Almira Shinantya

Almira Shinantya ~~

Usia boleh saja baru 30 tahun. Namun, di usianya ini Almira Shinantya telah menjabat sebagai Direktur Pengelola DM-IDHolland. Wanita kelahiran Jakarta 27 Juli 1983 inimembawahkan sekitar 20-an orang dari empat departemen, yakni departemen strategis, kreatif, admistrasi dan pencatatan, serta pemasaran. Ia bertanggung jawab atas berbagai proses bisnis di DM-IDHolland seperti strategi yang diajukan ke klien, kualitas dan relevansi desain yang keluar, kepuasan klien secara keseluruhan, serta visi DM-IDHolland, termasuk pemasaran dan penjualan, hingga kelancaran operasional harian. Salah satu terobosan yang dibuatnya adalah dalam hal penyelarasan visi dan strategi brand klien yang dilakukan dengan mulus.

Menurut Almira, pendidikan desain grafis yang diperolehnya dari Academy of Art University (AAU) di San Francisco, AS, sangat berkaitan dengan pekerjaannya saat ini. Sebagai seorang desainer grafis, ia kini berkutat di dunia branding yang membutuhkan pengetahuan dan keahlian di bidang strategi dan desain secara bersamaan. “Kurikulum AAU memang menitikberatkan pada functional design, yang mana desain-desain yang diciptakan harus relevan dan dapat membantu pertumbuhan bisnis. Jadi, bukan desain ekspresionis yang lebih condong ke sisi art-nya. Pengajarnya pun para praktisi di dunia branding dan design,” pemegang gelar Bachelor of Fine Arts ini menjelaskan

 

Karier Almira memang dimulai sebagai desain grafis di sebuah graphic design house di San Francisco. Lalu, karena menilai peluang di Asia yang juga besar dan ingin lebih dekat dengan keluarganya di Indonesia, ia pun hijrah ke The Brand Union di Singapura sebagai brand designer. Meskipun ilmu soal branding telah ia dapatkan sejak kuliah, di The Brand Union itulah ia menggeluti dunia branding secara profesional. Selanjutnya, karena akan menikah di Indonesia, ia pun meninggalkan The Brand Union, kembali ke Indonesia dan bergabung dengan DM-IDHolland.

 

Ibu seorang anak ini mengakui, mengerti dunia dan bidang bisnis klien yang beragam menjadi tantangan tersendiri baginya. “Misalnya, kalau kliennya di bidang tambang, kami harus belajar dunia tersebut dan mengerti betul sehingga bisa memberikan strategi bisnis yang terbaik. Namun, tantangan seperti ini yang mengasyikkan. Bayangkan, klien kami puluhan dan dari bidang yang berbeda-beda, sehingga setiap saat ilmu kami selalu bertambah,” kata wanita yang bercita-cita memperkuat eksistensi DM-IDHolland di Asia Tenggara ini.

 

Indah Pertiwi

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)