Vincent Wongso

Vincent Wongso ~~

Berbekal pengalaman selama empat tahun di bidang industri mesin dari beberapa perusahaan yang berbeda membuat Vincent Wongso mengenal kondisi pasar dan karakter konsumennya di Tanah Air. Kebetulan salah satu pelanggannya merekomendasikan ke Robert Bosch Tool Corporation (RBTC) yang sedang membuka divisi baru power tool. “Kala itu, saya langsung ditelepon oleh Bosch untuk mengikuti wawancara dengan direktur pengelola perusahaan tersebut sampai dua kali. Untunglah diterima sebagai ujung tombak perusahaan per Oktober 2013,” tutur Vincent yang kini menjabat sebagai Manajer Penjualan Nasional RBTC.

Diakui peraih gelar S-1 Teknologi Informasi dari Universitas Binus Jakarta ini, dengan posisinya sebagai sales Bosh di Indonesia, tugasnya memastikan pencapaian target, dari sisi nilai distribusi dan semua lini bisnis, yaitu target pertumbuhan 20% dari tahun 2014 hingga 2015.

Baginya, target tersebut bukanlah suatu tekanan. “Kalau saya enjoy dengan pekerjaan tersebut, saya rasa bukan suatu tekanan, tapi sebuah kesenangan atau tantangan. Jadi, bagi saya, itu bukan masalah, tapi tantangan untuk mencari jalan yang lebih baik,” pria kelahiran 18 Desember 1983 itu menguraikan alasannya.

Produk power tool merek Bosch ini mengincar pasar segmen premium dan profesional. Tentu saja, pemasarannya juga menghadapi kendala. Pertama, kendala pendekatan ke pelanggan karena pelanggan meluas dari Sabang sampai Merauke. Kendala kedua, jumlah kompetitor banyak, mulai dari serbuan produk Tiongkok hingga produk dengan strategi harga murah.

Untuk menghadapi kendala tersebut, Vincent sudah menyiapkan amunisi dengan distribusi yang kuat. “Kami harus memastikan bahwa produk Bosch dapat mudah ditemukan oleh konsumen, pascajualnya juga gampang. Dengan begitu barangnya akan jalan, distribusi langsung ke dealer dan toko bangunan di seluruh Indonesia,” ujar pehobi nonton dan jalan-jalan ini.

Dengan perjalanan karier yang dirintis dari nol, ke depan Vincent ingin mengejar posisi yang lebih tinggi, yaitu sebagai direktur. “Tapi untuk sekarang, saya lebih mencari work-life balance saja. Kebetulan sekarang sudah punya anak, sehingga lebih condong mencari keseimbangan pekerjaan, social life, kesehatan, keluarga dan finansial,” ayah Chloe Gabriella Wongso ini menuturkan.

Eva M.Rahayu/Syukron Ali

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)