Jan Bastian Sunaryanto

Jan Bastian Sunaryanto,  profesional di startup Caroline.id & pemilik perusahaan Solarnation
Jan Bastian Sunaryanto, profesional di startup Caroline.id & pemilik perusahaan Solarnation

Melakoni dua profesi yang berbeda tentu sulit dilakukan oleh kebanyakan orang. Namun, Jan Bastian Sunaryanto bisa menjalankan kedua peran itu dengan baik. Di satu sisi, dia bekerja sebagai profesional di startup Caroline.id. Di sisi lain, dia adalah pemilik perusahaan bernama Solarnation yang bergerak di bidang produksi solar panel.

Jan menjelaskan, Caroline.id adalah platform jual-beli mobil, baik baru maupun bekas. Perusahaan ini didirikan pada`September 2019 di bawah bendera PT Caroline Karya Teknologi (anak usaha PT Adi Sarana Investindo dan PT Adi Dinamika Investindo).

Saat ini unit mobil yang tersedia di Caroline mencapai 152 unit dan targetnya sampai akhir 2020 setidaknya menjual 1.000 unit dan target listing jual-beli mobil di website ada 1.000 unit juga. “Meski baru berdiri, Caroline.id sudah mendapatkan investor baru, seperti Sinarmas dan East Ventures. Nantinya, kami ingin bekerjasama dengan lebih banyak kantor dan sekolah,” kata pria kelahiran Jakarta, 16 Mei 1994 ini.

Hingga kini, Solarnation sudah mengerjakan 276 instalasi dari Sabang sampai Merauke, mayoritas proyek perkantoran dan pabrik, sedangkan residensial belum banyak. Proyek yang sedang berjalan antara lain proyek pembangkit dan perumahan di Pluit, Jakarta Barat; total ada enam proyek.

Bagi pehobi olahraga futsal dan hiking, serta mendesain 3D drawing ini, mengendalikan Caroline.id dengan 61 karyawan dan Solarnation dengan 33 karyawan harus disesuaikan dengan bidang masing-masing. Caroline.id yang erat dengan dunia otomotif yang rileks, mesti dipimpin dengan gaya fleksibel. Sementara Solarnation yang terkait dunia energi yang membutuhkan investasi miliaran harus dikelola secara formal.

Untuk time management di kedua perusahaan tidak begitu berefek. Saya ini workaholic, jika ada orang yang menelepon hari Minggu jam 11 malam, saya akan angkat. Waktu 24 jam masa gak cukup sih. Kantor Caroline dan Solarnation juga berdekatan,” ungkap Jan.

Visi Jan adalah create leader. Dia mengidolakan T.P. Rachmat, pendiri dan pemilik Grup Triputra, dalam memimpin bawahan. Spirit yang dibangun Jan untuk semua divisi itu, harus membuat orang “be able to leave, but don’t want to leave”. Artinya, dengan memberikan kepercayaan kepada para kepala divisi itu, Jan tidak perlu berpikir 24 jam terus-menerus. Ibaratnya, daripada kepala Jan saja yang berpikir, sedangkan yang lain hanya helper, mengapa tidak diciptakan 10 kepala untuk memimpin divisi masing-masing. Tantangan lain yang dihadapi terkait anak buah adalah bagaimana membuat willing and entrepreneurship on there on.

Sejauh ini, Jan puas dengan pencapaiannya. “Dari dulu cita-cita saya ingin concern di dua industri, yakni otomotif dan energi. Kenapa? Karena, dua industri ini potensi market-nya besar dan sustainable,” imbuh Sarjana Teknik Mesin dari Univeristas Purdue, Amerika Serikat ini. Dia memiliki pengalaman kerja di sejumlah perusahaan, di dalam dan luar negeri. Sebut saja, Tesla, AT&T, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), dan startup Carsome.

Ke depan, target Jan untuk Caroline.id dan Solarnation tidak terlalu muluk. “Saya ingin kedua perusahaan ini running secara independen dan menjadi perusahaan yang proper,” ucap eksekutif muda yang masih menyempatkan diri mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kasih Bangsa, Jakarta ini. (*)

Eva Martha Rahayu/Vina Anggita

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)