Dharma Simorangkir

Nama Out There Media boleh jadi cukup moncer di ranah industri mobile advertising. Perusahaan yang berpusat di Wina, Austria, ini memiliki kantor di Jakarta, Singapura, Filipina dan Malaysia. Adalah Dharma Simorangkir sosok di balik sukses ekspansi Out There Media di Asia Pasifik. Kelahiran Jakarta 9 Januari 1980 yang kini menjabat sebagai Vice President of Business Development Out There Media untuk Asia Pasifik ini mengantarkan perusahaan tersebut meraih angka pertumbuhan yang fantastis, yaitu 800%.

Dharma Simorangkir Dharma Simorangkir

Dharma memiliki latar belakang pendidikan teknik telekomunikasi di Universitas Brawijaya, Malang. Setelah lulus, ia langsung bekerja di Huawei, perusahaan telekomunikasi asal China. Di sini ia dapat banyak belajar, karena selain menjabat sebagai engineer, ia juga merangkap sebagai Manajer Proyek, Manajer Akun dan Manajer Produk.

Dari Huawei, Dharma lalu bergabung dengan Nokia Siemens Network, dan memegang berbagai macam posisi, mulai dari tenaga penjualan hingga Head of Marketing untuk Asia Pasifik. Selanjutnya, ia hijrah ke Ericsson. Saat bekerja di Ericsson inilah ia mengenal Out There Media sebagai salah satu mitra Ericsson di bidang mobile advertising. Kerstin, CEO Out There Media saat itu, mengatakan rencana mereka berekspansi ke Asia Pasifik, dan menanyakan apakah Dharma tertarik bergabung. “Akhirnya, saya tertarik dan pindah ke situ pada Februari 2013,” ujar pria yang hobi bermain musik dan menguasai beberapa alat musik ini.

Dharma bertanggung jawab dalam hal hubungan dengan operator dan mitra bisnis Out There Media di seluruh Asia Pasifik. “Saya harus memastikan bahwa teknologi kami bisa diintegrasikan ke jaringan mereka dengan baik dan bisa membantu mereka me-monetize inventory mobile mereka,” kata ayahanda Immanuel Filio Simorangkir dan Graciella Margareth Simorangkir ini.

Bagi Dharma, kunci suksesnya dalam bekerja adalah passion. “Karena dengan passion atau motivasi terhadap yang kita kejar itu, nantinya tantangan serta rasa capek atau bosan itu akan hilang,” ia menegaskan. Secara pribadi, ia ingin suatu hari nanti memiliki perusahaan sendiri yang juga membidangi teknologi media telekomunikasi. “Jadi, menggabungkan industri telekomunikasi dan media, baik itu advertising, financial, payment, maupun teknologi,” ujarnya.

Gustyanita Pratiwi

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)