Devi Raissa, Melejitkan Buku Anak Interaktif Pesaing Buku Impor

Ketika ingin membuat buku, seorang penulis biasanya mencari atau mengontak penerbit besar yang mau menerbitkan naskahnya. Namun, tidak begitu dengan Devi Raissa. Wanita kelahiran 1987 ini lebih memilih jalur independen (indie) untuk menerbitkan karyanya yang berupa buku cerita interaktif untuk anak usia 6 bulan sampai 7 tahun. Ia mengusungnya dengan merek Rabbit Hole. Dengan pengalamannya sebagai psikolog anak, tampaknya Devi paham betul bagaimana idealnya sebuah buku yang bisa menarik minat baca anak-anak.

Devi raisaBerbeda dengan buku kebanyakan, buku interaktif yang dibuat Devi menghadirkan fitur-fitur yang bisa menyenangkan. Ada fitur Sentuh Rasa yang memungkinkan anak melakukan eksplorasi aktivitas sensorisnya. Karena itu, sebagian buku terbitan Rabbit Hole memiliki material yang didesain khusus –seperti beludru, bulu mata palsu dan wol halus– yang dimanfaatkan untuk mendukung penjelasan dalam buku. “Keunikan buku ini ada pada fitur seperti Pop-up dan Touch and Feel, yang tidak ada di buku-buku Indonesia,” ujar Devi menjelaskan secara singkat keunggulan Rabbit Hole.

Devi memilih menerbitkan buku-buku tersebut secara independen, dengan tujuan agar buku yang dibuat masih terjangkau harganya dan lebih murah dibanding buku impor sejenis yang biasanya harganya mahal. “Sebagai psikolog, saya merasa mengapa tidak membuat buku anak yang bisa membantu perkembangan anak dengan kualitas bagus dan harganya terjangkau,” ungkapnya.

Devi mengaku, dari penerbitan buku Rabbit Hole ini, tidak kurang omset sebesar Rp 1 miliar per bulan ia kantongi. Ini dengan perkiraan ia mampu menjual hingga 14.000 buku. Angka ini cukup besar mengingat ia baru menggeluti bisnis tersebut sejak Januari 2016. “Pertumbuhannya memang sangat cepat,” katanya mengenai bisnis yang ditekuni dengan bendera PT Lubang Kelinci ini.

Menurut Devi, perkembangan bisnis buku anak-anak yang cepat ini tak terlepas dari permintaan yang membludak. Ia mengamati, animo para orang tua muda pada buku anak-anak memang cukup tinggi. Bahkan, ia melihat tak sedikit dari mereka yang tidak segan menghabiskan uang jutaan rupiah untuk membeli buku demi anak mereka, termasuk yang anak-anaknya masih merangkak.

Maklum, masih sedikit pebisnis yang membuat produk buku anak dengan kelengkapan fitur untuk menstimulasi tumbuh kembang anak. Selama ini, kebutuhan tersebut diisi oleh buku-buku impor. “Tantangannya justru ada pada kenaikan penjualan yang begitu cepat,” ujarnya.

Untuk pemasaran buku-bukunya, Devi menggunakan media sosial Instagram yang disisipi konten tip pengasuhan anak (parenting). Tak cuma itu, ia juga memanfaatkan sistem arisan, di mana setiap peserta membayar Rp 100.000 per bulan, dan pemenangnya akan mendapatkan buku. “Hingga saat ini sudah ada sekitar 4.000 orang yang tergabung dalam program arisan,” ujarnya.

Kini, Rabbit Hole telah menerbitkan beberapa buku anak-anak. Di antaranya, Liburan Terbaik, Kisah Pedagang & Tabib, Cilukba, Suara Apa Itu dan Asal Muasal Namaku. Ke depan, Devi punya rencana untuk lebih fokus membuat buku dengan fitur-fitur yang baru. Menurutnya, masih banyak fitur menarik pada buku-buku impor yang belum dia hadirkan pada buku-bukunya.

Reportase Anastasia Anggoro Sukmonowati

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Cara Mudah Periksa Kesehatan Melalui Medika App

Kegelisahan untuk mendapat kepastian bertemu dokter dan ketidakpastian berapa lama antrean di rumah sakit, menjadi peluang  tersendiri bagi Danang Firdaus....

Close