Evermos, Kiat Iqbal Membangun Ekosistem Ekonomi Digital Muslim

Iqbal Muslimin, CEO Evermos, platform untuk menjual produk-produk muslim Indonesia

Pemasaran digital bukan dunia baru bagi Iqbal Muslimin. Sejak 2013 Iqbal sudah bergelut di bidang e-commerce dengan mendirikan I-Toku Magazine, mengelola konten editorial, memiliki ide penulisan artikel, mengembangkan situs web, dsb. Kemudian, berturut-turut ia bergabung dengan Brambang.com, lalu Bobobox, hingga terakhir melahirkan Evermos, bersama delapan temannya di Bandung.

Menurut Iqbal yang ditunjuk sebagai CEO Evermos, nama Evermos adalah singkatan Everyday Need for Every Moslem, platform untuk menjual produk-produk muslim Indonesia. Sebagai wadah yang fokus menjual produk hijab sehari-hari, Evermos bertujuan menghubungkan supplier dan reseller. “Evermos dimulai dari sebuah impian, visi, dan tujuan untuk membantu pelaku-pelaku bisnis kecil dan perorangan untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaaan besar dan yang sudah maju,” ungkap lulusan Ilmu Komputer, Universitas Telkom, Bandung ini.

Didirikan pada November 2018, Evermos kini telah berbentuk PT dengan nama unik, PT Setiap Hari Dipakai, yang berarti sama dengan Evermos. “Dengan kolaborasi bersama brand-brand muslim dan reseller, kami membangun channel penjualan terbesar dan peluang bisnis sebagai reseller untuk berjualan produk muslim di Indonesia dengan lebih efisien dan efektif,” Iqbal menjelaskan. Ia berharap Evermos menjadi jembatan yang menggandeng bersama dengan sinergi, ukhuwah untuk membangun ekonomi umat bersama-sama sehingga individu kecil dan pelaku industri pun menjadi mandiri.

Iqbal mengatakan, selama ini pasar digital muslim di Indonesia belum tergarap maksimal. Maka, ia pun ingin menciptakan ekosistem digital untuk muslim yang menyediakan seluruh kebutuhan, terutama produk halal. “Sejak 2017 saya sudah kepikiran membuat aplikasi digital yang berfokus ke muslim,” ujarnya. Ia mengaku terinspirasi oleh semakin banyaknya perempuan di kantornya yang berhijab.

Evermos hadir sebagai social commerce. Hal utama yang dilakukan adalah mempertemukan supplier dan reseller. “Kami menggandeng banyak sekali reseller dari yayasan atau organisasi, terutama di Bandung (karena Evermos berasal dari Bandung),” kata Iqbal. Ternyata, tambahnya, banyak juga yayasan ataupun organisasi yang menjadi reseller yang selama ini masih kebingungan bagaimana mengembangkannya.

Agar berdampak maksimal, reseller yang diprioritaskan Evermos adalah yang telah memiliki jaringan sosial, terutama untuk konsumen yang belum terpapar pengetahuan menyeluruh tentang belanja online dan transaksi online. “Kami melihat bahwa masyarakat di second dan third city masih belum terbiasa berbelanja online. Sehingga, reseller kami selain sebagai penjual juga harus mampu menjelaskan kepada konsumen agar terbiasa dengan cara belanja online,” paparnya.

Berdiri pada November 2018, kini Evermos memiliki lebih dari 28 ribu penjual di seluruh Indonesia dan menggandeng lebih dari 230 pemasok dari label muslim lokal dan UMKM. Sebut saja, Zoya, Rabbani, dan Elbina di produk fashion, serta Syaamil dan Corodoba untuk Al Quran.

Bagi mereka yang ingin menjadi penjual Evermos sebagai bisnis sampingan, mudah saja. Syaratnya cukup mengisi form data diri dan membayar biaya registrasi Rp 300 ribu untuk keanggotaan seumur hidup. Setelah terdaftar, mereka bisa langsung berjualan tanpa proses panjang.

“Di Evermos, kami mengagregasi sebanyak-banyaknya reseller dan supplier. Mereka tinggal pilih saja produk-produk yang sekiranya sesuai dengan konsumen untuk dipajang di website pribadi mereka. Harga jualnya pun setara untuk seluruh reseller sehingga tidak akan terjadi persaingan harga,” kata Iqbal tandas. Ia menambahkan, reseller yang bisa menjual produk akan mendapat komisi penjualan rata-rata 20% dari vendor supplier.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)