Noudhy Valdryno

Setahun sudah Noudhy Valdryno menjabat sebagai Digital Strategist Partai Gerindra. Pria kelahiran 22 Juli 1992 ini bergabung dengan Gerindra hanya seminggu selulus dari Jurusan Hubungan Internasional dan Sosiologi University of Melbourne, Australia.Sebenarnya Ryno – demikian Noudhy akrab disapa – telah bekerja di industri kreatif sejak berusia 16 tahun. Saat itu ia bekerja part time sebagai event organizer (EO) sambil sekolah. Namun pekerjaan sebagai EO itu dilepaskannya ketika ia ke Australia untuk kuliah.

Noudhy Valdryno ~~

Ia kini bertanggung jawab mengelola media online resmi Partai Gerindra. Kampanye di jalur digital Gerindra dilakukan melalui berbagai media, seperti dengan membuat akun media sosial, membuat jaringan untuk kader Gerindra agar mereka bisa saling berinteraksi, hingga membuat web series Mas Garuda, streaming radio dan bahkan game.

Sebagai orang yang banyak bersentuhan dengan media sosial yang kini dikenal sangat “bebas”, menurutnya, menahan emosi menjadi tantangan tersendiri. “Yang paling penting, bagaimana cara kami menjaga citra Gerindra. Kalau ada orang yang menyerang kami, bagaimana kami bisa berargumen tanpa terbawa emosi tapi tetap pada konteksnya. Kadang-kadang bila ada yang menyerang kami dengan cara yang kurang sopan, mau tidak mau kami juga jadi terbawa emosi. Ini yang harus dilatih sejak awal,” ia menjelaskan.

Awalnya, penyuka sepakbola, tenis, dan fotografi ini sempat berpikir, mengapa ia harus kembali ke Indonesia dan bergabung ke sebuah organisasi politik aktif jika bisa menjadi money maker di Australia dengan penghasilan AU$ 4-5 ribu/bulan. Apalagi biasanya anak-anak Indonesia alumni universitas di Australia pada akhirnya melanjutkan bekerja di Australia, dan jarang yang ingin kembali untuk bekerja di Indonesia mengingat potensi penghasilan yang besar di sana. Namun ia punya visi jangka panjang untuk dapat berkontribusi bagi anak-anak muda yang berbakat tetapi tidak mempunyai materi yang cukup untuk menyalurkan bakat mereka.

Menurutnya, saat ini masih sedikit sekali yayasan yang membantu anak-anak berbakat itu. Dan, jalur politik dinilainya sebagai salah satu jalur tercepat untuk dapat mewujudkan mimpinya tersebut. “Intinya, saya ingin berkontribusi buat masyarakat. Kalau dari muda saya sudah memasang target berdasarkan uang, ya nggak bakal cukup nantinya, akhirnya saya nggak bakal berkontribusi ke masyarakat,” katanya menggarisbawahi.

Destiwati Sitanggang

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)