Nelley Young

Dunia teknologi informasi (TI) sudah menjadi bagian hidup Nelley Young. Ketika belum banyak calon mahasiswa memilih bidang studi terkait TI, Nelley sudah menjadi mahasiswa S-1 Sistem Informasi Universitas Bina Nusantara, Jakarta. Hasilnya, tangga karier pun dilalui dengan cepat, sehingga kini menjabat sebagai Direktur Channel Country Divisi Enterprise PT Huawei Indonesia. Dan, tercatat sebagai wanita pertama di Indonesia yang menempati posisi Direktur Huawei Indonesia.

Nelley Young Nelley Young, Direktur Channel Country Divisi Enterprise PT Huawei Indonesia

Sosok yang dikenal sebagai atlet lari maraton ini mengawali karier sebagai analyst programmer di Credit Lyonnais yang bertugas membuat beberapa aplikasi perbankan. Lalu, untuk menajamkan kemampuan TI, dia pindah bekerja di perusahaan konsultan TI asal Australia (ABB Group) selama 7,5 tahun dengan posisi terakhir sebagai manajer proyek. Setelah itu, pindah ke IBM sebagai manajer channel yang merupakan karier sales pertamanya. Pelabuhan karier berikutnya di Philip Morris yang membawahkan delapan manajer proyek.

Selepas dari Philip Morris, tahun 2011 Nelley diajak bergabung dengan Huawei Indonesia sebagai manajer channel. Saat itu, Huawei baru memulai mengembangkan divisi enterprise. “Buat saya ini tantangan menarik, karena saat itu Huawei hanya dikenal di dunia operator telekomunikasi,” ujar Nelley yang lahir dan besar di Bandengan, Jakarta Utara, dari keluarga nelayan.

Terhitung tahun 2014 Nelley dipercaya untuk membangun organisasi channel di Enterprise Business Group Huawei Indonesia. “Ini merupakan hal positif di mana perusahaan kami meng-encourage local talent untuk menjabat posisi penting di perusahaan,” tutur peraih gelar MBA dari STIE IPWI Jakarta ini. Di waktu lalu, posisi tersebut masih didominasi ekspatriat.

Tanggung jawab Nelley adalah membangun jalur distribusi dan menjual produk melalui mitra bisnis, serta mencapai target bisnis. Kebetulan, dia sukses menggaet 65 mitra bisnis dalam waktu tiga bulan saja. Padahal, target dari manajemen adalah 50 mitra bisnis dalam tempo 12 bulan.

Tantangan pertama yang dihadapi saat menjabat posisi baru ini adalah bagaimana membangun organisasi channel yang kuat dengan merekrut talent-talent yang tepat dan memberikan role assignment yang akan menggerakkan eksekusi strategi channel. Eksekusi menjadi hal utama setelah menentukan strategi yang tepat dan jelas.

Ada tiga pilar bisnis enterprise Huawei yang menjadi tanggung jawab Nelley. Pertama, TI berupa peranti server, pusat data, cloud, dsb. Kedua, Internet protocol berupa produk jaringan, switch, router, dll. Ketiga, unified communications and collaboration berupa peranti komunikasi, konferensi, dsb.

Nelley menyimpan dua mimpi di masa depan. Pertama, ingin menjadikan perusahaan lokal berjaya di Tanah Air sendiri. Dengan kata lain, menjadikan perusahaan lokal sebagai pemimpin bisnis TI di Indonesia. Kedua, mendapatkan kesempatan belajar di tingkat regional, misalnya ASEAN atau Asia Pasifik agar bisa memiliki wawasan pasar industri TI dan tantangan di negara lain. (*)

Eva M. Rahayu/Lia A. Martin

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)