Benita Herasti Haribowo, Mendorong Terciptanya SDM Bertaraf Internasional

Benita Herasti Haribowo,Manajer Junior SDM AirNav Indonesia

Benita Herasti Haribowo memulai karier di Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) pada 2014 sebagai Organization & HRM System Planning Staff. Dia terlibat di semua pekerjaan HR kala itu. Hanya berselang tiga tahun, kariernya naik menjadi Manajer Junior SDM di perusahaan penyelenggara navigasi penerbangan tersebut. Sebuah prestasi yang membanggakannya mengingat ini bukan tugas yang mudah.

AirNav Indonesia bertugas menyelenggarakan pelayanan navigasi (Air Traffic Control/ATC) penerbangan bertaraf internasional. Customer mereka adalah maskapai lokal dan internasional. Maka, tugas HR di sini adalah membentuk SDM bertaraf internasional, dari segi kemampuan, readiness, budaya, loyalitas, dll. Menurut Benita, tujuan perusahaan ini didefinisikan dari level atas sampai ke paling bawah sehingga setiap orang punya kesadaran dan kontribusi nyata.

Sebagai orang HR, perempuan kelahiran 1991 ini pun turut membantu menghadirkan program-program SDM yang mendukung objektif perusahaan tersebut. Pertama, terkait culture. HR berusaha membentuk budaya yang agile dan mendorong inovasi karyawan. Benita mengungkapkan, awalnya banyak karyawan yang tidak terbiasa mengemukakan pendapat atau hanya sebatas melakukan pekerjaan sehari-hari. Maka, dibuatlah Innovation Award. Seluruh SDM dari 284 lokasi diwajibkan berpartisipasi, secara individu maupun kelompok.

Hasilnya, di tahun kedua antusiasme semakin tinggi dan saling berlomba mengirimkan hasil inovasinya. “Walau dampaknya belum terlalu besar, sudah ada sejumlah kemajuan di masing-masing lokasi. Ada yang tadinya mengerjakan data secara manual, sekarang bisa membuat teknologi baru untuk membantu pekerjaannya itu,” katanya.

Kedua, terkait teknologi. Sebagai perusahaan yang baru terbentuk pada 2012, AirNav sedang menempuh masa transisi penerapan teknologi, antara lain penerapan SAP. Maka, untuk menghadapi disrupsi teknologi ini, HR rutin menyelenggarakan training dan development besar-besaran untuk setiap direktorat, karena banyaknya kompetensi yang perlu ditingkatkan guna menjawab kebutuhan pelayanan. “Kami mengadakan training sangat padat dalam sebulan untuk setiap direktorat,” ungkapnya.

Benita menjelaskan, dengan banyaknya jumlah lokasi pelayanan seluruh bandara di Indonesia, tidak semua bisa disediakan dua atau lebih SDM. Maka, Direktorat HR juga membuat sistem supaya efisien agar semua lokasi tersebut dapat dilayani dengan baik tanpa harus meletakkan orang secara dedicated. “Kami secara intensif berkolaborasi dengan direktorat operasi membahas ini, mencari sistem yang bisa diterapkan, misalnya remote service, dari satu lokasi besar melayani lokasi kecil-kecil di bawahnya,” katanya.

Sebagai salah seorang finalis Future HR Leader 2020 yang diselenggarakan SWA, Benita melihat ada tiga tantangan sekaligus kesempatan dalam dunia HR di masa depan, yaitu teknologi, global workforce, dan shared skillset/kompetensi. Demi menjawab tantangan itu, menurutnya ada tiga peran penting HR yang harus selalu dijaga, yakni rekrutmen, pengembangan, dan retensi. Ketiga hal itu akan diperkuatnya bila kelak menjadi direktur HR. (*)

Yosa Maulana

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)