Ambisi Printerous Menangkan Pasar Percetakan Indonesia

Perusahaan start-up percetakan online, Printerous, mengumumkan bahwa mereka telah memperoleh investasi sebesar Rp18 miliar (US$ 1,4 juta) pra-seri A yang dipimpin oleh Golden Gate Ventures dari Singapura, yang diikuti oleh Sovereign’s Capital asal Amerika Serikat dan grup bisnis Gunung Sewu Kencana dari Indonesia.

Kevin Osmond, co-founder dan CEO Printerous.

Sebagai platform percetakan, Printerous ingin mengembangkan kepemimpinannya di pasar percetakan Indonesia yang bernilai Rp 121 triliun, dan mengepakkan sayap bisnisnya ke seluruh Asia Tenggara. Perusahaan akan menggunakan investasi baru ini untuk akuisisi dan retensi pengguna, hal ini dilakukan dengan meningkatkan seluruh aspek bisnis agar bisa menjadi pemimpin pasar percetakan di Indonesia.

Sebelumnya, Printerous sudah mendapatkan investasi dari RMKB Ventures dan anggota keluarga Tahir. Semenjak itu, Printerous mulai menjalankan model usaha business-to-business (B2B) dengan tujuan menjadi penyedia layanan percetakan utama bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. Startup ini juga mendapatkan pendanaan dari beberapa angel investor yang cukup terkenal seperti Steve Christian, CEO dari KapanLagi Network.

Investasi ini hadir tepat di saat perusahaan kecil menengah di Indonesia mulai terbuka terhadapteknologi untuk mengefisiensikan operasi usaha. Banyak usaha lokal yang telah menggunakan platform SaaS (Software as a Service) untuk menerima penjualan, mengatur tenaga kerja sampai keuangan.

Printerous menyediakan berbagai macam layanan percetakan bagi perusahaan, mulai dari kartu nama, alat tulis kantor, materi pemasaran, baju, pengemasan, dan pernak-pernik. Untuk layanan individual, Printerous menawarkan sejumlah layanan percetakan seperti foto album, dekorasi dinding, casing ponsel, dan bantal guling.

Menurut Justin Hall, Principal di Golden Gate Ventures bisnis memiliki kebutuhan percetakan yang konsisten dan berharga untuk banyak hal seperti kartu nama, brosur, flyer, hingga spanduk. Terlebih lagi, industri UKM (Usaha Kecil Menengah) sedang bertumbuh pesat. UKM mewakili 95 persen bisnis di Indonesia, dan kami yakin Printerous berada dalam posisi yang tepat untuk melayani semuanya,” ujar Justin.

Kevin Osmond, Christian Soeseno Boenarso, dan David Soong mendirikan Printerous pada tahun2012 dengan misi memudahkan proses desain dan percetakan di Indonesia untuk individu danpemilik usaha. Kevin sendiri merupakan serial entrepreneur teknologi yang sebelumnya merupakan CEO dari agensi digital, Weekend Inc. Kevin juga merupakan salah satu pemegang saham Fimela, salah satu portal media online perempuan di Indonesia. Sebelum menjalankan Printerous, ia juga terlibat dalam perintisan Tiket, sebuah e-commerce travel. Ia juga pernah exit secara sukses dengan startup jaringan sosial Bouncity.

Christian merupakan Direktur Marketing dan Percetakan Digital untuk Subur Printing Group, salah satu grup percetakan di Indonesia. Ia juga termasuk salah satu anggota dewan dari Asosiasi Percetakan Asia Pasifik (Dscoop/Asia-Pacific Printing Association). Sementara, David merupakan pendiri salah satu studio fotografi, AXIOO Photography. Ia juga termasuk pemegang saham dari salah satu Group F&B Boga Group serta marketplace pernikahan BrideStory.

Kevin menjelaskan bahwa mereka mendirikan Printerous karena melihat industri percetakan di Indonesia yang kurang efisien. “Percetakan selalu menjadi sesuatu yang merepotkan. Konsumen harus pergi ke toko percetakan, mendiskusikan harga, sampai menunggu semua proses percetakan selesai,” jelasnya. “Kami percaya bahwa dengan mengandalkan teknologi, kegiatan cetak-mencetak akan menjadi lebih praktis dan terjangkau bagi banyak pihak.”

Platform Printerous menghubungkan penyedia layanan cetak (PSP/Printing Service Providers)dengan para pelanggan. Teknologi ini mampu mencocokkan kebutuhan percetakan UKM dengan kapasitas percetakan dari para PSP.

Kevin menjelaskan, “Sebagai model bisnis, Printerous memfasilitasi kapasitas produksi maksimal perusahaan percetakan, ini akan meningkatkan omzet lebih bagi PSP dan membantu pelanggan mendapatkan harga yang lebih murah. Platform Printerous memiliki fitur yang tepat untuk mengakomodasi nyaris seluruh kebutuhan percetakan. Bantuan desain dan formatting juga diberikan, dan ini membantu pelanggan awam mencetak desain yang mereka inginkan secara lebih mudah. Pengguna bisa menemukan harga terbaik, yang disempurnakan dengan kecepatan pengantaran tercepat melalui platform.”

Hingga kini, Printerous sudah melayani lebih dari 22.000 pelanggan dan 1.100 perusahaan. Startup memiliki lebih dari 40 anggota tim di dua kota yakni Jakarta untuk sales dan marketing, serta Yogyakarta untuk desain dan teknologi. Setelah memenangkan pasar percetakan online di Indonesia, Printerous berencana mengepakkan sayapnya ke seluruh Asia Tenggara.

 

Editor: Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)