Rully Marzuli

Menjadi kebanggaan tersendiri bagi Rully Marzuli ketika tahun 2015, bersama tim anak-anak muda lokasi berhasil membawa Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Bandung Group meraih PROPER Lingkungan Hidup “Hijau” dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, serta penghargaan Indonesia Green Companies Award 2015 dari Majalah SWA dan Yayasan Kehati.

Rully MarzuliPrestasi itu adalah buah kerja kerasnya. Sebagai Operation Head PT Pertamina TBBM Bandung Group, tugasnya bertanggung jawab atas operasional TBBM Bandung Group yang mengelola dua lokasi depot Ujungberung dan Padalarang, sebagai area operasional penerimaan, penimbunan dan penyaluran BBM untuk wilayah pemasaran Bandung dan sekitarnya, seperti Cianjur, Sukabumi, Sumedang, Garut. Lokasi depot Ujungberung merupakan TBBM Pertamina yang saat ini paling modern dengan sistem otomasi dalam handling BBM.

TBBM merupakan area operasional yang mengelola BBM selama 24 jam nonstop dengan aspek safety yang tinggi. Serta bertanggung jawab terhadap ketahanan stok BBM, serta layanan penyaluran BBM ke SPBU dan industri di wilayah pemasarannya,” tutur eksekutif muda kelahiran Sabang, 18 Maret 1981 ini.

Menurut Rully, dengan kondisi harga minyak dunia yang jatuh di tingkat terendah sejak 12 tahun terakhir, di bagian operasional pun harus mengimbangi dengan efisiensi biaya, salah satu strategi di TBBM adalah optimasi rantai pasokan sampai ke pelanggan. Namun, tanpa mengabaikan layanan kepada pelanggan, yaitu ketepatan kualitas dan kuantitas BBM melalui penerapan teknologi di sarfas TBBM dan mobil tangki BBM.

Tantangan pekerjaan yang dihadapi, lanjut Rully, sebagai generasi muda pihaknya diharapkan bisa membawa semangat dan integritas yang lebih tinggi, mengingat jumlah pekerja pensiun di BUMN ini cukup tinggi. Maklum, dulu masih berkonsep padat karya, sedangkan sekarang mengarah ke padat teknologi.

Tantangan lain yang terdampak dari pekerjaan adalah pekerja Pertamina harus bersedia ditempatkan di mana saja. Lokasi Pertamina tersebar di seluruh Indonesia, sehingga dirinya selalu berupaya mengajak serta keluarga di mana saja ditempatkan demi keharmonisan keluarga dan menjalankan tugas kantor.


Guna menghadapi berbagai tantangan profesinya, Rully sudah menyiapkan amunisi. Caranya, senantiasa meningkatkan skill dan kompetensi. “Untuk pendidikan formal S-2, saya peroleh dari seleksi beasiswa perusahaan. Sementara informal, saya memperoleh dari senior-senior yang banyak memiliki ilmu terapan ataupun pengalaman kerja. Berbagai ilmu dan referensi pun banyak sekali dipelajari di dunia maya. Yang penting, saya terus menyemangati diri untuk inisiatif terus menambah pengetahuan teknis ataupun manajerial,” ujar lulusan S-1 dan S-2 Jurusan Teknik Industri Universitas Indonesia ini.

Tak puas dengan pencapaian yang sekarang, kelak Rully bermimpi ingin ikut berkontribusi pada Pertamina sebagai Asian Energy Champion. “Saya selalu berupaya memberikan energi terbaik saya kepada perusahaan, seperti Pertamina sebagai Indonesia’s Power House,” kata pehobi lari di jalanan alam dan aspal ini.

Eva M. Rahayu/S. Niken Handayani

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)