Dianata Eka Putra: Mengubah Haluan ke Bisnis Penerbit Buku Online

Steffanie Deviona agak ragu-ragu setelah mengirimkan naskah yang ditulisnya ke situs penerbit buku online, guepedia.com, kendati situs ini tidak akan memungut tarif untuk memproduksi dan mendistribusikan naskahnya. “Semuanya serba gratis untuk produksi dan distribusi akan di-handle guepedia.com,” kata Steffanie yang hobi menulis cerita di Internet. Kekhawatiran Steffanie itu telah sirna lantaran guepedia.com membuktikan janjinya. Naskahnya diproduksi menjadi buku yang berjudul The Cold Heart. Hasilnya? “Sunggguh di luar dugaan, proses percetakannya sangat cepat, bahkan novel The Cold Heart dipromosikan guepedia.com ke situs jual beli online. Semuanya gratis dan sesuai yang dijanjikan,” ujarnya semringah.

Dianata Eka PutraGuepedia.com didirikan oleh Dianata Eka Putra (30 tahun) pada Agustus 2015. Dianata mengklaim, Guepedia merupakan penerbit buku online yang pertama kali di Indonesia. Kehadiran situs ini mempermudah penulis untuk menerbitkan naskahnya menjadi buku dalam tempo 10 hari sejak naskah diterima oleh tim guepedia.com. Selama waktu tersebut, tim produski menyunting dan mendesain tata letak naskah, serta sampul buku. Setelah tahapan praproduksi ini rampung, maka Dianata segera mempromosikan dan mendistribusikan buku di berbagai saluran penjualan, seperti via media sosial dan situs jual beli online di Asia Tenggara. Stefannie pun puas dengan pelayanan Guepedia. “Tadinya saya mengira prosesnya akan lama. Tetapi mereka justru sangat cepat,” ia menerangkan.

Selain Stefannie, Guepedia saat ini berhasil menjaring lebih dari 300 penulis meski tidak banyak mempromosikannya besar-besaran. Dianata hanya sekali mempromosikan Guepedia. “Saya hanya mengikuti pameran di Indonesia e-Commerce Summit & Expo beberapa waktu lalu di BSD Serpong. Alhamdulillah, waktu itu sudah ada 200 penulis,” ujar Dianata. Cikal bakal guepedia.com berawal dari Titik Media, penerbit buku konvensional yang dimilikinya.

Titik Media melahirkan buku-buku yang laris manis, di antaranya Hitler Mati di Indonesia karya KGPH Soeryo Goeritno, MSc. Dianata juga menulis sejumlah buku book seller yang diterbitkan Titik Media, seperti Rahasia 10 Anak Jenius di Dunia, Rahasia Menangkal Kejahatan Hipnotis, dan 13 Misteri di Kota Mekah. Sebelum menjadi pengusaha, Dianata rajin menulis di sela-sela kesibukannya sebagai pegawai di beberapa perusahaan. Pada saat itu, ia merampungkan buku Membaca Pikiran Orang, Lewat Bahasa Tubuh yang diterbitkan Mizan. Bukunya ini dicetak ulang sebanyak 13 kali dan mendapatkan royalti sampai saat ini.

Perjalanan Dianata sebagai penulis cukup berkelok-kelok. Naskahnya, kerap kali ditolak mentah-mentah oleh penerbit. Kalau pun diterbitkan, salah satu bukunya hanya sebentar saja mejeng di rak toko buku. “Menurut saya, bukan karena buku itu tidak bagus, tapi karena manajemen distribusinya yang kurang baik.” ujar Dianata. Pembayaran royaltinya setiap 6 bulan sekali dan terkadang hanya diberi 5% dari kesepakatan awal sebesar 10%. “Hal semacam ini menggerakkan saya untuk merevolusi sistem penerbitan,” ungkapnya.

