Ridha Audrey, Laris Manis di Bisnis Make-up

Di kalangan selebritas, nama Ridha Audrey bukanlah sosok yang asing. Dari sekian banyak make-up artist di Indonesia, Ridha termasuk yang muda dan berbakat. Usianya 30 tahun. Namun, kemampuannya dalam memoles wajah para perempuan, termasuk artis, sehingga tampil lebih memesona tidak perlu diragukan lagi.

Sejak remaja, perempuan mungil ini memang gemar seni merias wajah. Ia pun mengambil berbagai macam kursus rias wajah hingga pada akhirnya mengantarkannya menjalani profesi sebagai juru rias profesional.

Ridha Audrey ~~

Awalnya, klien Ridha hanya orang-orang terdekat. Namun, berkat kepiawaiannya memoles wajah seseorang hingga tampil menawan, ia mampu menarik minat banyak artis, antara lain Shireen Sungkar, Tantri Kotak, Chelsea Olivia dan Pervita Pearce. Jasanya pun dilirik oleh ibu-ibu pejabat.

Bisnis Ridha semakin berkembang. Dari bekerja sendiri, akhirnya ia mampu mempekerjakan beberapa asisten. Ia pun membuka kelas kursus make-up dan mendirikan studio make-up. Hingga akhir tahun ini, jadwal kerjanya sudah fully booked. Ia juga bekerja sama dengan beberapa majalah fashion dan gaya hidup.

Sejak bocah, Ridha suka melukis. Kegemaran itu berlanjut hingga remaja. Ia menyalurkan bakat melukisnya di kanvas yang berbeda, yaitu wajah. Ketika duduk di bangku kuliah, banyak temannya yang mengagumi riasan di wajah Ridha. Karena itu, banyak yang tertarik untuk mendapat polesan tangannya. Mereka juga sempat menyarankan agar Ridha menekuni profesi merias wajah.

Klien pertama Ridha adalah temannya semasa SD. Waktu itu, sang teman yang doyan difoto meminta Ridha merias wajahnya. Ridha meluluskan permintaan temannya. “Waktu itu aku make-up-nya dari hati banget dan hasilnya juga bagus, dari situ dia mulai cerita ke teman-temannya soal hasil make-up-ku. Dia sangat puas dengan hasilnya,” kata Ridha mengenang. Sejak itu, banyak temannya yang lain menggunakan jasa Ridha. Mereka puas juga.

Selulus kuliah dari Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Moestopo pada 2009, Ridha lalu mencoba bekerja kantoran. Ia sempat magang sebagai resepsionis di Fuji Japanese Outsourcing, tetapi cuma tahan dua bulan. Ia merasa bosan karena panggilan jiwanya bukan di situ. Ia ingin bekerja berdasarkan panggilan jiwanya, yaitu merias wajah. “Itu kan kerja dari hati. Rasanya menyenangkan sekali dan saya pun lebih menikmati,” tuturnya.

Maka, Ridha pun mulai menekuni profesi make-up artist. Ia tidak perlu repot-repot berpromosi karena selalu ada orang yang datang meminta dirias wajahnya. Promosinya dari mulut ke mulut. Mereka yang puas atas hasil pekerjaan Ridha menceritakan ke teman dan kerabatnya. Begitulah, Ridha pun tak pernah kekurangan order. “Kebanyakan pas awal proyeknya itu proyek buat ke undangan gitu, ternyata dari situ rezekinya banyak mengalir,” ujarnya. Klien biasanya minta dirias untuk memenuhi undangan pernikahan atau acara ulang tahun. Ridha juga kerap mendapat pekerjaan untuk rias pengantin dan keluarganya.

Ridha pun membuka studio sendiri, di rumahnya, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, sejak 2012. Di tempat itu pula dia membuka kursus make-up. Biaya kursusnya mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 5.000.000 per orang, tergantung pada paket yang diambil. Peserta kursus bisa mengatur jadwal sendiri. Bisa seminggu dua kali atau empat kali. “Per harinya bisa dua jam untuk latihan.”

Adapun biaya make-up berkisar Rp 600.000-an sampai Rp 3.500.000. Buat pernikahan, bisa sampai Rp 8.500.000, tergantung pada pilihan paket yang diambil. ”Misalnya, paket pengantin kadang-kadang ada yang butuh cuma make-up-nya, biasanya rambut sendiri. Bisa juga dia pakai semua dari aku, mulai dari make-up, tatanan rambut, bunga, sekalian buat make-up keluarga, orang tua, dll. Itu paketnya beda-beda,” Ridha menjelaskan.

Selain menjalankan bisnis make-up dan membuka kursus, ia juga membuka usaha jualan bulu mata impor. Hal itu dilakukan karena peserta kursusnya terkadang membeli alat make-up dengan kualitas yang kurang bagus. Akhirnya, Ridha memilih meyediakan sendiri. Kini, dari ketiga bidang usahanya itu, ia bisa meraih omset hingga Rp 200 jutaan per tahun.(*)

Didin Abidin Masud & Aulia Dhetira

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)