Willix Halim

Willix Halim sangat mencintai pekerjaannya. Dia merasa beruntung telah menemukan passion-nya di usia lebih muda ketimbang orang-orang pada umumnya. Setelah lulus kuliah tahun 2010, dia bertugas sebagai pemimpin Front End Developer di Honeywell (Top 100 Perusahaan Teknologi versi Fortune) dan menjabat sebagai Manajer Produk CSIRO (agen penelitian ilmiah terbesar di Australia).

Willix HalimLalu, tahun 2011, Willix memutuskan bergabung dengan Freelancer.com sebagai analis data. Enam bulan kemudian, dia dipercaya menjadi director of analytics di perusahaan ini. “Baru-baru ini saya kembali dipromosikan untuk memimpin tim engineering dan menjabat Senior Vice President of Growth di Freelancer.com,” kata eksekutif kelahiran Medan 15 November 1987 ini.

Tanggung jawab yang diemban lulusan Melbourne University, Australia, dengan dua gelar -- Bachelor of Engineering (Mechatronics) dan Bachelor of Computer Science – ini mencapai 90% dari fungsi keseluruhan tim Freelancer.com, meliputi product management, data science, marketing, customer support, design, engineering dan talent.

Sebenarnya, pekerjaan saya sangat sederhana: menciptakan budaya perusahaan yang tolok ukurnya growth untuk menopang pertumbuhan kami sebagai marketplace terbesar bagi freelancer. Kami telah memiliki 18 juta profesional dalam platform dan mempekerjakan lebih dari 1 miliar freelancer,” ujar pria yang menamatkan pendidikan menengahnya di SMA 1 Santo Thomas, Medan, ini.

Ke depan, Willix sudah menetapkan target yang hendak dicapai. Tujuan jangka pendek, menjadikan perusahaannya senilai US$ 1 miliar. Saat ini, nilai kapitalisasi pasar Freelancer.com baru mencapai US$ 750 juta. Sementara itu, tujuan jangka panjang menjadi marketplace yang bisa memberikan pekerjaan atau proyek kepada 1 miliar orang yang mungkin akan menganggur jika tidak mendapat pekerjaan.

Untuk mencapai target itu, upaya yang dilakukan adalah selalu menggunakan data untuk mendorong keputusan bisnis, sehingga ilmiah. Selanjutnya, eksekusi, eksekusi dan eksekusi.

Kami tidak akan berhenti sampai bisa memberikan pekerjaan kepada 1 miliar orang. Kami memiliki 3 juta freelancer dari India dan 1 juta freelancer dari Indonesia. Tidak ada yang lebih berharga dalam pekerjaan saya dibandingkan bertemu dengan para pengguna Freelancer dan mereka menceritakan keberhasilan Freelancer mengubah hidup mereka lebih sejahtera,” ujarnya, seraya mencontohkan banyak top freelancer Indonesia yang berpenghasilan sekitar US$ 300 ribu per tahun. (*)

Eva M.Rahayu/Nerissa Arviana

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)