Pengalamannya itu lalu dimodifikasi untuk mengembangkan Guepedia. Lalu, dia membeli mesin percetakan untuk mencetak naskah berwarna hitam putih. “Investasi di mesin percetakan lebih dari Rp 100 juta,” ucapnya. Modalnya yang digelontorkan akan bertambah gemuk apabila menghitung komponen lainnya, seperti membayar gaji karyawan, tagihan listrik, atau mengembangkan sistem teknologi informasi. Dianata mengatakan guepedia.com mengembangkan aplikasi di Android. Nantinya, dia akan mengembangkan aplikasi di iOS.

Dia menganalogikan Guepedia seperti perusahaan aplikasi teknologi di transportasi online. Platform digital ini berhasil menjaring minat penulis. “Di bulan pertama sejak Guepedia berdiri, saya mendapatkan penulis sekitar 10 orang dan penjualan buku menembus Rp 11 juta,” lanjut pengusaha lulusan S-1 Jurusan Fisika dari Universitas Indonesia ini. Jumlah penulis dan transaksi semakin bertambah seiring pertumbuhan bisnis Guepedia. Namun, Dianata belum bisa memastikan persentase pertumbuhan bisnisnya ini. “Yang jelas jumlah penulis mencapai 300 orang, dan satu penulis bisa memiliki lebih dari satu naskah,” ia membeberkan.

Lebih lanjut, dia menuturkan model bisnis Guepedia berbeda dari penerbit konvensional ataupun penerbit independen. Guepedia memastikan naskah penulis akan diterbitkan sepanjang tidak melanggar nilai dan norma masyarakat. Panjang naskah minimum 80 halaman. Kemudian penulis mendaftar ke guepedia.com dan mengunggah naskahnya dalam format PDF atau word. “Dalam waktu 10 hari, buku tersebut sudah bisa dicetak, kalau penerbit konvensional diproses tiga bulan,” katanya mengenai perbedaan proses cetak di Guepedia.

Jika penerbit konvensional membebani biaya penyuntingan hingga pendaftaran International Standard Book Number (ISBN) ke penulis, Guepedia melakukan hal sebaliknya. Untuk urusan royalti, Dianata memberikan sebesar 15% dan pembayarannya setiap sebulan sekali. “Laporan penjualan mudah dipantau penulis yang menjadi anggota guepedia.com,” ujarnya. Nah, hal yang seperti itu menjadi pembeda antara guepedia.com dan penerbit buku konvensional. Hal ini dituturkan Steffanie yang acap kali mendapat laporan royalti. “Laporannya sangat jelas dan tidak ribet, saya cukup log in di website dan semua laporan dari penjualan buku akan muncul beserta jumlah royalti. Semua janji yang ditawarkan di awal sudah terbukti,” Stefannie menguraikan.

Menurut Dianata, sistem royaltinya lebih transparan dan cepat daripada penerbit konvensional yang biasanya dibayar setiap 6 bulan. Untuk memasarkan buku, Dianata menambahkan, dilakukan lewat Google Play Book yang harganya bisa lebih murah 25% dari harga buku fisik. Atau dijual di media sosial, hargabukuonline.com, serta titikmedia.com. “Dan yang tidak kalah penting, biaya cetak gratis dan pemasaran menggunakan 25 marketplace ternama se-Asia untuk memudahkan konsumen membeli dan mengakses buku,” dia menjabarkan kiatnya.

Model bisnis yang diterapkan Guepedia ini membantu penulis memasarkan karyanya ke masyarakat. Steffanie mengapresiasi kerja keras Dianata yang tidak alpa melindungi hak intelektual penulis melalui ISBN yang didaftarkan Guepedia di setiap buku yang diproduksinya. Pelayanan pascajualnya pun memuaskan konsumen. Steffanie yang mengenal Guepedia melalui aplikasi Wattpad, menilai Guepedia cukup gesit menarik buku yang cetakannya tidak sempurna dan menggantikan buku baru untuk diserahkan ke pembeli. “Saran saya, Guepedia memeriksa ulang kualitas buku sebelum dikirim ke konsumen,” kata Steffanie. Dia juga berharap ke depan, Dianata menyediakan kontrak perjanjian tertulis yang disepakatai antara penulis dan guepedia.com.

Vicky Rachman & Syukron Ali

Riset: M. Khoirul Umam

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)