GetCRAFT.com Indonesia Raih Accenture Consumer Innovation Award

Start up Indonesia GetCRAFT.com memenangkan penghargaan Accenture Consumer Innovation Awards (ACIA) yang diselenggarakan di Singapura pada 7-8 September bersamaan dengan Accenture Summit Millennial2020. Pada penyelenggaraan event sebelumnya di London (April 2016), start-up Snapcart dari Indonesia juga mendapatkan penghargaan serupa.

Accenture Summit Millennial2020 & Accenture Consumer Innovation Awards (ACIA) 2016 Accenture Summit Millennial2020 & Accenture Consumer Innovation Awards (ACIA) 2016

Award ini merupakan penghargaan Accenture bagi start up yang berhasil memberikan solusi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dengan brand, menciptakan personalisasi, meningkatkan penjualan, memperbaiki sourcing produk dan delivery-nya, serta meningkatkan kemampuan penggunaan digital oleh brands.

“Intinya, penghargaan ini untuk memberikan pengakuan kepada start-up yang telah memainkan peranan besar dalam mengubah dan memperbarui cara orang berbelanja dan berinteraksi dengan merek barang konsumsi, travel, dan perusahaan ritel,” kata  Teo Correia, Senior Managing Director untuk Consumer Goods and Services Accenture.

GetCRAFT memenangkan penghargaan di kategori “Make ME Love My Brands, Digitally, and Physically.” Solusi yang ditawarkan GetCRAFT melalui aplikasinya dinilai para juri dari Accenture dari perwakilan sejumlah brands besar berhasil menjawab tantangan brand untuk lebih dekat dengan konsumen, membangun hubungan langsung yang lebih dalam, dan memungkinkan brands memperbaiki pengalaman yang ditawarkan serta membangun platform untuk service tambahan. GetCRAFT berhasil masuk sebagai finalis bersama 15 peserta lainnya. Dia sukses menyisihkan 230 peserta dari berbagai negara di dunia. Selain GetCRAFT.com, tiga pemenang lainnya berasal dari Singapura, Hongkong dan United Kingdom (UK). Pitching untuk memilih empat pemenang dari 16 finalis ini dilakukan pada summit Millennial2020 yang diselenggarakan pertama kalinya di Asia Pasifik.

Summit Millennial2020 adalah event yang mempertemukan para pemangku kepentingan di dunia perdagangan—yaitu para pengusaha rintisan (start-up), brands, retailers dan investors—untuk bersama-sama mengeksplorasi masa depan perdagangan di era millennial, di mana inovasi, disruption, dan teknologi telah mengubah bentuk bisnis.

Menghadirkan lebih dari 170 pembicara berpengaruh dalam 70 diskusi panel, dan presentasi, Millennial2020 yang disponsori oleh Accenture ini juga menyelenggarakan pameran produk dan jasa dari 45 perusahaan start up dan secara khusus menggelar pameran innovasi jasa Accenture di bidang retail dan travel. Hadir sebagai peserta pameran antara lain Ad Asia, Sizmek, CarPal, Baozun,  Bolt Media, Amobee, CashShield, Maker Studios, Lynx Analytics, Spotify for Brands, Dynamic Yield, Agility  Research, the Web Spider Group, Happy Marketer, GoGoVan, What3Words, PassKit, Google, LTA, Gapable, Click2View, SnapCart, and ZeedIt.

Teo Correia, Senior Managing Director untuk Consumer Goods and Services di Accenture,  berharap melalui event ini Accenture dapat menemukan kelompok-kelompok wirausaha lain yang membawa terobosan-terobosan baru dalam dunia perdagangan di masa yang akan datang.

Ada tiga alasan mengapa Accenture menyelenggraakan event ini. Pertama, kata Teo, karena millennials adalah topik yang sangat penting bagi kliennya. Kedua, karena Digital Services adalah salah satu lini bisnis Accenture. Dan ketiga, karena Teo meyakini diperlukan wadah untuk mempertemukan perusahaan, klien, investors, dan start-up untuk mendiskusikan solusi untuk menghadapi generasi millennials yang memiliki karakteristik yang berbeda.

“Millennials adalah generasi yang technology savvy. Mereka global. Mereka pembeli retail yang independen. Mereka saling terhubung dan melakukan sharing satu sama lain,” ujar Teo dalam wawancara khusus dengan media dari Indonesia. Jadi, katanya, untuk menghadapi mereka, kita harus membicarakannya bersama.

Teo juga menegaskan bahwa millennial adalah pasar masa depan karena berdasarkan riset Accenture, 45% dari populasi di Asia Pacific saat ini adalah generasi millennial. Dan secara global, pada 2020 diperkirakan komposisi millennial akan mencapai 60% dari populasi dunia, di mana sebagian terbesar berada di Asia. “Jadi itu pasar yang sangat signifikan,” katanya. Berdasarkan nilai potensi pasarnya, Teo memperkirakan ada US$ 6 trilun disposable income yang bisa dibelanjakan generasi ini pada 2020. Tak heran kalau semua perusahaan mencari cara untuk benar-benar engage dengan generasi ini.

Teo menyatakan kepuasannya pada event kedua setelah London ini. Sejatinya, menurut Teo, Accenture mendesain Millennial2020 Singapura ini lebih kecil dari London. Namun faktanya, event di Singapura lebih besar. Menurut siaran pers post event yang dikeluarkan oleh penyelenggara, hingga ditutup pada sore 8 September tadi, jumlah peserta yang hadir mencapai 1.500 orang  yang berasal dari lebih 30 negara. Dari sisi jumlah aplikasi yang masuk sebagai peserta ACIA, juga pada event di Singapura ini lebih banyak, yaitu 230 aplikasi, dibandingkan 170 aplikasi pada event di London. “Padahal waktu persiapannya cuma 4.5 bulan. Saya senang bukan hanya karena jumlah perusahaan dan klien yang hadir, tapi juga senang karena kualitas start-up-nya bagus di mana 30% di antaranya dari Asia,” ujarnya.

Empat kategori yang dilombakan dalam ACAI adalah Get ME in the store, spending more di mana tantangannya start-up harus menciptakan solusi untuk menargetkan dan menarik perhatian shoppers agar datang ke satu merek tertentu, serta membuat mereka bertahan dan meningkatkan pembelanjaannya. Kedua kategori Give ME what I want, when and where I want it” di mana tantangan memberikan solusi yang personal, serta fleksibilitas dan pilihan yang sesuai dengan gaya hidup shopper, baik dari sisi desain produk dan ketersediaan, hingga pengiriman dan pengembalian. Ketiga kategori Make ME love my brands, digitally and physically” di mana start-up harus memberikan solusi kepada brand untuk lebih mendekatkan diri ke konsumen, memiliki kontrol lebih atas pengalaman mereka, dan memahami ketertarikan mereka. Dan keempat kategori Host ME, Serve ME, and Take ME” di mana start-up harus memberikan solusi untuk memberikan pengalaman yang unik di industri consumer goods, travel, dan gaya hidup—ketika industri ini sedang terganggu dan bisnisnya didefinisikan ulang oleh ekonomi berbagi (sharing economy).

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)