Perusahaan Rintisan Solusi TI Ini Beromset Rp 1 Miliar

Ketika teman-teman seusianya asik bermain media sosial atau kongkow-kongkow, Faizal Hermiansyah justru getol menggemukkan isi kantongnya dengan mulai berbisnis. Pria kelahiran 8 Februari 1993 ini sudah tertarik menggeluti dunia bisnis sejak usia 16 tahun. Kini, di usianya baru menginjak 24 tahun, ia sudah memiliki induk usaha di bidang IT dengan omset Rp 1 miliar di 2016.

“Saya mengawali bisnis dengan berbisnis clothing, tapi belakangan pasarnya agak meredup, toko saya tutup,” kenangnya. Setelah lulus kuliah dari Ilmu Komputer di Universitas Budi Luhur Jakarta ia mencoba terjun sebagai profesional dengan bekerja di sebuah perusahaan swasta sebagai IT Management selama setahun. Kemudian, ia merintis karier di dunia marketing di sebuah perusahaan konsultan dan solusi TI selama 1 tahun. Pengalaman profesional selama dua tahun itu ternyata tidak menyurutkan jiwa kewirausahaan dalam diri Faizal, justru menurutnya hal itu menjadi bekal dan pijakan membangun bisnis baru.

“Dua tahun di perusahaan yang berbeda walaupun di bidang yang sama (IT), membuat diri saya melihat peluang di dunia IT yang semakin lama semakin besar,” imbuh single berpenampilan kalem ini. Menurutnya dunia TI sangat luas, bukan saja soal hardware, tapi juga tentang software, internet, infrastruktur, yang penerapaannya berbeda-beda tiap industri.

Setelah dua tahun berkarir sebagai profesional, ia pun mulai merintis usaha sendiri yaitu PT Manufaktur Sistem Informasi Indonesia (MSII) dengan holding company-nya PT Eight Code Indonesia (ECI). “Tapi sebelum MSII didirikan sebenarnya saya sudah mengawal beberapa klien baik lokal maupun kilen perusahaan multinasional, Jepang salah satunya,” ujarnya tanpa merinci nama perusahaannya.

Setelah MSII terbangun, inovasi produk solusi TI ia bangun yaitu Manufacture Resource Planning (MRP). Ini merupakan solusi TI tentang perencanaan produksi, penjadwalan, dan sistem pengendalian persediaan yang digunakan untuk mengelola proses manufaktur. “MRP yang saya bangun ini web based dan setiap company bisa custom software sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” jelasnya.

Dikembangkanya solusi MRP (Manufaktur.co.id) tentu bukan tanpa riset pasar. Menurut Faizal, setelah menganalisis pasar, dunia industry terutama manufaktur sering melakukan kesalahan terbesar yaitu kehabisan sumber daya yang berharga, hanya untuk menunggu sampai sumber daya baru tiba. Jadi MRP ini memudahkan, menjadikan proses produksi lebih efisien dan efektif agar dapat memecahkan masalah industri tersebut.

Faizal memahami ini karena dalam membangun perusahaan ini, ia juga melibatkan mitra yang masih kerabat dekat yang saat ini masih sebagai direksi di sebuah perusahaan manufaktur. Maka tak heran, ia bisa memahami kendala dan problem yang kerap dihadapi perusahaan manufaktur.

“Peran kami berdua cukup jelas, saya menangani proses development, dan beliau memberikan insight proses sistem manufaktur. Karena background yang berbeda, justru membuat kami yakin akan produk MRP (manufaktur.co.id) ini akan dengan cepat menyelesaikan masalah-masalah yang ada di industry manufaktur dengan penerapan MRP secara efektif dan efisien,” paparnya. Dekat dengan pasar merupakan strategi perusahaan dalam memenangkan persaingan bisnis saat ini.

Faizal menempatkan perusahaannya berkantor di BSD City Tangerang Selatan yang dekat dengan banyak industri manufaktur. Selain dari segi lokasi, solusi yang dibangun pun melekat dengan kebutuhan industri manufaktur. Maka itu produk MRP yang dikembangkan perusahaannya memiliki beberapa keunggulan yaitu mudah digunakan, web based system (dapat di akses dimana saja), mobile friendly (dapat di akses di device mobile), keamanan terjamin (memakai security terbaik di kelasnya), custom software (dapat di custom sesuai dengan kebutuhan perusahaan). “Hal-hal ini yang membuat produk kami menjadi lebih unggul di bandingkan dengan yang lain,” imbuhnya. Dan strategi pemasarannya yaitu dengan mendorong awareness melalui media social, dan digital.

Ia meyakini calon klien atau klien yang sekarang sudah menggunakan solusi yang dikembangkannya idak akan tertarik dengan produk MSII kalau produk tersebut tidak dekat dengan mereka. Inovasi juga terus dikembangkan antaranya dengan membangun produk berdasar kepada Cloud-SaaS Application (lebih dikenal sebagai layanan SaaS (Software as a Service), custom software, server application (Sistem Informasi Manufaktur yang di-install langsung pada Server Pengguna dalam bentuk closed-source, yang dapat diakses melalui jaringan intranet ataupun Internet), dan software solution dimana produk MRP ini dapat menyelesaikan permasalahan yang terdapat pada industri manufaktur dengan lebih efektif dan efisien

Apa saja tantangan bisnis yang pernah dihadapi dan bagaimana solusinya? Menurut Faizal sebagai perusahaan rintisan atau startup, tantangan terbesarnya adalah menjaga perusahaan ini terus berlari dan tanpa ada waktu berhenti. Karena ketika sebuah startup berhenti berlari, lanjutnya, bisa dipastikan startup itu akan "kalah" dengan startup baru lainnya. Untuk itu ia sangat menganggap penting SDM (sumber daya manusia) dengan mengoptimalkan potensi mereka dengan mengelola mereka sebagai bagian dari aset perusahaan.

“Dengan pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia yang mencapai angka hingga 20% dari tahun ke tahun, saya sangat optimis dengan bisnis ini,” ujarnya mantap.

Bersama tiga chief dalam eprsuahaan dan 15 karyawan yang membantunya, Faizal berharap bisa maksimal dalam menggarap potensi pasar tersebut. Ia menyebut saat ini kliennya antara lain PT Kifa Sejati (OSK Green Tea), Babyscot (produsen manufaktur peralatan bayi), Astra International, Astra Daihatsu, GriyaPropertiku, Angkasa Pura, dan masih banyak yg lain (scope kecil). Meski dikenal dalam solusi manufaktur, MSII juga memiliki klien di luar industri tersebut seperti Kementrian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (MENKO PMK), Bawaslu Banten, Panwaslu Banten, IPM Tours. Tak herap pada 2016 perusahaan berhasil meraup omset Rp 1 miliar Ia optimis pada kuartal pertama 2018 omsetnya bisa mencapai Rp 10 miliar. “Saya yakin karena pertumbuhan perusahaan manufaktur di Indonesia sekitar 20% per tahun itu dan kami sangat spesifik produknya, bisa sangat disesuaikan dengan kebutuhan klien,” ujarnya optimistis.

 

Editor: Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)