Amos Gunawan Berdayakan Warung dengan Klikdaily

Amos Gunawan, CEO Klikdaily.
Amos Gunawan, CEO Klikdaily.

Akses terhadap kemajuan teknologi adalah hak semua orang. Termasuk para pemilik warung tradisional yang merupakan bagian dari usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam perekonomian Indonesia. Salah satu startup yang mendukung akses tersebut adalah Klikdaily, platform rantai pasok (supply chain) yang membantu pemberdayaan dan pengembangan warung.

Peran yang ditawarkan Klikdaily (PT Klik Teknologi Indonesia) terutama adalah menyederhanakan jalur distribusi fast moving consumer goods (FMCG), khususnya bagi kalangan pengelola warung untuk mendapatkan kemudahan dalam akses produk. Klikdaily melakukan integrasi aktivitas pengadaan barang, transportasi, dan penyediaan stok produk hingga sampai di pelanggan melalui pola Integrated Supply Chain Management (ISCM).

Perusahaan rintisan ini didirikan pada 2018 oleh Amos Gunawan, yang sebelumnya memiliki pengalaman di bisnis distribusi gas LPG. Kala itu, Amos sering menjumpai para pemilik warung yang mengeluhkan tentang sulitnya akses produk, terjebak utang karena permodalan, hingga bingung bagaimana agar warung mereka bisa berkembang. “Hal ini mengusik hati kecil saya, dan mendorong saya untuk membantu memberikan solusi yang lebih baik,” kata CEO Klikdaily ini.

Amos merintis bisnis ini bersama rekannya, Indra Dhanurendra, yang berperan sebagai CTO untuk mengembangkan sisi teknologi. Adapun Amos fokus pada pengembangan bisnis dan SDM. Di awal bisnis, sumber pendanaan berasal dari para pendiri perusahaan –istilahnya, bootstrapping.

Menurut Amos, bisnis Klikdaily sejak awal berdiri konsisten di bidang distribusi (supply chain), khususnya produk FMCG. Sistem teknologi yang dibangun bersifat end to end solution, mulai dari memfasilitasi pemilik merek produk (supplier) hingga warung tradisional.

Khusus untuk warung tradisional, sebagai mitra, mereka ditawari kemudahan memesan produk dan mengelola usaha, akses permodalan, hingga pengembangan usaha. Semuanya terhubung melalui layanan aplikasi berbasis mobile, Mitra Klikdaily. Banyaknya manfaat yang didapatkan mitra tak terlepas dari kerjasama yang dilakukan Klikdaily dengan berbagai principal besar.

Meski demikian, Amos mengakui salah satu tantangan bisnis yang dihadapi adalah bagaimana mengubah kebiasaan para pelaku usaha memakai cara-cara lama tanpa teknologi. Karena itu, solusinya adalah dengan pengembangan usaha dan edukasi berkelanjutan.

Saat ini Klikdaily mengembangkan usaha dengan cara ekspansi ke kota-kota yang strategis di seluruh Indonesia. “Dengan memperluas jangkauan layanan, makin banyak warung tradisional yang dapat dibantu,” ujar Amos.

Selain itu, Klikdaily juga menggandeng banyak mitra dari berbagai industri yang relevan, baik para pelaku startup, komunitas, bank, maupun lembaga pemerintahan. ”Kami terus meningkatkan fasilitas layanan kami kepada warung, sehingga kami menjadi one stop solution dalam ekosistem ini,” kata alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Pelita Harapan ini.

Saat ini, Klikdaily telah beroperasi di Jabodetabek, Jawa Barat, serta Jawa Tengah; melayani lebih dari puluhan ribu warung tradisional di 600 area. Perusahaan rintisan ini didukung lebih dari 100 karyawan, tersebar di kantor pusat dan beberapa sentra distribusi.

