Sepatu Amazara Bangkit Kembali di Tengah Pandemi

Uma Hapsari (dok. Amazara)

Merek sepatu Amazara asal Yogyakarta yang populer di kalangan milenial dan generasi Z, kembali menapaki pasar pada Maret 2020 lalu. Sebelumnya, Amazara sempat ramai dibicarakan di media sosial karena menghentikan operasi pada Agustus 2019.

Kin, dengan membawa semangat baru, Amazara menggebrak kelahirannya kembali hingga menarik perhatian figur publik Najwa Shihab pada awal Maret. Kala itu, Najwa terlihat memakai seri Avil sneakers dari Amazara di gladi bersih acara Mata Najwa.

Meski wabah COVID-19 menghadang, Amazara tidak mengurungkan tekad untuk tetap menggaungkan keberadaannya sebagai UMKM fashion yang layak diperhitungkan. Amazara pun bergerak cepat mendonasikan 200 pasang sepatu ke tenaga kesehatan yang berada di garda depan penanganan pasien corona, dan terus memberikan dukungan kepada generasi muda untuk tetap berkarya melalui program kelas mentoring bisnis gratis.

“Jadi sekarang kami meluncurkan sepatu yang modelnya klasik, tapi tetap stylish untuk dipakai ke mana-mana. Kalau nyaman dan terjangkau itu sudah wajib di Amazara,” kata Uma Hapsari, Pendiri Amazara.

Beberapa koleksi Amazara yang tersedia saat ini misalnya Avil sneakers, yang nyaman dipakai karena terbuat dari 100 persen katun kanvas dengan lapisan bahan baby terry, serta memiliki insole dari busa daur ulang dan ditunjang outsole 70 persen karet murni.

Salah satu koleksi terbarunya yakni Avil sneakers dibuat dengan tujuan mengurangi limbah produksi, sehingga dipilih materi katun kanvas yang lebih eco-friendly dibandingkan polyester kanvas, serta memakai pewarna dari Huntsman yang adalah pionir di bidang sustainable textile.

Lini terbaru Avil sneakers. (dok. Amazara)

Kini bisnis yang digeluti oleh peraih penghargaan Indonesia Young Woman Future Business Leader pada 2017 dari SWA ini mencatat angka penjualan yang terbilang baik, terutama untuk produk clearance terkait penghentian operasi sementara yang telah berlangsung pada Agustus 2019 – Februari 2020.

Sementara itu untuk koleksi terbaru Amazara yang masih dijual dengan harga normal, Uma mengatakan bahwa tokonya tidak menawarkan diskon. Uma memahami bahwa saat ini bisnis tengah berjalan lebih perlahan, tetapi UMKM fashion yang pandai menyesuaikan diri dengan keadaan pandemi ini, akan tetap bisa bertahan mengarungi pandemi COVID-19.

Selagi menunggu roda bisnis kembali berlari, Amazara tetap berinteraksi dengan penggemarnya melalui media sosial, misalnya dengan konten yang bersifat memberi motivasi untuk pantang menyerah, hingga tips untuk berhemat bahkan mulai berbisnis untuk mendapat penghasilan tambahan di masa pandemi.

Amazara juga menyediakan sesi mentoring bisnis di website. Mentoring bisnis ini adalah sebuah inisiatif Amazara untuk berbagi, sekaligus perpanjangan dari buku berjudul “In My Own Shoes” yang ditulis foundernya, Uma Hapsari, tentang naik turun perjalanan Amazara.

Pada tahun-tahun terbaiknya, Amazara yang sempat memiliki puluhan karyawan dan tiga bengkel sepatu bisa menjual hingga 6000 pasang sepatu dalam sebulan, dan pernah menduduki peringkat brand teratas di beberapa situs e-commerce Indonesia.

Namun, karena beberapa faktor internal, Amazara pada 2019 terus merugi hingga terpaksa ditutup pada Agustus 2019. Para karyawan di-PHK dan inventaris perusahaan harus dijual. Bertekad kembali menggebrak dan belajar dari kegagalan, Uma mantap menghidupkan kembali Amazara pada Maret 2020.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)