Adidharma “Applecoast” Sudrajat, Menambah Lintasan Baru Fashion Hijab Olahraga

Adidharma SudrajatSetelah sukses mengantarkan Applecoast, brand clothing lokal, berkibar di level dunia, Adidharma Sudrajat kembali mengembangkan sayap dengan melahirkan fashion hijab untuk olahraga yang diberi nama Noore. Pria kelahiran Bandung 21 Februari 1991 ini ingin melanjutkan sukses yang dicapai sebelumnya. Seperti diketahui, berkat Applecoast, Adi berhasil meraih prestasi sebagai Wirausaha Muda Terbaik Nasional yang dinobatkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 2015.

Mengapa memilih fashion hijab untuk olahraga yang tergolong unik? Rupanya, mantan atlet taekwondo ini sering melihat kegelisahan teman-temannya sesama atlet yang berhijab sulit mencari sportswear yang nyaman. Selain itu, sebagai produk turunan Applecoast, lintasan baru yang dibangun Noore tidak terlalu jauh dari induknya. Ia juga memproduksi produk apparel, tetapi khusus untuk muslimah.

Dimulai pada Mei 2017, Adi secara bertahap memproduksi hijab dan beberapa legging yang dijual secara online. “Karena respons pasar bagus, kami memantabkan diri mengembangkan Noore sebagai merek yang berdiri sendiri,” ungkap Adi yang secara resmi memperkenalkan merek hijab Noore dalam pameran Trademark di The Trans Luxury Hotel, 4-7 Mei 2017.

Sebagai merek yang berdiri sendiri, tentu saja baik pemasaran maupun strategi produksinya berbeda dengan induknya, Applecoast. Untuk Noore, dari awal Adi sengaja bekerjasama dengan eLcorps --perusahaan multiproduk muslim-- agar akselerasi merek bergerak cepat. “Di semester awal 2018 kami berkolaborasi dengan eLcorps masuk ke toko-toko offline,” kata Adi yang memberikan nama “Noore”, yang berarti cahaya.

Kemudian, meski baru berjalan dua tahunan, Noore sudah memproduksi lima kategori produk, yaitu hijab, baju, dalaman atasan, jaket, baju renang, dan berbagai aksesori seperti kacamata renang, botol minum, topi, tas, dan backpack. Noore juga sengaja berkolaborasi dengan berbagai UMKM di wilayah Jawa Barat sebagai upaya untuk memberdayakan mereka.

Istijanto Oei, pengajar Prasetiya Mulya Business School, memuji kejelian Adidharma membaca peluang pasar. Menurutnya, melalui pakaian olahraga yang ditujukan bagi muslimah, Noore setidaknya mempunyai dua sisi peluang pasar. Pertama, jumlah pemakaian hijab bagi muslimah yang meningkat. Kedua, tren hidup sehat dengan aktivitas fisik seperti olahraga dengan berbagai bentuk, mulai dari joging, renang, sampai nge-gym juga semakin berkembang. “Kedua alasan itu sudah menunjukkan kejelian Noore membidik pasar,” kata Istijanto.

Sebab itu, menurutnya, tantangan terbesar Noore bukan pada target pasar, melainkan bagaimana membesarkan pasar, yaitu dari segi awareness dan network. Dari segi awareness, Noore harus menempatkan nama merek di produknya secara eye catching. “Awareness masih perlu dibangun dari segi exposure untuk menjangkau pengguna baru,” demikian saran Istijanto. Dengan pemakaian media sosial yang masif, misalnya, akan sangat membantu.

Yang kedua, dari segi network, Noore perlu menjalin hubungan secara luas dengan pihak-pihak yang relevan, seperti penyelenggara kegiatan (EO) olahraga, pusat kebugaran (fitness centre, gym), maupun tempat-tempat olahraga seperti kolam renang. Penjualan on the spot juga perlu dilakukan untuk memudahkan konsumen baru. Bagi pelanggan lama, desain atau mode baru juga perlu diperbarui sehingga sport hijab ini pun bisa mengikuti gaya dan mendorong pelanggan memiliki lebih dari satu pakaian olahraga.

Adidharma paham betul apa yang disarankan itu. Namun, sebelum menginjak ke pelataran pemasaran, yang terpenting baginya: produk harus meyakinkan. Ada tiga hal utama yang diperhatikan. Pertama, bahan harus yang berkualitas dan menyerap keringat karena dipakai untuk berolahraga. Kedua, fungsi, desain, dan pola harus bisa memfasilitasi para penggiat olahraga supaya fleksibel. Dan ketiga, desain harus tetap terlihat menarik dan modern.

Adapun untuk penjualan, karena menyasar pasar menengah-atas, Noore hanya tersedia di mal dan tempat-tempat khusus. Kini Noore sudah memiliki tujuh gerai, antara lain di di Trans Studio Mall, Ciwalk, dan fX Sudirman. Selain itu, Noore juga dijual di jaringan toko Elzatta (kelompok eLcorps) dengan harga rata-rata produknya sekitar Rp 300 ribu.

Persis yang disampaikan Istijanto, kini Noore juga giat membangun awareness. Misalnya, dalam Asian Games yang baru lalu, Noore menjadi sponsor bagi atlet-atlet muslimah Indonesia. “Ada empat atlet penyumbang medali yang memakai produk kami. Tentu, kami bangga dan sangat mendukungnya,” kata Adi yang memang memiliki misi ingin mempermudah para muslimah berolahraga. “Misi kami membuat produk olahraga muslim yang fungsional, dinamis, dan stylish,” lanjutnya. Ia bangga karena berkat keterlibatannya di Asian Games, Noore diundang dalam tradeshow B2B khusus olahraga

Ke depan, masih banyak program pemasaran yang disiapkan. Adidharma optimistis dengan pencapaian Noore yang saat ini bisa terjual 300 pcs/bulan dan produksinya sudah meningkat dua kali lipat. Di antaranya, ada program penjualan khusus, namanya Hijab for The Champion, yang sebagian penghasilannya diberikan ke cabang olahraga terkait, seperti panjat tebing dan taekwondo, untuk pembinaan para atlet menghadapi SEA Games dan Olimpiade.

Selain itu, Noore juga akan mengambil bagian dalam Olimpiade 2020 di Jepang. Misi ini sekaligus dalam upaya mulai menjajakan Noore agar bisa diterima oleh muslimah dunia, tidak hanya Indonesia. Bagaimanapun, Noore sebagai produk Indonesia sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat Indonesia.(*)

Dyah Hasto Palupi

Reportase: Nisrina Salma

Riset: Elsi Anismar

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)