Klikdaily melakukan pendekatan strategi online maupun offline. Di ranah online Klikdaily menggunakan digital marketing, sedangkan di ranah offline dengan membuat program dan edukasi langsung ke warung-warung tradisional. “Secara kolektif kami terus membuka area pengantaran baru guna mendekatkan diri ke warung-warung pengguna kami yang kami sebut Mitra Klikdaily,” katanya.

Di sisi teknologi, Klikdaily juga akan terus melakukan inovasi yang mampu mendukung para principal dan warung tradisional agar mampu mengolah dan menyajikan data terperinci. Sehingga, dapat menganalisis keputusan bisnis secara lebih mendalam dan akurat.

Pada Mei lalu, Klikdaily telah mendapatkan pendanaan Seri A (tidak disebutkan besaran nilainya) dari perusahaan modal ventura Global Founders Capital (GFC). Dana tersebut akan dipergunakan untuk fokus pada pengembangan teknologi dan infrastruktur guna mempercepat misi perusahaan, yakni pemberdayaan warung tradisional di seluruh negeri.

Sebelumnya, pada pertengahan 2019, Klikdaily telah mendapat pendanaan Pre-Series A yang berasal dari GFC, Pegasus Capital (sebelumnya bernama Fenox Venture Capital), Fundedhere, dan Teja Ventures.

Kabar baik lainnya, ketika sebagian besar perusahaan berjuang di tengah pandemi ini, Klikdaily mengalami peningkatan jumlah transaksi. Peningkatan permintaan tidak hanya terlihat dari produk makanan dan minuman kemasan yang sudah lebih dahulu disediakan Klikdaily, tetapi juga pada bahan makanan pokok. Manajemen mengklaim pertumbuhan per tahun perusahaan di tahun 2020 meningkat lebih dari 700\% bila dibandingkan dengan tahun 2019.

“Kami menargetkan pemberdayaan lebih dari 1 juta warung tradisional di seluruh Indonesia,” kata Amos. Caranya, melalui perluasan wilayah usaha, pengembangkan fitur teknologi maupun program-program pendukung, serta kerjasama dengan lebih banyak mitra bisnis. (*)

Anastasia A.S. & Jeihan Kahfi Barlian

www.swa.co.id

Akses terhadap kemajuan teknologi adalah hak semua orang. Termasuk para pemilik warung tradisional yang merupakan bagian dari usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam perekonomian Indonesia. Salah satu startup yang mendukung akses tersebut adalah Klikdaily, platform rantai pasok (supply chain) yang membantu pemberdayaan dan pengembangan warung.

Peran yang ditawarkan Klikdaily (PT Klik Teknologi Indonesia) terutama adalah menyederhanakan jalur distribusi fast moving consumer goods (FMCG), khususnya bagi kalangan pengelola warung untuk mendapatkan kemudahan dalam akses produk. Klikdaily melakukan integrasi aktivitas pengadaan barang, transportasi, dan penyediaan stok produk hingga sampai di pelanggan melalui pola Integrated Supply Chain Management (ISCM).

Perusahaan rintisan ini didirikan pada 2018 oleh Amos Gunawan, yang sebelumnya memiliki pengalaman di bisnis distribusi gas LPG. Kala itu, Amos sering menjumpai para pemilik warung yang mengeluhkan tentang sulitnya akses produk, terjebak utang karena permodalan, hingga bingung bagaimana agar warung mereka bisa berkembang. “Hal ini mengusik hati kecil saya, dan mendorong saya untuk membantu memberikan solusi yang lebih baik,” kata CEO Klikdaily ini.

Amos merintis bisnis ini bersama rekannya, Indra Dhanurendra, yang berperan sebagai CTO untuk mengembangkan sisi teknologi. Adapun Amos fokus pada pengembangan bisnis dan SDM. Di awal bisnis, sumber pendanaan berasal dari para pendiri perusahaan –istilahnya, bootstrapping.

Menurut Amos, bisnis Klikdaily sejak awal berdiri konsisten di bidang distribusi (supply chain), khususnya produk FMCG. Sistem teknologi yang dibangun bersifat end to end solution, mulai dari memfasilitasi pemilik merek produk (supplier) hingga warung tradisional.

