukup manis. Dalam sehari, ungkap, mitra bisa memperoleh omset hingga Rp 300.000-Rp 600.000,” Adel menggambarkan.

Mengingat persaingan bisnis kuliner cukup ketat, ia menilai, bisnis berkonsep waralaba dan kemitraan adalah pilihan yang paling tepat. Dengan nilai investasi yang cukup ringan tersebut, benefit lain yang didapatkan mitra adalah jaminan pasokan barang dan bahan baku, 100 % usaha dan peralatan menjadi milik mitra, dan bimbingan pelatihan karyawan

“Peluang usaha yang berhubungan dengan kuliner memang selalu memiliki prospek yangbagus. Selain itu, saat ini usaha makanan semakin banyak berkembang dan tampil dengan menu yang fresh, dan unik,” ungkapnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)