Inovator Paspor Informatif Buat Pelancong

Ide bisnis bisa datang dari mana saja. Ada yang terilhami dari pengamatan, pengalaman orang lain ataupun diri sendiri. Salah satunya bisnis yang dikembangkan oleh Selvia Lie.

Dara jelita ini baru saja memenangkan kompetesi Jakarta Souvenir Award (JSDA). JSDA adalah kompetisi untuk mencari desain souvenir terbaik khas Jakarta. Ide yang usung Selvia cukup unik dan sederhana yakni tempat paspor. Berbeda dengan produk kebanyakan, paspor buatan Selvie sangat informatif yakni menyediakan informasi tentang Jakarta sehingga memudahkan pelancong untuk berplesiran di Ibu Kota. Tak heran, tema yang diambilnya adalah “Go Around Jakarta”.

Selvia Lie

Sesaat setelah menerima penghargaan, lulusan London School ini berbagi cerita seputar ide dan rencananya ke depan. Seperti apa ia akan mengembangkan idenya tersebut? Berikut nukilan wawancara Reporter SWAOnline Nidaaul Khasanah dengan Selvia.

Apa produk yang Anda buat?

Produk yang saya buat adalah tempat paspor. Paspor ini akan membantu para pelancong khususnya wisatawan mancanegara. Missalnya, wisatawan mancanegara pasti memiliki paspor. Nah, saya berharap produk ini bisa dijual di bandara. Pada saat mereka tiba di Jakarta, mereka dapat melihat isi di dalamnya yang terdapat peta Trans Jakarta.

Apa kelebihan produk Anda?

Kelebihannya yakni sangat informatif. Sebagai contoh, di dalam produk saya terdapat booklet peta Trans Jakarta per jalur. Jadi pelancong tidak kesulitan ketika ingin menjelajah Jakarta dan memberitahukan ke mereka bahwa di Jakarta bukan hanya ada taksi, tetapi ada moda transportasi lainnya.

Passport ini bukan hanya tempat passport biasa. Di belakang tempat passport tersebut terdapat dompet, digabungkan melalui media magnet. Jadi, elatis bisa dibuka dan dipasang. Tempat passport ini ada tempat pena, digabungkan dengan dompet sehingga dapat diisi dengan uang dan uang koin. Lalu saya buat dompet dan tempat passport tersebut terpisah dan hanya digabungkan dengan magnet. Jadi tempat passport ini dapat digabungkan atau dipisah sesuai dengan kebutuhan. Dan juga ditempat passport ini terdapat tempat kartu di bagian depan, jadi bisa diisi kartu MRT.

 Siapa target pasar Anda?

Yang pasti wisatawan khususnya pelancong mancanegara.

Ide berasal dari mana?

Idenya datang dari pengalaman pribadi. Ketika saya berpergian, saya sering merasa kerepotan mencari paspor. Lalu, ketika mengisi kartu imigrasi saya harus mencari pena. Saya juga sering pada saat menunggu di bandara, saya suka mencari jajanan kecil dan itu butuh uang kecil dan uang koin.

Berapa lama proses pembuatannya?

Proses pengerjaannya sangat singkat yaitu sekitar dua minggu. Jadi selama kurun waktu satu minggu saya cari apa yang ingin dibuat dan desainnya seperti apa. Kemudian, satu minggu berikutnya sudah jadi.

Berapa modal dibutuhkan?

Modalnya cukup tinggi. Karena hanya membuat satu buah, maka biaya pembuatan bisa mencapau Rp 200.000, tetapi jika diproduksi secara massal mungkin berkisar Rp 50.000.

Apa target Anda untuk ke depan?

Saya ingin produk ini dijual ke wisatawan yang datang ke Indonesia. Ini juga bagian dari promosi Trans Jakarta.

Kira-kira berapa kisaran harga kalau kelak dikomersilkan?

Mungkin sekitar Rp 150.000 – Rp 200.000 per buah.

Apakah akan serius melanjutkan ide ini menjadi bisnis?

Intinya yang saya lakukan adalah melakukan sebaik mungkin hal yang bisa saya lakukan. Memang membutuhkan banyak pengorbanan. Seperti pengorbanan materi dan waktu. Tapi disini adalah pembuktian, apapun yang dapat kita lakukan sebaik mungkin pasti kita dapat melakukannya. (Nidaaul/Ario)

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)