Khusus untuk warung tradisional, sebagai mitra, mereka ditawari kemudahan memesan produk dan mengelola usaha, akses permodalan, hingga pengembangan usaha. Semuanya terhubung melalui layanan aplikasi berbasis mobile, Mitra Klikdaily. Banyaknya manfaat yang didapatkan mitra tak terlepas dari kerjasama yang dilakukan Klikdaily dengan berbagai principal besar.

Meski demikian, Amos mengakui salah satu tantangan bisnis yang dihadapi adalah bagaimana mengubah kebiasaan para pelaku usaha memakai cara-cara lama tanpa teknologi. Karena itu, solusinya adalah dengan pengembangan usaha dan edukasi berkelanjutan.

Saat ini Klikdaily mengembangkan usaha dengan cara ekspansi ke kota-kota yang strategis di seluruh Indonesia. “Dengan memperluas jangkauan layanan, makin banyak warung tradisional yang dapat dibantu,” ujar Amos.

Selain itu, Klikdaily juga menggandeng banyak mitra dari berbagai industri yang relevan, baik para pelaku startup, komunitas, bank, maupun lembaga pemerintahan. ”Kami terus meningkatkan fasilitas layanan kami kepada warung, sehingga kami menjadi one stop solution dalam ekosistem ini,” kata alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Pelita Harapan ini.

Saat ini, Klikdaily telah beroperasi di Jabodetabek, Jawa Barat, serta Jawa Tengah; melayani lebih dari puluhan ribu warung tradisional di 600 area. Perusahaan rintisan ini didukung lebih dari 100 karyawan, tersebar di kantor pusat dan beberapa sentra distribusi.

Klikdaily melakukan pendekatan strategi online maupun offline. Di ranah online Klikdaily menggunakan digital marketing, sedangkan di ranah offline dengan membuat program dan edukasi langsung ke warung-warung tradisional. “Secara kolektif kami terus membuka area pengantaran baru guna mendekatkan diri ke warung-warung pengguna kami yang kami sebut Mitra Klikdaily,” katanya.

Di sisi teknologi, Klikdaily juga akan terus melakukan inovasi yang mampu mendukung para principal dan warung tradisional agar mampu mengolah dan menyajikan data terperinci. Sehingga, dapat menganalisis keputusan bisnis secara lebih mendalam dan akurat.

Pada Mei lalu, Klikdaily telah mendapatkan pendanaan Seri A (tidak disebutkan besaran nilainya) dari perusahaan modal ventura Global Founders Capital (GFC). Dana tersebut akan dipergunakan untuk fokus pada pengembangan teknologi dan infrastruktur guna mempercepat misi perusahaan, yakni pemberdayaan warung tradisional di seluruh negeri.

Sebelumnya, pada pertengahan 2019, Klikdaily telah mendapat pendanaan Pre-Series A yang berasal dari GFC, Pegasus Capital (sebelumnya bernama Fenox Venture Capital), Fundedhere, dan Teja Ventures.

Kabar baik lainnya, ketika sebagian besar perusahaan berjuang di tengah pandemi ini, Klikdaily mengalami peningkatan jumlah transaksi. Peningkatan permintaan tidak hanya terlihat dari produk makanan dan minuman kemasan yang sudah lebih dahulu disediakan Klikdaily, tetapi juga pada bahan makanan pokok. Manajemen mengklaim pertumbuhan per tahun perusahaan di tahun 2020 meningkat lebih dari 700% bila dibandingkan dengan tahun 2019.

“Kami menargetkan pemberdayaan lebih dari 1 juta warung tradisional di seluruh Indonesia,” kata Amos. Caranya, melalui perluasan wilayah usaha, pengembangkan fitur teknologi maupun program-program pendukung, serta kerjasama dengan lebih banyak mitra bisnis. (*)

Anastasia A.S. & Jeihan Kahfi Barlian

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)