Rahasia Indra Kantono Besarkan Bisnis Resto dan Bar di Singapura

Jigger & Pony Group, salah satu perusahaan pengelola restoran dan bar terbesar di Singapura, dibangun dengan passion pemiliknya, Indra Kantono (35 tahun), terhadap minuman dan keramah-tamahan khas Asia.

Bercita-cita sebagai seorang pengusaha di bidang makanan dan minuman, Indra merasa tertantang dengan publik Singapura yang sangat beragam. “Singapura ini sangat internasional. Kalau bicara bidang makanan dan minuman, pengaruh bisa datang dari mana saja, dari customer, chef ataupun bartender-nya,” jelas Indra.

Hal ini sedikit berbeda dengan masyarakat umum di Indonesia yang cenderung antusias dengan konsep baru. Di Singapura, pelanggan mengharapkan ada sentuhan pengalaman pribadi bartender atau chef pada makanan dan minuman yang disajikan.

Indra pindah ke Singapura dari Samarinda, Kalimantan tahun 1996. Setelah lulus SMA, dia melanjutkan kuliahnya ke jurusan Keuangan di New York University Stern School of Business, Amerika Serikat. Pengalamannya selama di Amerika inilah yang kemudian mendorong Indra untuk terjun ke dunia bisnis makanan dan minuman di Asia. “Di New York ada bermacam-macam restoran dan bar, jadi tinggal di sana memberikan kesan tersendiri tentang bisnis makanan dan minuman,” cerita Indra.

Indra sempat bekerja di kantor manajemen konsultan Bain and Co, dan bekerja kantoran di Jakarta dan Singapura, sebelum membuka bisnis pertamanya Jigger and Pony pada tahun 2013. “Istri saya, Gan Guoyi adalah yang sebenarnya menjadi co-founder & partner di Jigger & Pony. Istri  ingin membuka bar, ia  orang Singapura dan kami bertemu di Singapura," jelas Indra.  Namun, Indra selalu ada di sampingnya mengerjakan marketing dan business development dari bar tersebut.

Dimulai dari nol, Jigger & Pony yang merupakan classic cocktail house ini telah masuk ke dalam list Asia’s 50 Best Bars selama dua tahun berturut-turut. Sekarang Jigger & Pony Group juga sudah menaungi lima brand lain. Yang pertama adalah Sugar Hall, sebuah Rum Bar and Grill House di Amoy Street. Lalu ada trio Humpback, oyster bar and sea food restaurant, The Flagship, sebuah Whiskey cocktail bar dan cocktail bar prestisius Gibson yang semuanya terletak di daerah Bukit Pasoh. Yang terbaru dari Jigger & Pony Group adalah sebuah restoran dan bar Italia bernama Caffe Fernet di Customs House di Fullerton Area. Sebuah prestasi tersendiri tentunya bagi Indra.

Apa rahasia sukses Anda sebagai pebisnis di Singapura?

Sebenarnya menurut saya tidak ada rahasia khusus untuk jadi pebisnis sukses di bidang ini. Yang terpenting adalah bagaimana kita menuangkan semua passion kita di (bisnis ini). Saya dan isteri  punya passion bidang makanan dan minuman dan kami selalu memberikan semuanya untuk bisnis kami. Kami hanya memastikan semuanya senang dan enjoy setiap mereka datang ke bar. Makanan dan minuman yang disajikan tentu saja harus enak karena bisnis ini ada di pasar yang sangat kompetitif. Tapi pada akhirnya, semuanya hanya passion dan passion jugalah yang mendorong kami untuk mengembangkan menu. Jadi, benar-benar tidak ada rahasia.

Saat pertama memulai bisnis ini, apa yang menjadi struggle atau tantangan bagi Anda?

Saat pertama tentunya saya dan istri saya tidak tahu apa-apa tentang bisnis ini. Kami berdua tidak punya pengalaman di bidang makanan dan minuman. Kami benar-benar pemain baru. Selain itu, kami juga tidak punya tim sendiri. Jadi mencari SDM juga sangat sulit. Kami harus memastikan sendiri bahwa bartender dan chef yang bergabung adalah orang-orang yang tepat. Sekarang kami bangga bahwa bartender dan chef kami adalah yang terbaik. Tapi kalau mengingat awalnya, kami sangat kesulitan menemukan orang yang sesuai.

Hal apa yang menjadi favorit Anda dalam menjalankan bisnis makanan dan minuman ini?

Ada banyak. Tapi salah satu yang terbaik mungkin adalah bertemu banyak orang, dari berbagai profesi dari seluruh dunia. Banyak dari mereka yang akhirnya jadi teman dan customer tetap selama bertahun-tahun.

Bagaimana dengan yang tidak disukai?

Kami berdua menjalankan bisnis ini bersama, jadi bisnis ini akan terus ada sebagai bagian dari keseharian kami. Kami tidak bisa melarikan diri dari makanan dan minuman, bahkan ketika kami pergi berdua pada malam hari, kami akan mengecek restoran dan bar lalu tanpa sadar kami sedang mempelajari menu mereka.

Bagaimana dengan Indonesia?

Kami ingin berekspansi dan membuka bisnis di Indonesia. Tapi untuk sekarang kami berharap dapat menyambut lebih banyak customer Indonesia, terutama di Caffe Fernet dengan pemandangan Singapuranya yang menakjubkan. Saya pikir penggemar makanan dan minuman di Indonesia akan senang dengan suasana dan menu yang ditawarkan oleh Singapura.

Apa harapan untuk bisnis Anda lima tahun dari sekarang?

Rasanya tidak akan banyak berubah karena pada akhirnya yang membuat saya bahagia itu melihat customer datang dan menikmati hospitality kami. Sebanyak-banyaknya tempat yang kita akan miliki di lima tahun mendatang, mau di Jakarta atau di Singapura, yang namanya hospitality tidak akan berubah. Saya senang ada di tengah-tengah itu semua, melihat orang datang dan berinteraksi dengan bisnis yang telah kami bangun. Jadi, lima tahun lagi, semuanya masih akan mengenai passion di makanan dan minuman, dan pendapat customer tentang menu yang disajikan.


Key Milestones & Achievements

2012: Membuka Jigger & Pony
2014: Membuka Sugarhall
2015: Membuka Gibson, The Flagship dan Humpback

2016:
Jigger & Pony menempati urutan kedelapan dalam Asia’s 50 Best Bars 2016
Sugarhall menempati urutan ke-48 dalam Asia’s 50 Best Bars 2016
Gibson menempati urutan ke-22 dalam Asia’s 50 Best Bars 2016 dan urutan ke-65 dalam World’s 50 Best Bars 2016
Gibson memenangkan ‘Best New Cocktail Bar’ di Singapore Bar Awards, dan ‘Top 4 New International Cocktail Bar’ di Tales of the Cocktail

2017:
Jigger & Pony menempati urutan ke-21 dalam Asia’s 50 Best Bars 2017
Sugarhall menempati urutan ke-38 dalam Asia’s 50 Best Bars 2017, dan berada di posisi ketiga pada kategori the Best Restaurant Bar di The Bar Awards Singapore 2017
Gibson menempati urutan ke-14 dalam Asia’s 50 Best Bars 2017 dan menempati urutan ke-62 dalam World’s 50 Best Bars 2017

2018: Jigger & Ponny Group membuka usaha terbesar dan paling ambisius, Caffe Farnet

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)