Misi Peter Shearer Hadirkan Iklan Interaktif yang Mengglobal

Antusiasme terhadap inovasi telah membawa Peter Shearer menduduki jabatan penting. Kini pria 31 tahun itu memegang dua jabatan sekaligus di Grup WIR, yakni sebagai Direktur Pengelola AR&Co sejak tahun 2009, dan CEO DAV sejak tahun 2014. Kedua perusahaan yang ia pegang itu bisa dikatakan sangat mengandalkan inovasi dalam operasionalnya. Keduanya menghadirkan nuansa baru di bidang periklanan dengan sajian iklan yang lebih interaktif. AR&Co menawarkan teknologi realitas tertambah atau augmented reality (AR), sedangkan DAV Indonesia menawarkan terobosan di bidang media placement.

Peter Shearer

Berlatar pendidikan diploma di bidang periklanan, awalnya ia mengaku jalan hidupnya tidak mulus. Peter lulus dari sekolah periklanan Imago, tetapi ia pun pernah mengalami rasanya di-PHK-kan. Baru tiga bulan bekerja di agensi periklanan, kontraknya terpaksa diputus lantaran perusahaan melakukan pengurangan karyawan. “Sedih banget rasanya, baru lulus diterima kerja, tiga bulan langsung kena PHK,” ujarnya menceritakan.

Ia kemudian membuka usaha sendiri agar tidak menggantungkan nasib pada orang lain. Berbagai bisnis pernah ia jalani, mulai dari bisnis seragam, rumah makan, badut sulap, katering, website, hingga cuci helm. Modalnya berasal dari kocek pribadi yang ia kumpulkan ketika bekerja di Australia selama 1,5 tahun. “Lulus SMA saya tidak langsung sekolah lagi, saya ke Australia nyari dolar, kerja serabutan di sana, cuci piring, ngepel, dari pagi sampai dini hari, kerja dua shift,” katanya mengisahkan awal perjuangan hidupnya.

Sayang, usahanya menjadi wirausaha ternyata mengalami banyak rintangan. Alih-alih sukses, banyak bisnisnya justru gagal dan bangkrut. “Sering juga saya kena tipu pegawai atau mitra sendiri,” ungkap Peter. Walau begitu, ia tidak pernah sedikit pun merasa kapok. Kegagalannya ia jadikan pembelajaran dan untuk tetap semangat membuka usaha baru.

Sampai akhirnya, ia bermitra dengan Daniel Surya, CEO Grup WIR. Ketika itu Daniel, yang juga pakar branding, mengajaknya berkerja sama di bisnis aplikasi mobile. Saat itu, bisnis aplikasi mobile belum meriah alias masih jarang. “Kami akhirnya partneran di bidang itu dan mendirikan perusahaan bernama DMXcess,” ujar Peter.

DMXcess dalam perjalanannya lumayan berkembang, banyak klien bisa digaet oleh perusahaan yang beroperasi sejak tahun 2009 itu. Namun, di tengah jalan, ternyata Daniel bersama adiknya, Michael Budi, juga sedang tergila-gila teknologi AR. Peter pun penasaran dan ingin terjun di dunia AR. “Ternyata respons pasar lebih banyak di AR&Co, maka kami akhirnya fokus ke AR&Co yang memang lagi seru-serunya,” ia menambahkan.

Teknologi AR sebenarnya memiliki prospek bagus karena hanya sedikit pemain yang menggeluti bidang ini, khususnya di Indonesia. Ciri khas AR ialah teknologi ini dapat menghubungkan elemen digital ke dunia nyata. Dengan bantuan AR, konten material cetak sekalipun, seperti iklan di majalah, kemasan produk, ilustrasi brosur, dan lainnya, bisa nampak seperti benar-benar “hidup” dengan gambar yang bergerak, bersuara, bahkan seolah-olah muncul di hadapan pengguna. Syaratnya, ada aplikasi pendukung dan peralatan berkamera seperti kacamata berkamera, notebook, atau smartphone yang dilengkapi aplikasi pengenal AR. Lewat AR, banyak perusahaan akhirnya tergoda memanfaatkan teknologi tersebut sebagai strategi pemasaran melalui iklan yang lebih interaktif.

Di AR&Co inilah akhirnya Peter menuai kesuksesan. Berbagai klien telah dilayani AR&Co dari dalam dan luar negeri. Perusahaan ini pun kini telah menjelma jadi pemain utama bisnis AR dengan jaringan klien lokal ataupun global. “Kami termasuk perusahaan augmented reality terbesar di Asia. Kami telah berhasil buka cabang di Barcelona, London, Nigeria dan sebagainya,” ujarnya. Nama besar seperti Disney, Transformer, Marvel, Telkom Indonesia, Honda, Toyota, Suzuki, Nissan, Teh Sostro, XL, Unilever, Garuda Indonesia, Lenovo, Lee Cooper, pernah menjadi klien AR&Co. “Saat ini jumlah klien kami ada seratusan lebih,” tutur Peter.

AR&Co juga telah memperoleh pengakuan internasional lewat berbagai penghargaan. Terbaru, perusahaan ini mengantongi penghargaan prestisius di ajang Augmented Reality Expo di Silicon Valley sebagai pemenang kategori Best Augmented Reality Campaign. AR&Co juga didaulat Technology Company of the Year dari The European. “Itu yang di Silicon Valley semacam Oscar-nya augmented reality,” Peter menegaskan.

Sukses menjalankan AR&Co langkah Peter di Grup WIR semakin mantap. Ia kemudian melebarkan sayapnya dengan membuat terobosan baru di media placement bernama DAV. Sama dengan media placement lainnya, DAV juga difungsikan sebagai wadah para pemegang merek untuk beriklan. Hanya saja, di DAV pemegang merek bisa beriklan lebih unik dengan adanya interaksi langsung lewat berbagai konten inovatif. “Kami hanya menyediakan wadahnya, kalau konten terserah mereknya, apa pun bisa dimasukkan dan di customize sesuai dengan kebutuhan,” kata Peter.

Yakin inovasi ini akan booming, Peter sudah menyiapkan strategi agar DAV tidak mudah dicontek. DAV saat ini sudah mematenkan inovasi tersebut di lebih dari 135 negara. Saat ini operasional DAV baru diujicobakan di gerai Alfamart, Alfamidi dan Lawson yang berada di Jakarta Barat. Lima produk setidaknya telah bergabung, yaitu Tresemme, Axe, Pocari Sweat, Lactamil, dan SGM. “Target kami mengglobal,” ujar ayah satu anak ini.

BOKS:

Peter Shearer

Kelahiran Jakarta, 11 Desember 1983
Bisnis: Teknologi inovatif dan media placement

Prestasi:

= Mengantarkan AR&Co menjadi pemain utama di Asia Pasifik dengan berbagai klien lokal, dan global.

= Mengantarkan AR&Co meraih penghargaan prestisius Best Augmented Reality Campaign di ajang Augmented Reality Expo 2015 di Silicon Valley, Amerika Serikat.

= Mengantarkan AR&Co meraih penghargaan Technology Company of the Year dari The European.

= Membuat terobosan di bidang media placement dengan meluncurkan DAV Indonesia yang dipatenkan di ratusan negara.

Ananda Putri

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)