Beauz, Ambisi Duo Diaspora Pengibar Musik EDM di AS

Bernie dan Johan Yang, kakak-beradik yang memiliki ikatan dengan Indonesia, berprofesi sebagai musisi dan produser musik di genre musik dansa elektronik (electronic dance music/EDM) di Amerika Serikat. Beauz, demikian nama grup mereka, menghentak lantai dansa yang menyajikan nada-nada progresif yang tak lekang di telinga penggemarnya. Di awal kemunculannya, kedua disc jockey (DJ) ini menampilkan musik bercorak Dreamixes dan G-mixes.

Bernie dan Johan YangHingga pertengahan tahun ini, Beauz telah tampil di 15 pertunjukan musik, antara lain di Exchange LA, klub EDM paling terkenal di Los Angeles, San Francisco State University, dan Brandeis University. “Baru-baru ini kami juga bermain di Shanghai, China, yang penontonnya sangat menghargai EDM,” kata Bernie. Kelihaian mereka meracik musik elektronik memperoleh apresiasi dari berbagai kalangan penikmat musik EDM. Contohnya, Beauz pernah menyabet gelar juara di kompetisi remix progresif, Quicksand, yang digelar oleh Feenixpawl & APEK pada 2016. Beauz pernah menunjukkan kualitasnya di berbagai festival musik di Los Angeles, Las Vegas, dan San Francisco, antara lain bertajuk Exchange LA, The Roxy, 1OAK, dan SLS Foxtail.

Duo DJ yang berparas oriental ini selalu tampil maksimal di hadapan penonton. Bernie selalu menyajikan tata suara futuristik dan nada-nada yang bertenaga. Johan juga unjuk kebolehannya dengan meracik aransemen yang melodius serta lirik yang menggunggah emosi penonton. “Kami selalu menyukai musik dan sejak remaja bercita-cita menjadi seniman,” ujar Bernie mengenang awal mula mendirikan Beauz. Bernie menggemari EDM saat masih kuliah di University of Southern California. Ia menyelesaikan kuliahnya pada 2015. Adapun Johan baru saja lulus dari University of California, Berkeley.

Mereka menekuni DJ, meracik aransemen musik elektronik dan memproduksinya. Musik mereka dipertunjukkan di berbagai panggung musik. Kemampuan bermusik mereka berkembang pesat dan basis penggemarnya kian banyak jumlahnya lantaran karya Beauz dinilai tergolong lebih segar di ranah EDM. Perusahaan rekaman Spinnin' Records, Armada Music, Trap Nation, dan Panda Funk Records, pun terpikat dengan duet DJ ini dan merilis lagu-lagunya. “Sebagai duet kakak-beradik dari Asia, Beauz tergolong langka di industri musik Barat. Kami bangga dengan akar kami dan mengungkapkannya melalui musik. Sebagai contoh, kami senang menggunakan progresi akord yang banyak ditemukan di musik pop China,” tutur Bernie.

Latar belakang budaya yang beragam, menurut Bernie, merupakan salah satu keunggulan kompetitif Beauz. ”Musik kami bukan hanya tentang membuat kami bahagia, ini juga tentang penyembuhan rasa sakit, menyebarkan cinta, dan mempromosikan hal yang positif di dunia,” Bernie menegaskan. Tahun depan, mereka berencana tampil di festival musik bergengsi, di antaranya Beyond Wonderland, EDC (Electric Dance Music), Coachella, dan UMF (Ultra Music Festival). “Kami ingin mulai tur di AS, Asia, dan tentu saja Indonesia . Kami berencana merilis album full-length tahun depan,” kata Bernie. Lagu-lagu Beauz bisa dinikmati di Spotify atau Soundcloud. “Saat ini, impian kami adalah menjadi touring DJ. Kami ingin musik kami didengar di radio, dan kami ingin memainkan musik kami di depan ribuan penonton,” tambahnya.

Nama Beauz terinspirasi dari kata “beau”, bahasa Prancis, yang terjemahan harfiahnya adalah pejantan yang keren. Namun, beau juga identik dengan keindahan, semangat muda, dan cinta, seperti lagu-lagu yang dihasilkan Bernie dan Johan. Beauz memiliki logo sepasang segi tiga, yang melambangkan pemisahan antara penampilan fisik dan musik. Bagi mereka, Beauz adalah gaya yang bisa diadopsi semua orang. Melalui musik, Bernie dan Johan ingin menciptakan identitas yang bisa diambil dan dibangun oleh setiap individu dari berbagai latar belakang budaya sebagai identitasnya.

Herning Banirestu & Vicky Rachman

Riset: Elsi Anismar

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)