Hadiah.ME, Menunggangi Bisnis e-Commerce

  Nilai transaksi e-commerce di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan dari tahun ke tahun seiring dengan meningkatnya pengguna internet serta perubahan perilaku konsumen yang menggemari belanja di platform digital. Mengacu data Bank Indonesia, nilai transaksi e-commerce di tahun 2015 mencapai US$ 3,5 miliar. Angka ini melonjak 34,61% dibandingkan tahun 2014 yang senilai US$ 2,6 miliar (sekitar Rp 34,9 triliun). Dan, melonjak 250% dibandingkan dengan tahun 2011, yang sebesar US$ 1 miliar. Berbagai kalangan meyakini, peningkatan nilai transaksi ini akan berlanjut di periode berikutnya.

Fandy SantosoInstitute for Development of Economics and Finance (Indef), misalnya, mengestimasi nilai transaksi di toko dalam jaringan (daring) pada 2018 senilai Rp 100 triliun, naik dari Rp 85 triliun di tahun 2017. Estimasi Indef ini merujuk data yang dilansir BI. Berpijak pada data itu, nilai transaksi e-commerce itu sangat menggiurkan bagi pelaku bisnis. Apalagi, pemerintah menyokong sektor ini lantaran gencar membangun infrastruktur teknologi informasi, seperti proyek Palapa Ring. Selain itu, pemerintah pada 2016 sudah merilis peta jalan e-commerce dan memperkirakan valuasi e-commerce Indonesia pada 2020 akan mencapai US$ 130 miliar.

Tren pertumbuhan e-commerce yang sangat menjanjikan itu memantik para penggiat bisnis startup menyediakan platform pendukung ekosistem bisnis ini. Salah satunya, Hadiah.ME, startup yang didirikan oleh PT Digital Poin Indonesia. Hadiah.ME dikembangkan oleh tim beranggotakan 10 orang, dan merupakan bagian dari Frontier Consulting Group.

Fandy Santoso, CEO Hadiah.ME, mengemukakan, ide pendirian Hadiah.ME memang dipengaruhi pertumbuhan pesat bisnis e-commerce. “Bisnis ini naik daun dan kami ingin membuat sebuah bisnis yang bisa menunggangi kenaikan pesat e-commerce. Kami tidak ingin membuat e-commerce karena kompetisinya berat, harus berhadapan dengan para raksasa seperti Lazada dan Tokopedia yang didukung pemodal besar,” tutur Fandy menguraikan alasannya mendirikan Hadiah.ME.

Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, ini menyediakan layanan Hadiah.ME kepada konsumen yang melakukan transaksi di situs e-commerce. Layanan cash back-nya berupa uang tunai, pulsa, uang elektronik (e-money), atau Doku. Sebelum mendapatkan hal ini, konsumen harus mendaftar terlebih dahulu di situs Hadiah.ME. “Lalu, pilih e-commerce yang ingin dituju. Kemudian, user (anggota Hadiah.ME) akan dibawa ke e-commerce tersebut dan melakukan transaksi serta pembayaran seperti biasa. Di hari yang sama atau H+1, user akan mendapatkan notifikasi e-mail bahwa point sudah tercatat di Hadiah.ME,” Fandy menjelaskan.

Keuntungan menggunakan poin di Hadiah.ME: poin itu tidak menggantikan potongan harga atau promosi yang disediakan e-commerce. “Jadi, ini bonus tambahan,” ujar Fandy. Poin itu bisa ditukarkan dengan uang tunai yang ditransfer ke rekening user atau berupa pulsa dan voucer.

Untuk menggenjot jumlah anggota, Fandy mengedukasi konsumen mengenai sistem dan mekanisme kerja Hadiah.ME, serta bermitra dengan perbankan dalam memasarkannya ke konsumen. “Kami lebih banyak menggunakan bujet pemasaran untuk partnership dengan bank atau pihak lain dan untuk memberikan manfaat lebih bagi user kami berupa double cash back atau lainnya,” Fandy menjelaskan strategi pemasarannya.

Saat ini anggota Hadiah.ME mencapai 150 ribu. “Kami memproses ratusan ribu transaksi tiap tahunnya,” kata Fandy. Startup ini memperoleh penghasilan dari komisi yang diperoleh dari anggota Hadiah.ME yang bertansaksi di e-commerce melalui situsnya tersebut. Komisi itu dibagi kepada para anggotanya yang berupa cash back atau potongan harga. Sekitar 100 e-commerce bermitra dengan Hadiah.ME.

Pengamat teknologi informasi Heru Sutadi menyambut positif kehadiran Hadiah.ME. Heru menilainya sebagai terobosan yang memberikan nilai tambah untuk konsumen karena menyediakan cash back bagi konsumen e-commerce. Ke depan, menurut Direktur Eksekutif ICT Institute ini, pengelola Hadiah.ME harus gencar mempromosikan layanannya. “Sebaiknya memperbanyak partner dan bonus atau diskon yang bernilai tambah,” katanya. (*)

Chandra Maulana & Vicky Rachman

Riset: Hendi Pradika

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)